
Esok hari, Nenek Winarsih dan KakeK Hamzah sedang bersiap sarapan bersama. Nenek Winarsih yang melihat semua hidangan sarapanya siap, bergegas ke kemar Namira mengajaknya makan.
"Namira, ayo makan sama sama. nenek lagi buat soto ayam." ucap Nenek Winarsih
Namira hanya diam bergeming tidak merespon ajakan Nenek Winarsih. Nenek Winarsih menghampiri Namira memegng badan Namira yang panas.
"Ya Allah Namira, badan kamu panas. tunggu sebentar ya Nenek segera kembali," ucap Nenek Winarsih
Nenek Winarsih yang panik berlari menghampiri suaminya lalu mengatakan kalau Namira sedang demam.
"Pak...Bapak...Namira demam, badanya panas pak," teriak Nenek Winarsih
"Ya Allah Buk...Bapak harus ngabari ayah sama ibunya kalau anaknya demam," jawab Kakek Hamzah
"Baiklah Pak, sambil nunggu ayah ibunya datang, ibuk beli bodrexin dulu di warung," ucap Nenek Winarsih
"Iya Buk, bapak juga akan nyusul ayah sama ibunya untuk jenguk anaknya. ibuk belinya jangan lama lama. kasihan Namira sendirian di kamar," jawab Kakek Hamzah
"Iya Pak," ucap Nenek Winarsih
Kakek Hamzah mulai berangkat menuju rumah Umar dan Sarah. Sementara Nenek Winarsih dengan cepat berlari ke warung untuk beli bodrexin lalu merebus air untuk mengompres Namira.
Setelah merebus air, Nenek Winarsih membawa nasi soto buatanya untuk Namira.
"Namira, bangun dulu yuk, makan sotonya nenek suapin," ucap Nenek Winarsih
"Namira gak lapar, Nek," jawab Namira
__ADS_1
"Makan sedikit aja, habis ini minum obat lalu Nenek kompres biar panasnya turun," ucap Nenek Winarsih
Akhirnya, Namira menerima suapan nasi soto ayam dari Nenek Winarsih. Hanya lima suapan, Namira sudah merasa kenyang.
"Nenek, aku sudah kenyang," ucap Namira
"Iya baiklah, sekarang Namira minum bodrexin nya," jawab Nenek Winarsih
Namira meminum obatnya kemudian berbaring tidur karena kepalanya merasa pusing. Nenek Winarsih mengompres dahi Namira dengan kain yang dibasahi air hangat. Namira yang tertidur hanya bisa pasrah menerima perlakuan dari Nenek Winarsih yang sangat telaten merawatnya
--------------
Semetara itu, Kakek Hamzah yang panik saat itu sudah sampai di rumah Umar. Kakek Hamzah tanpa mengetuk pintu langsung masuk ingin menemui Umar dan Sarah. Didalam rumah, suasananya sangat hening. Terlihat Umar dan Sarah sedang makan bersama. Umar terlihat wajahnya sangat datar dan dingin saat makan. Dan untuk Sarah terlihat wajahnya yang sembab seperti habis menangis .
Melihat majikanya sangat terpuruk karena kepergian Namia dari rumah, Kakek Hamzah saat itu memecah keheningan memanggil Umar
"Iya Pak, Bapak sudah sarapan? mari Pak kita makan sama sama," jawab Umar
"Tuan, saya mau menyampaikan sesuatu. ini terkait Namira," ucap Kakek Hamzah
"Prangg" (bunyi sendok dan gelas terjatuh)
Umar saat itu memegang gelas berisi air putih sementara Sarah memegang sendok. Mendengar kata Namira, keduanya kompak tanpa sadar menjatuhkan barang yang dipegangnya. Umar dengan sigap langsung beranjak dari kursinya kemudian bertanya pada Kakek Hamzah.
"Pak, dimana Namira? apakah Namira bersama Bapak?" tanya Umar
"Sebenarnya malam hari saat Namira kabur dari rumah. saya menemukan Namira tertidur dengan posisi terduduk di taman. Lokasi taman yang dekat dengan rumah saya membuat saya membawa Namira ke rumah saya. Esok harinya Namira bilang kepada saya kalau dirinya tidak ingin kembali ke rumah.tapi saya membujuknya agar mau pulang ke rumah," jawab Pak Hamzah
__ADS_1
"Jadi kemarin bapak pas telepon saya, bapak bersama Namira?" tanya Umar
"Iya Tuan, Namira saat itu kukuh mengatakan kalau Tuan, Nyonya dan Den Burhan sudah bahagia tanpa dirinya. Namira tidak ingin mengusik dan membebani keluarga ini. Tapi sebisa mungkin saya meyakinkan Namira kalau Tuan dan Nyonya sangat menyanyangi Namira dan mengkhawatirkanya. Dan untuk membuktikanya saya menelpon Tuan dihadapan Namira," jawab Kakek Hamzah
"Pak, saya sangat berterima kasih pada bapak yang telah menjaga putri saya dua hari ini," ucap Umar
"Iya Tuan, dan saya juga mau menyampaikan suatu hal lagi kepada Tuan dan Nyonya, hari ini Namira demam, badanya panas, sekarang dirumah istri saya sedang menjaga Namira," jawab Kakek Hamzah
"Ya Allah, anaku..." ucap Umar
Sarah dan Umar keduanya sangat panik mendengar Namira sedang demam. Sarah menangis ingin menjenguk Namira. Tapi, Umar menyuruh Sarah dirumah untuk menjaga Burhan.
"Dek, Mas akan bawa Namira ke rumah ini. tolong jaga Burhan saja dirumah. Mas janji tidak akan lama." ucap Umar
"Iya Mas, aku merindukan Namira," jawab Sarah
"Mas juga merindukan Namira, sebentar lagi keluarga kita akan lengkap dengan kembalinya Namira. Mas pergi dulu, asalamualaikum," ucap Umar
"Waalaikumsalam," jawab Sarah
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1