Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
212. SALING PERCAYA


__ADS_3

Umar, Sarah, dan Namira sedang makan siang bersama. Di sela makan siang, Namira terus mengoceh menceritakan aktivitasnya di sekolah dan berkunjung di pasar hewan membeli marmut kepada Umar. Hingga pada akhir ceritanya, Namira menceritakan pertemuanya dengan Ana


"Ayah, aku tadi bertemu dengan Tante pas beli marmut. sepertinya Tante itu mengenal ayah. apakah ayah mengenalnya?" tanya Namira


"Tante siapa Namira? ayah tidak kenal," jawab Umar


"Aku tidak tahu ayah, tapi Ibu akrab banget tadi sama Tante itu. Tante juga menyebut nama ayah," saut Namira


"Apa? kok ayah tidak ngerti ya?" tanya Umar


"Sudah sudah, jangan bicara kalau makan. kita habiskan makanan ini dulu," saut Sarah


Namira dan Umar yang tersadar dari tadi bicara langsung melanjutkan makan siangnya. Umar terus memperhatikan Sarah saat makan. Umar penasaran dengan siapa wanita yang ditemui Namira di pasar hewan. Terlebih lagi Namira mengatakan kalau Sarah sangat akrab dengan wanita itu.


"Siapa wanita itu? mengapa putriku beranggapan wanita itu mengenalku dan menyebut namaku?. Bahkan wanita itu akrab dengan Sarah. semoga Sarah tidak salah paham. aku akan mengajaknya bicara." batin Umar


Setelah selesai makan, Umar membuntuti Sarah di dapur sedang mencuci piring. Entah mengapa Sarah terlihat menjadi pendiam setelah mendegar ucapan Namira.Umar tidak bisa membiarkan Sarah berpikir aneh aneh atas pada diringa. Dengan terpaksa Umar langsung bertanya pada Sarah tentang wanita yang dimaksud Namira.


"dek, aku mau tanya sesuatu," ucap Umar


"Iya Mas, katakan saja," jawab Sarah


"Siapa wanita yang dimasksud Namira tadi?" tanya Umar


"Nanti malam aja Mas aku cerita. Jam istirahat sudah mau habis. sebaiknya Mas berangkat ke kampus," jawab Sarah


Umar melihat jam di poselnya dirinya terkejut saat mengetahui 15 menit lagi jam kerjanya habis. Umar yang awalnya ingin mengetahui jawaban dari Sarah akhirnya menuruti kata Sarah.


"Wah, 15 menit lagu jam istirahat habis. kalau gitu Mas berangkat kerja dulu ya dek," ucap Umar


"Iya Mas, buruan nanti telat," jawab Sarah

__ADS_1


"Tapi janji ya, kamu akan cerita nanti malam," ucap Umar


"Iya Mas, aku pasti akan cerita. ini aku bawain bekal untuk Mas," jawab Sarah


"Terima kasih dek, aku berangkat dulu, assalamualaikum," ucap Umar


"Waalaikumsalam, hati hati Mas," jawab Sarah


"Iya," saut Umar


Umar keluar dari rumahnya kemudian menaiki motornya lalu berangkat ke kampus tempat dirnya bekerja.


----------


Malam hari setelah shalat isya, Sarah dan Umar berada di ruang tamu menemami Namira belajar. Namira saat itu mengerjakan tugas mewarnai gambar marmut dan menulis huruf latin di buku halus.


30 menit kemudian Setelah Namira selesai belajar. Namira merasa mengantuk ingin tidur.


"Iya sayang, Namira apa sudah berani bobok sendiri?" tanya Umar


"Masih takut ayah, tapi Namira mau belajar," jawab Namira


"Ya sudah, hari ini ayah dan ibu temani. tapi besok latihan bobok sendiri ya? jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur," saut Umar


"Iya ayah, aku sudah hafal kalau itu," jawab Namira


Umar, Sarah, dan Namira bersama sama masuk kedalam kamar Namira. Sesampainya di kamar Umar, Sarah, dan Namira merebahkan tubuhnya diranjang dengan posisi Namira berada di tengah.


10 menit kemudian, Namira sudah tertidur pulas. Umar yang masih belum tertidur menagih cerita dari Sarah tentang wanita yang dimaksud Namira.


"Dek, kamu bisa ceritakan pada Mas wanita yang dimaksud Namira," ucap Umar

__ADS_1


"Wanita itu namanya Ana, aku dan Ana sudah tiga kali bertemu Mas," jawab Sarah


"Terus mengapa Namira bilang Ana mengenalku? bahkan menyebut namaku," tanya Umar


"Ana bilang suaminya namanya Mas Umar, suaminya tinggal di probolinggo dan sekarang bekerja di kampus." jawab Sarah


"Dek, jujur ciri suami Ana mirip denganku. apa kamu memikirkan kalau suami Ana adalah aku?" tanya Umar


"Sebenarnya ini yang aku mau tanyakan kepada kamu dari dulu Mas. Maaf Mas, aku tidak bermaksud mencurigaimu. aku percaya sama kamu Mas. mungkin saja kebetulan nama suami Ana dan suamiku sama," jawab Sarah


Umar sontak memegang tangan Sarah lalu menciumnya. Umar merasa lega istrinya tidak berpikiran aneh aneh.


"Dek, Mas bangga sama pemikiran kamu. Mas memang tidak mengenal Ana. Mas bahkan tidak pernah memiliki teman wanita di pondok dan asrama. teman dekat Mas ya cuma Mansur." ucap Umar


"Jangan jangan Mas dan Mas Mansur itu penyuka sesama jenis," goda Sarah


"Huss...ngawur kamu. nggak boleh bicara kaya gitu." jawab Umar


"Iya Mas, aku minta maaf," ucap Sarah


"Dek, kita harus saling percaya terhadap pasangan dalam menjalankan hubungan berumah tangga.kita harus saling jujur dan terbuka satu sama lain. jangan sampai hanya karena kesalahpahaman hubungan rumah tangga kita hancur. Mas mencintaimu dek, Mas berharap keluarga kita selalu bahagia," ucap Umar


"Iya Mas amin...aku juga mencintaimu," jawab Sarah


----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2