
Mansur mengajak Risma duduk di taman untuk menikmati gula kapas yang baru dibeli. Saat menyantapnya, Mansur merasa bibirnya lengket dan eneg baru memakan tiga suapan. Mansur melihat Risma sangat lahap memakan gula kapas itu sampai mulutnya belepotan. Mansur tersenyum melihat istrinya lalu mengambil tisu untuk mengelap bibir Risma.
"risma" ucap Mansur
"iya mas" jawab Risma
"bentar, bibirmu belepotan, mas elapin dulu" saut Mansur mengelap bibir Risma
Risma hanya diam dengan sentuhan lembut Mansur mengelap bibirnya dengan tisu.Namun disamping itu Risma melihat gula kapas Mansur masih banyak dan mencoba bertanya pada Mansur mengapa tidak menghabiskan gula kapasnya
"mas, gula kapasmu kok masih banyak?" tanya Risma
"tadi pas kamu ingin, mas tiba tiba juga ikut pingin, tapi pas mas makan rasanya bibir mas lengket dan rasanya eneg, kamu kok suka sih" jawab Mansur
"mas ini enak lo, masa eneg sih, aku dari kecil suka banget yang namanya gula kapas, bahkan dulu pas gigiku sakit aku nangis gak boleh makan gula kapas" ucap Risma
"sampek sekarang kok masih kaya anak kecil" sindir Mansur
"ih..biarin yang penting banyak laki laki yang naksir sama aku, iya kan? aku kan memang cantik" jawan Risma ceplas ceplos
"Cup" (Mansur tiba tiba mencium Risma)
Deg...
Risma mendapat ciuman keduanya dari Mansur. Risma langsung terdiam memegangi bibirnya seusai dicium Mansur. Ingin sekali Risma membrontak tapi hatinya merasa nyaman mendapat perlakuan itu dari Mansur.
__ADS_1
"mas" ucap Risma
"maafin mas, itu hukuman jangan bikin mas cemburu" saut Mansur
Mansur melihat Risma masih terdiam dan salah tingkah. Mansur tahu kalau Risma sudah merasa nyaman denganya. Mansur yang melihat Risma salah tingkah mencoba menggodanya
"ris, bibirmu yang manis, makin manis kena gula kapas" goda Mansur
"ih..mas sekarang jago gombal" jawab Risma
"hmmm...senyum dong kok cemberut terus" saut Mansur
"aku mau senyum, tapi habisin gula kapas yang mas pegang, mubazir kalau dibuang" ucap Risma
"pokoknya mas habisin sendiri, kalau tidak habis aku pulang naik taksi aja" saut Risma
"iya deh...mas habisin" jawab Mansur pasrah
Mansur melahap paksa gula kapas yang dibelinya. lengket di bibir dan eneg diperut itulah yang dirasakan Mansur. Mansur berusaha menghabiskan gula kapas yang dipegangnya demi isrtrinya agar senang. Risma terliha tertawa kecil meihat Mansur menyantap gula kapas dengan belepotan. Risma tiba tiba mengambil tisu mengelap bibir Mansur
"mas tunggu aku elapin dulu bibir mas belepotan" ucap Risma mengelap bibir Mansur
Mansur merasakan sentuhan lembut tangan Risma menyentuh bibirnya. Mansur memejamkan matanya membiarkan istrinya mengelap juga wajahnya. Rasa nyaman Mansur diperhatikan oleh Risma sontak kata kata mutiara terlonta dari mulut Mansur
"mas mencintaimu ris, kumohon kamu jangan tinggalkan mas" ucap Mansur
__ADS_1
"iya mas aku juga memiliki perasaan yang sama" jawab Risma
"Apakah kamu sudah siap melayani mas?" tanya Mansur
Degg....
Risma terdiam tertegun mendengar ucapan Mansur. Risma memang sudah nyaman bersama Mansur, tapi dirnya masih belum siap dan takut melakukanya. Risma tidak menjawab pertanyaan Mansur hanya bisa menangis
"ris, kalau belum siap, mas tidak apa apa" ucap Mansur
"maafin aku mas, aku belum siap dan takut" jawab Risma jujur
" ris..jangan menangis, mas paham kok, mas yakin suatu saat kamu mau melakukanya, kamu perlu waktu saja, mas tidak mau maksa kamu" ucap Mansur memeluk Risma
"terima kasih mas, maafin aku" jawab Risma
"sudahlah jangan dipikirkan, sekarang sudah sore, ayo kita pulang" ucap Mansur
Risma menganggukan kepalanya isyarat setuju kembali pulang kerumah.
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1