Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
239. KETIKA SUAMI BELANJA


__ADS_3

3 bulan kemudian, kandungan Sarah sudah berusia 5 bulan. Selama kehamilan Sarah tidak mengalami kejadian morning sicknes di trimester awal. Justru Umar yang sering mengalami hal tersebut. Untuk masalah ngidam Sarah juga tidak aneh aneh, Sarah hanya ngidam makan bersama keluarga setiap pagi, siang dan sore.


Sarah sangat menikmati masa masa kehamilanya.Sarah masih biasa melakukan aktivitas rumah tangganya. Kebetulan hari ini persediaan sayuran di kulkas habis. Sarah berniat untuk belanja. Namun, baru saja ingin berjalan keluar tiba tiba terdengar suara Umar memanggil Sarah


"Dek.." ucap Umar


"Iya Mas, Mas gak kerja ya hari ini?" jawab Sarah


"Mas hari ini meliburkan diri mencari pembantu di rumah, kalau kamu sendiri mau kemana?" tanya Umar


"Ke pasar Mas," jawab Sarah


"Hari ini biar Mas yang belanja, kamu harus istirahat di rumah," saut Umar


"Mas, biar aku saja, Mas gak ngerti kebutuhan dapur. lagian kalau Mas yang beli pasti gak bisa nawar," jawab Sarah


Sarah memang sangat selektif dan perhitungan terhadap harga kebutuhan pangan di pasar. Jadi tidak heran kalau Sarah sangat lama dalam berbelanja. Umar mengetahui sifat rempong istrinya saat belanja di pasar. Dipikiran Umar, tidak bauknjika Sarag terlalu lelah.


"Pokoknya kamu harus istirahat, hari ini Mas yang akan belanja dan memasak," ucap Umar


"Baiklah terserah Mas saja," jawab Sarah


"Sekarang kamu list kan apa saja yang akan dibeli," ucap Umar


"Iya Mas," jawab Sarah


Sarah memberi list bahan bahan yang harus dibeli Umar. Umar tanpa berpikir panjang saat itu berangkat


--- Di Pasar ---


20 menit kemudian, Umar sampai di pasar. Umar langsung belanja bahan pangan yang ada di list. Untuk tempat pertama yang Umae kunjungi adalah pedagang bawang.


"Bu, saya mau beli bawang merah sama bawang putih," ucap Umar

__ADS_1


"Beli berapa Mas?" tanya Pedagang


Umar melihat listnya ternyata Sarah tidak menuliskan berapa banyak bahan yang dibutuhkan. Umar berusaha memberi pesan dan menelpon Sarah tapi pulsanya dan datanya kebetulan habis. Umar akhirinya mengira ngira sendiri berapa banyak bahan pangan yang dibutuhkan.


"Bu, saya beli bawang putihnya 9 buah, dan bawang merahnya, hmm...berapa ya paling 35, eh itu bawang merahnya 50 buah," ucap Umar


Pedagang bawang yang mendengar ucapan Umar menahan tawanya lalu memberikan pengertian pada Umar.


"Pak, berapa kilo atau berapa ons? nanti akan ditimbang," tanya Pedagang


"Hah? kilo? ons? itu pelajaran anak saya kelas dua SD" jawab Umar


"Iya Pak, sekarang bapak beli berapa ons atau kilo bawang merah dan bawang putih," saut Pedagang


"Bu, saya sudah bilang 9 buah bawang putih dan 40 buah bawang merah," jawab Umar


"Saya tidak punya waktu pak, takutnya pembeli lain laa menunggu, bapak sebutkan saja berapa kilo atau ons," ucap Pedagang


"Saya tidak mengerti maksud ibu, langsung saja ibu jelaskan satu ons atau satu kilo bawang dapat berapa buah," ucap Umar


Namun baru saja pedagang itu hendak menimbang, tiba tiba ada seorang ibu ibu membeli bawang.


"Bu, bawang putih 1 kg sama bawang merah 1 kg juga," ucap Ibu Ibu


"Iya bu, totalnya 43.000," jawab Pedagang


Umar saat itu melihat pedagang menimbang 1/2 kg bawang merah mendapat kisaran 50-60 siung , sementara 1 kg bawang putih mendapat 10 buah.


Umar merasa apa yang dibeli ibu ibu itu sesuai dengan takaranya. Akhirnya tanpa berpikir panjang, Umar bilang ke pedagang kalau dirinya ingin pesanan bawang merah dan bawang putih sama seperti ibu tadi.


"Bu, saya beli bawang merah dan bawang putihnya samain saja dengan ibu tadi," ucap Umar


"Baik pak, totalnya 43.000," jawab Pedagang

__ADS_1


"Merepotkan saja," batin Pedagang


"Hmm..terima kasih," saut Umar


Tidak hanya bawang merah dan bawang putih. Saat membeli sayuran lain Umar benar benar merepotkan pedagang disana. Hingga aknirnya tidak terasa Umar belanja menghabiskan waktu 2 jam.


---- Di Rumah ----


Sesampainya di rumah, Umar memberikan belanjaanya pada Sarah. Sarah menerima belanjaan Umar langsung melotot melihat nota pembelian Umar


"Mas, kamu sangat boros," ucap Sarah


"Harganya emang segitu kok," jawab Umar


"Mas, nggak nawar?" tanya Sarah


"Nggak," jawab Umar santai


"Mas, tahu gini aku aja deh yang belanja," ucap Sarah


"Hmm, besok biar pembantu yang ngurus, Mas tadi sangat kesal di pasar," jawab Umar


"Ada apa Mas? Mas capek?" tanya Sarah


Umar menceritakan pengalamanya belanja sendirian dipasar tadi pada Sarah. Sarah mengetahui hal itu hanya bisa menahan tawanya melihat suaminya tidak tahu takaran belanja di pasar.


"Yah, gini deh nasib ketika suami belanja sendirian. apalagi belanja sendirian ini pertama kali. Haduh..." batin Sarah


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2