Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
249. MENYADARI KESALAHAN


__ADS_3

Umar memegangi kertas yang barusan dibacanya. Umar panik melihat kenyataan Namira pergi dari rumah.


"Tidak...Tidak...Namira selamanya akan menjadi anak ayah. ayah disini Nak, ayah mohon jangan tinggalkan ayah Nak," ucap Umar


Umar saat itu langsung membuka lemari Namira dilihatnya separuh pakaian sudah tidak ada. Buku buku sekolah juga tidak ada. Tentunya Umar semakin panik melihat kenyataan yang ada. terduduk lemas di ranjang tempat Namira tertidur. Tak bisa tertahankan, hujan air mata membasahi pipi Umar. Umar bener menyesali kesalahan yang selama ini dirinya tidak sadari. Umar tidak sadar kalau dirinya kurang perhatian pada Namira.


"Namira sayang, maafin ayah yang tidak peka terhadap dirimu Nak. ayah menyesal baru menyadari kesalahan ayah. ayah sangat menyanyangimu Nak, ayah harus mencarimu sekarang," ucap Umar menangis


Umar juga saat itu teringat ucapan Mansur. Awalnya Umar merasa tidak mungkin kalau Namira merasakan di anak tirikan olehnya. Namun sekarang, Umar baru menyadari kalau ternyata ucapan Mansur sungguh nyata dampaknya dan sekarang ini dirinya rasakan.


Pintu kamar Namira saat itu terbuka. Umar melihat Sarah menggendong Burhan menghampiri dirinya. Sarah saat itu ikut menangis karena tak sengaja dirinya mendengar ucapan Umar dari bilik pintu.


"Mas, aku merasa menjadi ibu yang kejam Mas. aku tidak menyadari kalau aku tidak adil kepadanya. aku minta maaf," ucap Sarah menangis


Umar saat itu melihat Sarah yang menangis sembari menggendong Burhan. Umar langsung berdiri meraih Burhan dari gendongan Sarah lalu meletakanya di kasur. Kemudian, Umar mencium pipi Burhan dan mengatakan sesuatu.


"Ayah minta maaf ya Nak, ayah hari ini dan entah sampai kapan akan mencari kakakmu. kakakmu itu cantik, baik, pinter. tapi ayah malah kurang perhatian padanya. andai kamu sudah besar kamu boleh pukul ayah," ucap Umar lirih


"Mas, apa yang harus kita lakukan sekarang Mas," tanya Sarah panik


"Mas akan cari Namira, kamu jaga Burhan ya, doain Mas agar cepat menemukan Namira," jawab Umar

__ADS_1


"Iya Mas, atau kita lapor polisi sekarang saja ya Mas," ucap Sarah


"Iya kamu benar, Mas akan minta bantuan juga sama Mansur dan Yossy," jawab Umar


"Mas, sarapan dulu sudah aku siapkan," ucap Sarah


"Iya dek," jawab Umar


Di meja makan, hanya ada Sarah dan Umar yang terduduk termenung. Saat itu, Burhan dijaga oleh Mpok Minah di kamar. Berbeda dari sebelumnya, meja makam tampak sepi dan hening. Umar dan Sarah tidak berselera makan karena memikirkan Namira. Bahkan saat Sarah hendak menyentuh sendok makanya, tiba tiba sendoknya terjatuh.


"Prangg..."(Bunyi sendok terjatuh)


"Dek, ada apa?" tanya Umar lirih


Umar saat itu juga memikirkan hal yang sama dengan istrinya. Umar mengingat masa masa susah dirinya bersama Namira. Umar saat itu pernah kehabisan susu untuk Namira sampai mengutang di warung. Dirinya saat itu berjanji tidak akan membiarkan Namira kelaparan. Tapi sekarang justru Namira pergi darinya dan tentunya sangat menyesal.


"Dek, Mas juga sama sepertimu. tapi kita harus yakin kalau Namira pasti berhasil ditemukan," ucap Umar


"Tapi, bagaimana kalau Namira tidak ditemukan?" tanya Sarah


"Dek, kita harus yakin. kita pasti bisa menemukan Namira. Mas hari ini akan mencari Namira. Nanti, untuk membeli perlengkapan Burhan di mall nanti kamu bareng Mpok Minah sama Pak Hamzah saja ya? Mas minta maaf nggak bisa ikut ke mall. Mas harus mencari Namira," ucap Umar

__ADS_1


"Iya Mas, tidak apa apa," jawab Sarah


Mereka berdua memakan makanan di meja makan dengan rasa tidak nafsu makan. Bahkan mereka berdua tidak menghabiskan makanananya. Saat itu Umar menegur Sarah agar menghabiskan makananya karena demi produksi ASI supaya lancar.


"Sarah, kamu harus habiskan makanan kamu. kamu gak boleh stress. karena itu akan mempengaruhi produksi ASI kamu untuk Burhan," ucap Umar


"Aku gak selera makan Mas, Mas juga mengapa nggak habisin makananya juga,"jawab Sara


"Kalau aku bilang kepikiran Namira, Sarah pasti malah tidak mau makan. dia harus makan. aku memang tidak nafsu makan. tapi aku harus melanjutkan makanku demi istriku dan anaku," batin Umar


"Baiklah, aku melanjutkan sarapanku. kamu juga harus sarapan," ucap Umar


Sarah akhirnya tunduk melanjutkan sarapanya yang belum habis.


Selesai makan, Umar berpamitan pada Sarah untuk mencari Namira. Hari ini Umar tidak menggunakan mobilnya untuk mencari Namira, melainkan menggunakan motor hadiah jalan sehatnya dulu. Umar menggunakan motor tersebut karena dirinya teringat motor yang dirnya pakai memiliki banyak kenangan bersama Namira.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2