
Setelah belanja bahan makanan di supermarket, Yuda dan Windi memutuskan untuk kembali ke rumah. Sesampainya dirumah Yuda langsung merebahkan tubuhnya dikursi ruang tamu karena dirinya sangat lelah menemani Windi belanja. Windi sangat selektif dalam memilih bahan makanan yang akan dibeli, terutama dalam hal harga bahan makanan, Yuda hanya bisa pasrah berkali kali mendengar jurus ocehan emak muda rempong saat belanja.Hanya membeli bahan makanan di supermarket saja Windi menhabiskan waktu hampir dua jam lamanya.
Berbeda dengan Yuda yang kelelahan belanja di supermarket. Windi justru masih semangat dan tidak sabar hendak memasak menu makan siang di dapur. Ini adalah masakan pertama Windi untuk Yuda, jadi hari ini Windi berinisiatif membuat menu spesial untuk Yuda. Hari ini Windi ingin membuat nasi gurih dengan lauk sambal goreng tempe, mie, dan perkedel kentang.
1 jam kemudian, Windi berhasil memasak nasi gurih dengan lauk sambal goreng tempe, mie ,dan perkedel kentang. Windi menyajikan masakanya seperti tumpeng syukuran atau pesta, namun bedanya tumpeng yang dibuat Windi tidak sebesar tumpeng syukuran atau pesta karena memang yang memakan makananya hanya Yuda da dirinya.Windi berharap masakan pertamanya disukai oleh Yuda
"Ini masakan pertamaku untuk calon suamiku, semoga calon suamiku menyukainya, aku jadi tidak sabar ingin melihat ekspesinya setelah menyantap masakanku" batin Windi
Setelah menyajikan makanan, Windi berjalan menuju ruang tamu menjumpai Yuda yang tertidur dikursi. Windi melihat Yuda terlihat begitu sangat lelah setelah menemani dirinya belanja. Windi hanya bisa menggelengkan kepalanya tersenyum kecil melihat wajah Yuda yang tetap tampan saat tidur
"Calon suamiku tampan juga walau dalam keadaaan tertidur, kasihan dia begitu lelah menemaniku belanja, apakah semua suami suami emang kaya gini ya ketika menemani istrinya belanja, lelah duluan, minta cepet cepet pulang, bodoh amat sama harga bahan...hmm..dasar calon suamiku" batin Windi
Karena tak mau makanan dimeja cepat dingin, Windi membangunkan Yuda untuk segera makan siang
"kak..bangun kak...ayo kita makan siang..cuci muka dulu sana" ucap Windi
"hmm..." jawab Yuda dengan malas lalu beranjak ke kamar mandi
Setelah mencuci muka, Yuda menuju meja makan melihat menu makan siang yang disajikan Windi langsung terkejut dan heran.
"dek, kamu masak tumpeng nasi gurih dan lauk lauk sebangsanya ini mau ada acara dek?" tanya Yuda
"iya ada acara" jawab Windi
__ADS_1
"acara apa dek, kok aku tida tahu?" tanya Yuda
"acara perayaan masakan pertamaku untuk calon suamiku" jawab Windi penuh semangat
"Wah, kamu bisa aja dek ada acara kaya gitu, tapi jujur aku merasakan yang namanya nasi gurih dan lauk lauk sebangsanya ini hanya setiap ada acara acara syukuran atau pesta aja" saut Yuda
"kalau kakak nanti suka, aku akan sering sering memasak menu ini untuk kakak" jawab Windi
"ok, aku akan memakanya" saut Yuda
15 menit kemudian, Yuda dan Windi selesai dengan aktivitas menyantap makananya. Windi yang penasaran dengan pendapat Yuda tentang masakanya mencoba menanyainya
"kak, bagaimana rasa masakan pertamaku" tanya Windi
"jujur, enak bange dek, kalau misal kamu buka warung makan pasti laris banget" jawab Yuda
"iya, beneran kakak tidak bohong" jawab Yuda
Saat Yuda dan Windi saling berbincang tiba tiba ponsel Yuda di meja makan berbunyi. Yuda mengambil ponselnya dan melihat Julian sekretarisnya menelponya. Tanpa berpikir panjang Yuda mengangkat telponya
📞"Hallo..Assalamualaikum jul" sapa Yuda
📞"waalaikumsalam pak, saya ingin menyampaikan sesuatu pada bapak" jawab Julian
__ADS_1
📞"Iya jul katakan apa di perusahaan ada masalah?" tanya Yuda
📞"iya pak, tiba tiba direktur PT XYZ membatalkan kerja samanya tiba tiba pak, sementara kita sudah dalam tahap finishinh dalam peluncuran produk kerjasama dengan perusahaanya" jawab Julian
📞"Ok ok saya akan kembali besok, dan akan menemui direktur itu untuk meminta pertanggungjawaban, ada lagi yang ingin kamu katakan? " saut Yuda
📞"Tidak pak, hanya itu saja yang saya sampaikan" jawab Julian
📞"Baiklah saya tutup, assalamualaikun" ucap Yuda
📞"waalaikumsalam pak" jawab Julian
Setelah Yuda menutup teleponya, terlihat Windi terlihat murung saat mendengar percakapanya ditelepon. Yuda merasa berat sebenarnya harus kembali ke kalimantan tapi keadaan memaksanya harus kembali. Yuda memegang bahu Windi dan mengataka sesuatu
"dek, aku harus kembali ke kalimantan, perusahaan sedang membutuhkanku" ucap Yuda
"berapa lama kak?" jawab Windi
"sebenarnya aku kemarin janji akan menikahimu tiga bulan, karena aku ada kunjungan bisnis ke sulawesi dan kota kota lain, sebenarnya perpisahan ini akan terjadi besok lusa, tapi karena perusahaan sekarang membutuhkanku aku harus kembali sekarang" ucap Yuda
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga