
--- Di Surabaya ---
Setelah berbincang dengan Sarah, Umar mendengar suara tangis Namira. Umar khawatir terjadi sesuatu pada Namira, dirinya berlari masuk kedalam rumah menghampiri Namira yang ternyata menangis dikamar.
"Namira, ada apa nak kok nangis?"tanya Umar
"ayah jahat aku benci ayah" jawab Namira
"Namira sayang, ayah salah apa nak?" tanya Umar
"aku ingin punya ibu, ayah jahat, aku ingin ibu seperti bu sarah" ucap Namira
"Namira ,ayah minta maaf untuk itu, ayah harus mencari sosok ibu untukmu yang menyayangimu" jawab Mansur
"Aku ingin ibu..ayah.." rengek Namira
Degg...
Umar terdiam mendengar gadis kecilnya membutuhkan sosok ibu dalam hidupnya. Umar sudah berusia 29 tahun ,tapi dirinya masih melajang. Umar tidak pernah memikirkan pasangan hidup untuk dirinya karena dirinya sibuk merawat Namira. Memang yang menjadi fokus pikiranya saat ini hanyalah kebahagiaan Namira, Tanpa berpikir panjang Umar berusaha ingin mengabulkan permintaan Namira
"Namira..ayah minta maaf untuk itu, ayah akan usahakan mencari sosok ibu yang tulus menyanyangimu" ucap Mansur
"mengapa ayah mencarinya, aku ingin bu sarah jadi ibuku" jawab Namira
Umar terdiam mendengar Namira menginginkan Sarah menjadi ibunya. Umar dan Namira memang baru saja mengenal Sarah, tapi walaupun baru pertama kali bertemu Namira sudah terlihat nyaman dengan kehadiran Sarah. Umar mengetahui Sarah memang perempuan yang baik dan penyayang tapi dirinya belum mengenal betul siapa itu Sarah. Karena demi kebahagiaan Namira, tanpa berpikir panjang dengan berat hati Umar menuruti permintaan Namira.
"Namira sayang, kalau itu mau kamu, ayah akan mengabulkanya, ayah akan menjadikan bu sarah ibumu, doain ayah ya nak" ucap Umar
"ayah setuju bu sarah jadi ibuku?" tanya Namira
__ADS_1
"iya namira sayang, gimana putri ayah sudah senang?" jawab Umar
"aku senang ayah, aku bahagia sekali, aku sayang ayah" ucap Namira memeluk Umar
"ayah juga sayang sama kamu nak" jawab Umar
---- Di Jakarta -----
Risma dan Mansur duduk di ruang sibuk dengan ponselnya masing masing. Saat bermain ponselnya, Mansur melihat istrinya tersenyum senyum sendiri. Mansur penasaran dengan tingkah Risma yang senyum senyum sendiri tanpa basa basi langsung menanyainya.
"ris, kamu lihat apa sih, kok senyum senyum sendiri" tanya Mansur
"penasaran ya...rahasia dong..mas kan juga punya ponsel sendiri" goda Risma
"tapi mas nggak senyum senyum kaya kamu lihat ponsel mas, mas malah ikut senyum lihat kamu senyum" jawab Mansur
"ini lo mas aku lihat ketampanan personel BTS, ganteng ganteng lo mas, imut deh" goda Risma
"mas..ih...balikin" rengek Risma
"ada satu syarat, mas nanti akan balikin ponselmu" jawab Mansur
"syaratnya apa mas" tanya Risma
"kamu tutup mata kamu, mas ada hadiah" jawab Mansur
"hadiah apa mas, kok syaratnya malah dikasih hadiah" ucap Risma memejamkan matanya
"Cup" (mansur mencium bibir Risma)
__ADS_1
"itu hadiahnya" ucap Mansur
"ih mas...bikin bete deh, ciuman gini mas sebut hadiah?" ucap Risma
"mau lagi?" tawar Mansur
"No.." jawab Risma
Mansur dan Risma saling menggelitik satu sama lain. Saat Risma dan Mansur saling jahil menggelitik satu sama lain, tanpa sadar Bu Yanti dan Pak Rudi memperhatikanya. Mansur yang sudah puas menjahili Risma menengok didepanya terkejut dan malu melihat ada Bu Yanti dan Pak Rudi memperhatikanya.
"eh...papa..mama...kalian sudah lama disitu?" tanya Mansur
"tidak penting mama dan papa lama berdiri disini, kami bahagia melihat keharmonisan hubungan kalian" jawab Pak Rudi
"papa..mama...tadi mas mansur duluan kok yang jahil sama risma" ucap Risma
Bu Yanti dan Pak Rudi tertawa melihat kepolosan putrinya itu terhadap suaminya itu. Di sela sela tertawanya Bu Yanti memecah keheningan bertanya sesuatu yang menohok pada Mansur dan Risma
"mansur..risma...mama mau tanya sama kalian, kapan nih rencana kalian ikut progam kehamilan, mama tidak sabar pingin gendong cucu" ucap Bu Yanti
"iya mah, papa juga ingin menggendong cucu papa nanti" saut Pak Rudi
Degg
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga