
---- Flashback On ----
Ike merasa sangat kesal dirinya tidak bisa menikmati jalan pagi bersama Mansur.Ike malah merasa sangat marah dengan Risma, karena Risma mengerjai dirinya disuruh memasak banyak menu yang tentu menyita waktu dan tenaganya.
Di dapur Ike melakukan tugasnya dengan baik Hanya membutuhkan waktu tidak sampai satu jam, Ike berhasil membuat banyak menu masakan sesuai perintah majikanya. Ike adalah asisten rumah tangga yang pernah berkuliah mengambil jurusan tata boga. Maka dari itu sudah tidak diragukan lagi kemampuan memasak Ike.
Setelah memasak Ike menyajikan masakanya di meja makan. Tak lupa Ike menuangkan jus mangga buatanya di dalam empat gelas untuk majikanya. Ike tiba tiba berinsiatif mengerjai balik Risma dengan menambahkan obat kedalam gelas Risma. Ike berharap Risma meneguk habis minuman yang dibubuhkan obat itu, sehingga nantinya akan sakit perut.
"Haha..kamu mengerjaiku? Hah..jangan harap aku diam saja dan tidak membalasnya, lihat saja aku tidak sabar melihatmu berlarian bolak balik kekamar mandi karena perutmu yang terus melilit haha." ucap Ike dengan lirih di dapur
---- Flashback Off ----
Setelah sarapan, Risma tidak nyaman dengan perutnya bolak balik dikamar mandi hingga lima kali. Risma merasa lelah, dirinya duduk di kursi dapur dekat kamar mandi berjaga jaga perutnya melilit.Disisi lain Ike yang sedang membersihkan lantai melihat wajah pucat dari Risma bergidik senyum kemenangan. Ike menghampiri Risma didapur ingin membuatkan wedang jeruk.
5 menit kemudian wedang jeruk buatanya jadi. Ike berjalan duduk disamping Risma menyerahkan wedang jeruh buatanya
"nona muda, ini wedang jeruk agar perut nona enakan" tawar Ike
"terima kasih, seharusnya kamu tidak perlu repot repot" jawab Risma
Risma meneguk wedang jeruk buatan Ike hingga tetesan terakhir lalu beranjak dari duduknya ingin kembali ke kamar. Sebelum kembali ke kamar Risma mengatakan sesuatu pada Ike
"Mulai besok, kamu jangan menganggu suamiku lagi atau kamu akan tahu akibatnya" tegas Risma
"maaf nona muda, saya tidak menganggu, saya hanya melakukan tugas saya disini melayani kalian semua" jawab Ike
"Ok, aku akan selalu mengawasimu, jangan kamu berpikir aku lengah membiarkan dirimu menggoda suamiku" ucap Risma meninggalkan dapur
Risma berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya, namun langkahnya terhenti saat Ike menghentikanya
"Tunggu nona" ucap Ike
"katakan, apa yang kamu ingin katakan padaku, jangan berbelit belit" jawab Risma menahan amarahnya
"maaf nona jika kamu tersinggung, saya tidak mau menjalankan perintahmu itu, saya akan merebut apa yang saya inginkan, jika memang saya berjodoh dengan suami nona, jangan harap nona bisa melawan takdir" ucap Ike
__ADS_1
"Oh iya, kamu bilang apa? takdir? dia sudah menjadi takdirku dan kami akan hidup bersama selamanya, lebih baik kamu mundur dan angkat kaki dari rumah ini" jawab Risma
"nona memecat saya? cobalah pecat saja, dikeluarga ini saya meghormati semua orang kecuali anda si nona angkuh nan sombong" saut Ike
"Ok, dengarkan aku baik baik, aku akan membuatmu keluar dari sini, keluargaku tidak tahu kebusukanmu, tapi sebentar lagi mereka akan mengetahui niat jahatmu, aku yakin kamu kan yang menaburkan obat di jus manggaku? santai saja tidak usah panik aku tahu dengan melihat bungkus obat ditempat sampah, kamu kurang cerdik" sindir Risma meninggalkan Ike
"Oh iya dan ingatlah aku mempunyai prinsip selama kamu berulah aku akan beraksi !!!" lanjut Risma
Risma puas dengan ucapanya langsung dengan semangat bergegas meninggalkan Ike di dapur. Ike mulai geram dengan ancaman dari Risma kepadanya. Ike merasa dirinya harus berhati hati menghadapi Risma. Risma cukup cerdik, tentunya Ike merasa dirinya harus lebih cerdik dari Risma.
-------------
Esok hari, Ike ingin membuat 5 potong ayam goreng balado. Tapi dirinya menyendirikan 1 ayam balado yang khusus dibuatnya super pedas untuk Risma. Hari ini Ike ingin Risma menderita setelah memakan ayam goreng balado pedas racikanya.
"Setelah ini kamu akan menangis dan menderita memakan ayam goreng balado super pedas ini..haha..." batin Ike
15 menit kemudian ayam goreng balado buatan Ike sudah jadi. Dengan semangat Ike menyajikan masakanya dipiring lalu memanggil majikanya untuk makan.
Pak Rudi, Bu Yanti, Mansur dan Risma sudah bersiap menyantap makananya bersama sama. Saat itu Risma mencium aroma ayam gorengnya aneh. Risma juga curiga ayam gorengnya memiliki warna yang berbeda lebih kemerahan. Risma bergidik kesal dirinya tahu Ike sedang merencanakan sesuatu. Tanpa ragu, Risma menukar ayam goreng baladonya dengan ayam goreng balado lainya dipiring lain. Ike bergidik kesal karena ayam goreng balado dipiring lain adalah jatahnya yang ditukar.
"Sial...aku makan apa coba nanti, gak mungkin aku makan ayam iblis itu, tapi tidak apa apalah rencanaku gagal tapi lain kali pasti berhasil, aku nanti bisa makan mie instan saja" batin Ike
"ike, ayo ikut makan, jangan sungkan" ucap Risma
"Iya anggap saja ini rumahmu ike" saut Bu Yanti
"Iya Nyonya" jawab Ike
Ike terdiam hanya menatap nasinya dirinya tidak ingin memakan ayam goreng baladonya di piring. Risma memiliki celah untuk mengerjai Ike dirinya langsung menyuruh Ike makan
"Ike kok dilihatin aja, masih sisa tuh ayamnya" ucap Risma
"saya masih kenyang nona" jawan Ike
"kenyang? kapan kamu makan? gak usah sungkan mubazir lo ayamnya" saut Risma
__ADS_1
"Dasar nona angkuh, aku semakin ingin memusnakanmu" batin Ike
Risma yang geram menatap Ike tidak segera memakan ayamnya langsung bergegas menghampiri Ike.Tanpa ragu Risma menyuapi paksa ayam goreng dipiring Ike.
"Ayo makan nggak? buka mulutmu atau aku bisa lebih kasar dari ini" ucap Risma
Ike tidak bisa melawan dirinya tidak menyangka kalau Risma sangat nekat. Bu Yanti melihat Risma memperlakukan Ike dengan kasar langsung menegurnya
"ris, apa yang kamu lakukan, kamu tidak sopan, kamu menyakiti Ike" ucap Bu Yanti panik
"Ini ART kurang ajar ma, dia ingin membuatku sakit dengan ayam goreng balado super pedasnya ini, sekarang mama lihat risma akan menunjukan keburukan Ike" ucap Risma
Ike menangis kepedasan memakan ayam goreng balado racikanya yang sebenarnya khusus untuk Risma. Risma puas akhirnya Ike kalah dalam permainanya
"Lihat ma, ini adalah bukti kejahatan dari ike, lihatlah dia kepedasan" ucap Risma
"Nona, ampun saya butuh air" jawab Ike
"Oh kamu kepedasan ya" saut Risma
Risma mengambilkan Ike air dan menegukanya dimulut ike dengan paksa. Mansur melihat istrinya emosi tak terkedali. Tanpa berpikir panjang Mansur menarik tubuh Risma agar jauh dari Ike. Mansur membawa Risma kembali duduk ke kursinya lalu menenangkanya.
"ris, istighfar...ayo duduklah tenangkan pikiranmu" ucap Mansur
"astagfirullahuladzim.."ucap Risma
Bu Yanti tidak menyangka dengan kelakuan buruk Ike. Tanpa keraguan Bu Yanti memecat Ike
"Ike, saya tidak menyangka ternyata memiliki niat buruk pada keluarga kami. sekarang kamu saya pecat !!!" tegas Bu Yanti
Ike sudah kalah dan tidak bisa berbuat apa apa akhirnya keluar dari rumah.
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga