
1 minggu kemudian
Seperti biasa setelah shalat shubuh berjamaah, Sarah bergegas ke dapur untuk memasak menu sarapan. Sarah memang masih hamil muda. Tetapi walaupun Sarah hamil, Sarah termasuk beruntung tidak merasakan morning sicknes selama kehamilan.
Morning sickness adalah mual muntah yang terjadi saat hamil. Meski disebut morning sickness, kondisi ini tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga pada siang, sore, atau malam hari. Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Sarah sebenarnya merasa heran dengan dirnya yang tidak mengalami hal itu. Bahkan Sarah mengkhawatirkan kehamilanya sekarang.
"Mengapa aku tidak mengalami morning sickness ya. Risma, Melisa, Windi merasakan hal itu saat hamil, tapi aku kok tidak ya? apakah kehamilanku bermasalah. aku jadi merasa khawatir. Ya Allah semoga kehamilanku sehat sehat saja," batin Sarah
Sarah menengkan hatinya sejenak dengan berdoa dan meminum segelas air. Setelah hatinya merasa tenang, Sarah memulai aktiviras memasaknya di dapur. Sarah memulai memasaknya dengan memanak nasi di magicom. Kemudian setelah itu Sarah berencana membuat sayur sop dan perkedel kentang.
Namun baru saja hendak memotong sayuran, Sarah tiba tiba melihat Umar berlari ke kamar mandi. Awalnya Sarah mengira Umar kebelet, namun saat itu Sarah mendengar suara Umar muntah di dalam kamar mandi.
"Huwek...Huwek..."(suara Umar muntah)
Sarah menghentikan sejenak aktivitasnya di dapur menghampiri Umar di kamar mandi. Pintu kamar mandi saat itu tidak dikunci oleh Umar. Sarah langsung masuk kedalam kamar mandi melihat Umat berjongkok memuntahkan isi perutnya. Tentu Sarah panik dan khawatir saat melihat Umar yang terus muntah. Sarah memijat tengkuk leher suaminya dan bertanya keadaan suaminya.
"Mas, mengapa kamu muntah muntah? aku khawatir Mas," ucap Sarah
"Mas tidak apa apa dek, Mas mungkin masuk angin," jawab Umar
__ADS_1
"Kita ke dokter ya Mas?" ajak Sarah
"Nggak usah, Mas yakin hanya masuk angin saja," jawab Umar
Setelah mengeluarkan isi perutnya, Umar bergegas berdiri dari posisinya yang berjongkok. Namun baru saja berdiri, Umar kehilangan keseimbangan. Untung saja, Sarah saat itu memegangi tubuh Umar yang hampir jatuh. Tanpa pikir panjang, Sarah langsung menuntun suaminya ke kamar.
"Mas, rangkul pundaku Mas, aku tuntun Mas istirahat di kamar," ucap Sarah
"Hmm..." jawab Umar
Sarah menuntun Umar ke kamar lalu membantu membaringkanya tidur. Tak lupa Sarah mengoleskan minyak kau putih di perut dan hidung suaminya.
"Ibu, aku sudah siap, sarapanya belum jadi Bu?" tanya Namira
"Eh, Namira sayang, maaf ibu lupa. ayah tadi tiba tiba sakit. Ibu buatkan telur ceplok sebentar ya." jawab Sarah
"Ayah sakit?" tanya Namira
Namira berlari menghampiri ayahnya lalu menangis. Umar yang melihat putrinya menangis langsung menenangkanya
__ADS_1
"Ayah cuma capek kok sayang, ayah tidak apa apa, cuma butuh istirahat sebentar, sekarang Namira sarapan lalu berangkat sekolah," jawab Umar
"Namira sayang, ke meja makan yuk, ibu akan siapkan sarapan," saut Sarah
"Hmm...iya Ibu," jawab Namira
Sarah dan Namira bergegas ke meja makan meninggalkan Umar yang masih beristirahat di kamar. Di kamarnya, Umar saat itu merasa heran mengapa dirinya muntah muntah di pagi hari. Bahkan Umar saat itu menyadari tidak pernah melihat Sarah mengalami morning sickness.
"Mengapa hari ini aku merasa mual dan muntah? dan kayaknya aku gak masuk angin deh, perutku gak kembung. dan aku heran selama Sarah hamil aku kok tidak pernah melihat dirinya mual atau muntah. apa aku saja ya yang kurang telaten, kurang perhatian sehingga aku tidak pernah lihat Sarah muntah muntah." batin Umar
Setelah menyiapkan sarapan, Sarah dan Namira sarapan bersama sama tanpa kehadiran Umar di meja makan. Selesai sarapan, Sarah memanggil tukang becak di area kompleksnya untuk mengantarkan Namira sekolah. Sebenarnya Sarah ingin mengantar Namira pakai seped motor tapi dirinya takut.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1