Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
193. BERTEMU ANA


__ADS_3

3 hari kemudian,


Diluar perkiraan, Sarah diperbolehkan pulang oleh dokter setelah dirawat inap selama 3 hari. Sebenarnya Sarah harus di rawat inap selama satu minggu, namun Sarah merengek minta rawat jalan dirumah. Dokter yang memeriksa Sarah akhirnya memperbolehkan Sarah pulang karena kondisinya sudah membaiik. Tetapi dokter menyuruh Sarah agar banyak beristirahat dan tidak melakukan aktivitas berat


Sarah senang sekali dirinya di perbolehkan pulang. Sarah sudah tidak sabar kembali berkumpul bersama anak dan suaminya. Umar tidak berada di rumah sakit saat itu karena bekerja. Namun, Sarah tidak semdirian, karena setiap pagi di rumah sakit Risma menemani Sarah. Umar memang memasrahkan Risma menjaga Sarah di pagi hari. Karena Risma memang tidak ada kegiatan di rumah semenjak cuti kuliah. Dan tentunya Risma mendapat izin dan diantarkan Mansur.


Saat berjalan menuju pintu keluar, tidak sengaja Risma dan Sarah berjumpa dengan Ana. Ana menyapa Sarah dan menanyakan keadaanya


"Hai Sarah" ucap Ana


"Hai Ana" jawab Sarah


"kamu kok pakai kursi roda sar? kamu sakit?" tanya Ana


"aku habis laparoskopi atau pengangkatan kista enditrioma di rahimku, tapi alhamdillah aku baikan" jawab Sarah


"iya ampun sar, kok nggak hubungi aku sih, aku kan pingin jenguk kamu, jadi merasa bersalah aku sama kamu" ucap Ana


"Tidak apa apa kok na, oh iya kenalin ini teman aku namanya Risma" jawab Sarah


"Hai salam kenal, namaku Ana" ucap Ana


"Hai salam kenal juga, namaku Risma" jawab Risma

__ADS_1


(Ana dan Risma saling bersalaman)


Setelah Ana dan Risma berkenalan, Sarah bertanya pada Ana tentang hasil pemeriksaan Ana.


"na, hasil pemeriksaanmu kemarin gimana? dan mengapa kamu disini?" tanya Sarah


"Oh, aku hari ini mau menjalankan kuret, aku mengalami kehamilan etropik atau hamil diluar rahim, kesenanganku hanya sementara kemarin" jawab Ana sedih


Sarah merasa ikut sedih saat mendegar cerita Ana. Sarah berusaha menghibur dan memberi semangat pada Ana


"ana, kamu yang sabar ya, kamu harus kuat kamu harus tetap semangat, semua ada hikmahnya, terus berdoa, semoga secepatnya kamu cepat diberi momongan lagi" ucap Sarah


"iya sar, amin, sebenarnya aku juga kasihan mbak sama mas Umar, mas Umar sangat menantikan anak pertamanya" jawab Ana


"Iya sarah, kamu juga harus kuat ya" jawab Ana


"Iya ana, terima kasih" saut Sarah


"kalau gitu aku pamit dulu ke poli kandungan, assalamualaikum" ucap Ana


"waalaikumsapam" jawab Sarah dan Risma


Setelah kepergian Ana, Risma dan Sarah keluar dari rumah sakit kemudian pulang dengan menggunakan taksi. Di dalam taksi entah mengapa Sarah terus memikirkan suami Ana yang bernama Umar. Dalam pikiranya Sarah menebak nebak apakah Umar suami Ana adalah juga suaminya. Sarah merasa sikap yang dimiliki suami Ana memiliki kemiripan dengan suaminya.

__ADS_1


Risma melihat Sarah sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Sebenarnya Risma juga terkejut dengan nama suami Ana. Tapi Risma berpikir positif, tidak mungkin Umar menduakan Sarah. Risma merasa Sarah mungkin sedang memikirkan nama suami Ana juga. Karena tidak ingin Sarah stress dan banyal pikiran, Risma berusaha menenangkan Sarah.


"kak Sarah, sepertinya kakak memikirkan sesuatu" ucap Risma


"eh, tidak kok ris, aku hanya lelah" jawab Sarah


"aku tahu kok kak, kakak pasti terkejut mendengar nama suami Ana, saran dari aku, kakak harus selalu berpikiran postitif, mungkin siapa tahu namanya suami kakak dan suami ana kebetulan sana" saut Risma


"Iya ris, sebenarnya aku sudah tahu nama suami ana saat pertama kali bertemu, aku awalnya berpikir aneh aneh, tapi pikiran aneh aneh itu berusaha aku lawan" ucap Sarah


"iya kak, pokoknya jangan sampai kakak berpikiran buruk tentang mas Umar," jawab Risma


"Iya ris," saut Sarah


20 menit kemudian, Sarah turun dari taksi karena sudah sampai di rumahnya, sementara Risma memutuskan melanjutkan perjalananya pulang dan tidak mampir dirumah Sarah


Di dalam rumah, Sarah duduk di ruang tamu berusaha menguatkan hatinya yang tidak tenang dengan nama suami Ana. Sarah merasa duduk saja tidak membua hatinya tenang, tanpa berpikir panjang, Sarah mengambil Al Quran d lemari kemuduan membaca Al Quran.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2