
Esok hari di pagi hari Risma terbangun dari tidurnya ingin mencona test pack yang dibelinya di apotek kemarin. Risma turun dari ranjangnya pelan pelan agar Mansur tidak terbangun. Sebelum ke kamar mandi Risma melihat kalender dikamarnya memastikan jadwal siklus datang bulanya. Saat melihat kalender, Risma terkejut dirinya ternyata sudah telat tujuh hari. Tanpa ragu Risma meletakan kalender kamarnya di ranjangnya bergegas berlari ke kamar mandi ingin segera mengecek air seninya dengan test pack yang baru dibelinya kemarin
Beberapa menit kemudian, Mansur terbangun dari tidurnya meihat kalender kamarnya tergeletak di ranjang. Mansur megambil kalender itu melihat jadwal siklus datang bulan Risma sudah lewat.Mansur memang tidak mengetahui seminggu kemarin Risma mengalami datang bulan atau tidak. Seandainya telat, Risma pasti akan panik dan mengatakan pada dirinya, namun sampai sekarang Risma belum tidak mengatakan apapun sehingga Mansur beranggapan istrinya seminggu kemarin mendapatlan tamu bulananya
Di sisi lain, Risma di kamar mandi menanti test packnya digitalnya menunjukan hasilnya. 10 menit kemudian, Risma terkejut membelakan matanya setelah melihat hasil test pack menunjukan dua garis merah
Risma senang sekali, akhirnya dirinya sekarang tengah berbadan dua. Risma langsung begegas menuju kamar menghampiri Mansur. Di dalam kamar, Risma berpura pura sedih seolah olah agar Mansur menanyakan siklus datang bulanya karena tadi sebelum ke kamar mandi , Risma sengaja meletakan kalender kamar di ranjang.
Sesampainya di kamar, Mansur yang sibuk dengan ponselnya melihat istrinya sedih. Mansur menghampiri istrinya bersedih dan bertanya sesuatu pada istrinya
"ris kok sedih, ada apa?" tanya Mansur
Risma tak merespon ucapan Mansur dan tetap pada posisi duduknya .Mansur penasaran dengan apa yang terjadi pada Risma memprediksi mungkin Risma sedih karena belum hamil. Dengan hati hati Mansur bermaksud tidak menyinggung, bertanya pada Risma tentang siklus datang bulanya
"ris, mas mau bertanya seminggu kemarin apakah kamu dapat tamu bulananmu?" tanya Mansur
Risma masih tidak menjawab membuat Mansur tiba tiba merasa bersalah pada istrinya
__ADS_1
"ris, maafin mas, mas tidak bermaksud menyinggung kamu masalah kehamilan, kita akan terus berusaha dan berdoa pada Allah, kamu jangan sedih, kita masih ada waktu, kita harus berjuang bersama sama" ucap Mansur
Risma sangat terharu dan gemas mendengarkan ceramah suaminya tiba tiba mencium pipi Mansur
"Cup"(Risma mencium istri Mansur)
Mansur terkejut sontak memegangi pipi kananya yang barusan dicium istrinya. Risma yang melihat ekspresi suaminya yang terkejut mencoba menanyainya.
"mas, kamu kok terkejut?" tanya Risma
"kamu tiba tiba nyerang mas duluan tidak seperti biasanya" jawan Mansur
"iya ,tapi kamu jangan sedih, mas nggak marah kok, suatu saat nanti entah kapan mas yakin kita akan segera diberi amanah Allah, dan impian kita berdua akan terwujud" jawab Mansur
"Keinginan dan Impianmu sudah terkabul mas" ucap Risma
"maksudnya?" tanya Mansur heran
Risma memberikan hasil test pack digitalnya kepada Mansur. Mansur melihat hasil test pack digital itu menunjukan dua garis merah yang berarti Risma telah mengandung buah hatinya. Tanpa ragu, Mansur bersujud syukur sembari menangis haru
__ADS_1
"Alhamdulillah..terima kasih ya Allah" ucap Mansur sembari bersujud
Setelah bersujud, Mansur memeluk Risma menangis haru tidak menyangka dirinya akan menjadi seorang ayah
"ris..terima kasih..ini kado terindah yang kamu berikan untuk mas, kita akan jadi orang tua" ucap Mansur sembari memeluk Risma dan terisak tangis
"iya mas...aku sangat bersyukur, terima kasih, mas telah sabar menungguku" jawab Risma
Mansur melepaskan pelukanya kemudian memegang erat kedua tangan Risma
"mulai hari ini, kurangi aktivitas berat berat, sekarang kamu izin kuliah saja, mas juga hari ini akan izin, kita periksa kandunganmu ke dokter" ucap Mansur
"iya mas" jawab Risma
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga