
--- Di Surabaya ---
2 jam kemudian pembelajaran TPQ selesai.
"Anak Anak hari ini pembelajaran TPQ sudah selesai, sebelum pulang mari kita berdoa terlebih dahulu" ucap Sarah
(anak anak TPQ berdoa susuai tuntunan dari sarah)
"Baiklah anak anak, hari ini pembelajaran TPQ ibu akhiri, wasaalamualaikum wr.wb" ucap Sarah
"waalaikumsalam wr.wb" jawab anak anak bersamaan
10 menit kemudian, di TPQ hanya menyisahkan Umar , Sarah dan Namira.Sarah bergegas merapikan perlengkapanya di meja tiba tiba Namira menghampiri Sarah dan memeluknya.
"Bu Sarah.." ucap Namira memeluk Sarah
"Eh..Namira.. ada apa cantik" jawab Sarah
"Bu Sarah mau kemana?" saut Namira melihat Sarah bergegas pergi
"Bu Sarah mau pulang, besok hari minggu kita bertemu lagi cantik" jawab Sarah mencubit gemas pipi Namira
"Bu Sarah nggak boleh pulang" rengek Namira
Umar melihat Namira merengek tidak memperbolehkan Sarah pulang bergegas langsung segera menghampirinya
__ADS_1
"Namira, Bu Sarah harus pulang, besok namira bertemu lagi kok, sekarang ayo Namira ikut ayah" bujuk Umar
"Ih..ayah jahat aku benci ayah, aku ingin ibu " jawab Namira berlari meninggalkan TPQ dan masuk kedalam rumah
"Bu Sarah, maafin Namira ya" ucap Umar
"Tidak apa apa kok pak, Namira masih kecil" jawab Sarah
"Sebenarnya Namira itu anak yatim piatu, ibunya meninggal saat melahirkanya, sementara ayahnya meninggal terkena serangan jantung saat usia Namira belum genap satu tahun" ucap Umar
Degg.
Mendengar cerita Umar, Sarah merasa ibah dengan Namira. Gadis kecil itu memiliki nasib yang sama denganya. Hanya saja Sarah masih sedikit lebih beruntung, karena Sarah masih bisa menikmati masa kecilnya bersama orang tua walaupun ketika usia remaja orang tua sarah meninggal dunia.
"Saya turut berduka pak untuk Namira, sebenarnya saya juga sama seperti Namira yatim piatu tapi saya mengalaminya saat usia saya remaja" ucap Sarah
"Saya tidak punya siapa siapa pak sejak kepergian kedua orang tua saya, saya hidup sendiri berkerja berjualan nasi uduk membantu tetangga di banyuwangi, Tapi saat lulus SMA saya mendapat beasiswa kuliah dan memutuskan menetap di surabaya hingga lulus nanti" jawab Sarah
"bu sarah sekarang semester berapa?" tanya Umar
"masih semester 7 pak, insyaallah semester depan saya lulus, dan mungkin sebentar lagi saya akan kembali ke banyuwangi dan terpaksa saya meninggalkan di TPQ Al Wafaa ini" jawab Sarah
Saat Sarah mengatakan sebentar lagi akan meinggalkan TPQ Al Wafaa saat lulus, Umar tiba tiba merasa dirinya takut kehilangan. Tapi bagaimana pun juga Umar harus bisa mengendalikan emosinya.
"semoga bu sarah lulus dengan hasil yang terbaik" ucap Umar
__ADS_1
"iya pak terima kasih" jawab Sarah
Sarah sebenarnya merasa penasaran dengan kehidupan Umar. Entah mengapa Sarah ingin tahu lebih dalam tentang kehidupan Umar.Karena penasaran Sarah memberanikan diri bertanya dengan Umar.
"maaf pak kalau boleh saya tahu, Pak Umar sendiri mengapa ingin mengajar TPQ Al Wafaa di surabaya, jauh loh pak jarak probolinggo ke surabaya" lanjut Sarah
"Semua ini demi masa depan Namira, sebelumnya saya berjualan siomay. saya mengalami keterbatasan ekonomi, hasil penjualan siomay tidak menentu, tapi alhamdulillah saya beruntung bertemu pak mansur teman kuliah saya, saat itu saya bertemu saat pak mansur berlibur di bromo bersama istrinya ." ucap Umar
"Semoga pak umar betah mengajar disini, dan tujuan pak umar disini terwujud" ucap Sarah
"iya bu sarah terima kasih, sekarang yang terpenting bagi hidup saya adalah kebahagiaan Namira. Walaupun dia sebenarnya hanya keponakan saya, saya menganggapnya sebagai anak saya, saya akan selalu menjadi sosok ayah untuk Namira, bahkan saya hanya mau menikah dengan wanita yang bisa menyayangi Namira dengan tulus" ucap Umar
Sarah salut dan terharu dengan kasih sayang Umar untuk Namira. Walaupun Umar bukan ayah kandung dari Namira, tapi kasih sayang dan perhatian Umar yang diberikan untuk Namira melebihi dan sama halnya dengan ayah ayah lainya yang menyanyangi gadis kecilnya penuh cinta.
"Saya merasa salut sama pak umar, semoga pak umar mendapat pendamping hidup yang mampu mencintai Namira dengan tulus" ucap Sarah
"iya bu sarah, terima kasih ibu telah mau bertukar cerita dengan saya" jawab Umar
"iya pak, saya juga terima kasih, sekarang sudah mau maghrib pak, saya pulang dulu, wassalamualaikum" ucap Sarah
"waalaikumsalam" jawab Umar
----------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga