Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
29. GURU TPQ BARU


__ADS_3

---- Dirumah Mansur dan Hakim -----


Besok sabtu adalah hari pertama TPQ Al Wafaa beroperasi. Mansur dan Hakim berdiskusi bersama menata jadwal dan mengelompokan kelas. Dari 69 murid (termasuk Risma dan Yuda) yang mendaftar Mansur awalnya membagi 2 kelas tapi Hakim mengusulkan 3 kelas dengan pertimbanganua yang menurutnya tepat.


"mas, kalau menurutku 2 kelas kebanyakan murid dan tidak efektif dalam waktu dua jam pembelajaran, ditambah lagi rumah ini tidak bisa menampung banyak orang" ucap Hakim


"iya kim benar, tapi kalau 3 kelas harus ada 1 guru TPQ lagi" jawab Mansur


"mbak risma gimana mas?" tanya Hakim


"hmm..risma masih belum waktunya, dia masih butuh belajar lagi" jawab Mansur


"hmm..kalau seandainya 3 kelas, 1 kelas lagi dimana mas?" tanya Hakim


"mas, coba tanya pak kepala dusun, rumahnya lumayan luas sepertinya bisa" jawab Mansur


"berarti besok jadi 3 kelas mas?" tanya Hakim


"hmm..iya mas punya kenalan nanti mas akan ajak dia bergabung" jawab Mansur


---------


Keesokan harinya, Mansur telah mendapat izin dari kepala dusun untuk menghuni rumahnya untuk kelas TPQ.


1 jam sebelum TPQ dimulai terdengar suara ketukan pintu rumah,Risma berjalan menuju pintu rumah dan membukakan pintunya. Saat membuka pintu, Risma terkejut melihat wanita berhijab berkunjung ke rumah Mansur.

__ADS_1


"Assalamualaikum" sapa perempuan itu


"Waalaikumsalam, mbak siapa ya" tanya Risma


"Oh perkenalkan saya Sarah Chairunisa bisa dipanggil sarah, saya guru baru TPQ Al Wafaa" jawab perempuan itu


"Eh iya silahkan masuk mbak Sarah" saut Risma


Risma dan Sarah masuk kedalam ruang tamu dan dilihatnya terdapat Mansur dan Hakim berdiskusi. Risma dan Sarah yang melihatnya langsung duduk ikut bergabung diskusi bersama Mansur dan Hakim


"Eh..sarah sudah datang" sapa Mansur


"iya mas, bisa kita mulai langsung diskusinya" ucap Sarah


"aku ikut kelas mana mas?" saut Risma


"Bagaimana kalau kamu di kelasnya Sarah, mas nanti yang ngajari Yuda" jawab Mansur


"Oh baik mas, aku sama mbak sarah ke rumah kepala dusun dulu" pamit Risma


"Baiklah mas juga mau ke masjid, Hakim kamu jaga rumah sekalian ya Assalamualaikum" pamit Mansur


"Waalaikumsalam" jawab Hakim


------ Rumah Kepala Dusun ------

__ADS_1


Risma dan Sarah berjalan bersama menuju ke rumah kepala dusun. Risma merasa bingung hatinya tiba tiba gelisah dan takut. Sarah melihat Risma melamun dan mencoba menyapa Risma


"Risma" sapa Sarah


"oh iya mbak, ada apa" jawab Risma


"jangan mbak dong, umur kita kan beda 3 tahun, aku masih semester 7" saut Sarah


"hmmm...aku panggil kak aja ya, lagian mbak sudah mau lulus ,aku masih maba" jawab Risma


"Baik deh, eh kamu kok belajar ngaji juga" tanya Sarah


"Oh, aku aja masih IQRO 5 kak, aku belajar mengaji semenjak menikah dengan mas Mansur 3 bulan yang lalu" jawab Risma


"Wah bagus dong, keren 3 bulan cepet banget sudah IQRO 5, aku yakin kamu cepet naik jilid dan cepet Al Quran nya" saut Sarah


"Tapi aku terlambat kak, aku menyesal kok nggak dari kecil aku belajar mengaji" jawab Risma


"Eh, gak boleh ngomong gitu, tidak ada kata terlambat, menuntut illmu juga gak ada batasan usianya" saut Sarah


"hmm..iya kak" jawab Risma


Sarah dan Risma memasuki rumah kepala dusun dan dilihatnya ada puluhan anak anak berlari ingin mencium tangan Sarah dan Risma.


Kemudian pelajaran dimulai, Sarah memulai pelajaranya sementara Risma duduk dilesehan paling belakang bersama murid murid lainya

__ADS_1


__ADS_2