Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
77. SALAH TINGKAH


__ADS_3

Degg...


Umar terkejut Mansur mengatakan bahwa dirinya cocok dengan Sarah. Sebenarnya Umar masih belum begitu dekat dan mengenal jauh tentang kehidupan Sarah, tapi karena semua ini demi Namira, Umar rela ingin Sarah menjadi pendamping hidupnya dan ibu dari Namira. Karena Mansur mengatakan dirinya cocok dengan Sarah, Umar mengatakan kepada Mansur tentang keinginan Namira


📞"sur, sebenarnya namira menginginkan Sarah menjadi ibunya" ucap Umar


📞"wah, bagus dong mar, kalau namira sudah bilang begitu, aku percaya sur cinta akan tumbuh dengan sendirinya karena terbiasa bersama, aku mengalaminya bersama istriku" saut Mansur


📞"iya sur, terima kasih saranya, aku akan mencoba mengatakan keinginan namira pada sarah" jawab Umar


📞"iya mar, semoga berhasil, untuk perkembagan TPQ Al Wafaa gimana mar?" tanya Mansur


📞"alhamdulillah jumlah murid ada 87 anak, sementara total infaq masih di data sama sarah, dan juga karena gurunya cuma berdua kami rencananya membagi sesi pembelajaran menjadi siang dan sore" jawab Umar


📞"oh iya baik mar, aku setuju, kalian kewalahan juga nanti menghadapi 87 anak dalam kurun waktu dua jam saja," saut Mansur


📞"iya sur, ada lagi yang kamu tanyakan?"tanya Umar


📞"tidak ada mar, kalau gitu aku tutup dulu ya, wasalamualaikum" ucap Mansur


📞"waalaikumsalam" jawab Umar


------- Di Surabaya --------

__ADS_1


Tepat jam 12.30 pembelajaran TPQ sesi pertama dimulai. Umar dan Sarah tetap antusias mengajar anak anak yang belajar mengaji walaupun mungkin tenaganya akan terkuras karena mengajar di dua sesi.


Jam 14.30 pembelajaran TPQ sesi pertama selesai. Umar dan Sarah masih menunggu waktu pembelajaran TPQ sesi kedua pukul 15.00. Umar dan Sarah terlihat mematung di mejanya masing masing. Sementara Namira masih asyik bermain dengan teman barunya. Saat bermain dengan temanya, Namira melihat Umar dan Sarah mematung tak saling bicara.Tanpa berpikir panjang Namira menghampiri Sarah dan memanggilnya


"bu sarah...." teriak Namira berlari menghampiri sarah


"Eh...ada si cantik, ada apa cantik?" tanya Sarah


"aku ingin bu sarah jadi ibuku, aku ingin punya ibu seperti teman teman" jawab Namira


Degg...


Sarah dan Umar tiba tiba saling bertatap muka mendengar permintaan dari Namira. Sarah bingung harus bagaimana cara menjawab pertanyaan Namira. Umar yang duduk dari tempat duduknya menghampiri Sarah dan Namira memecah untuk keheningan


"ayah jangan lupa janji ayah" jawab Namira


"iya sekarang namira main dulu sana sama teman teman" ucap Umar


"baik, ayah" jawab Namira


Setelah Namira pergi bermain meninggalkanya, Sarah berpikir janji apa yang Umar buat pada Namira, sementara Umar sendiri ragu ingin membicarakan permintaan Namira pada Sarah


"pak.." ucap Sarah

__ADS_1


"bu.." ucap Umar


Mereka berdua menyapa secara bersamaan. Mereka berdua bingung harus memulai pembicaraan darimana dulu, akhirnya Umar menyuruh Sarah berbicara terlebih dahulu


"bu sarah bisa bicara terlebih dahulu" ucap Umar


"eh...tidak...pak umar saja dulu" jawab Sarah


"baiklah, bu sarah ingin tahu janji saya dengan Namira ya, semua ini saya lakukan karena semalam Namira menangis terus" ucap Umar


"iya pak katakan saja" jawab Sarah


"Eee...itu bu.." ucap Umar sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal


Umar bingung harus memulai pembicaraanya darimana. Umar takut sarah menolaknya,tapi jika dirinya tidak mengatakanya Namira bakal kecewa dan menangis lagi. Akhirnya Umar memberanikan diri mengatakan hal yang diinginkan Namira kepada Sarah


"itu bu...Namira merasa nyaman dengan bu sarah, sehingga namira ingin bu sarah menjadi ibunya, saya juga melihat ketulusan bu sarah menyanyangi namira, maka dari itu bu sarah mau kah ibu menikah dengan saya, menjadi pendamping hidup saya sekaligus ibu dari namira" ucap Umar


----------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2