
2 hari kemudian, Sarah mengajak Namira dan Inem ke rumah Risma. Seperti biasa Namira ingin sekali bermain dengan Hasan, Hanin, dan Hanna. Jadi mau tidak mau Sarah menuruti keinginan Namira. Sebenarnya Sarah menahan keseedihanya saat Namira bercerita ingin memiliki adik lucu seperti anak Risma dan Mansur. Namun, Sarah sudah berjanji pada Umar untuk selalu berpikran positif.
Sesampainya di rumah Risma, Risma sambil menggendong putri bungsunya Hanna menyambut kedatangan Sarah.
"Eh, Kak Sarah dan Namira datang. silahkan masuk, mohon maaf rumah kaya kapal pecah kalau si kembar lagi main," ucap Risma
"Iya Ris, santai aja. ini Namira katanya kangen sama si kembar makanya mau main ke sini," jawab Sarah
"Oh iya mbak, kebetulan mereka sangat senang dengan kehadiran Namira. tuh lihat Hasan senyum senyum lihat Namira datang," ucap Risma
"Ya ampun Ris, lucunya si Hasan. Hasan paling gembul dari adik adiknya." jawab Sarah
"Gimana gak gembul Kak, adeknya makan biskuit direbut mulu sama abangnya. pas disuapin abangnya juga gak mau kalah, maunya yang banyak," saut Risma
"Tidak apa apa ris, siapa tahu Bang Hasan kalau tubuhnya gede kekar bisa ngelundingin dan ngejaga adeknya," jawab Sarah
"Iya Kak, harus itu abangnya harus jaga adeknya, kalau nggak mau jagain adeknya abangnya biar dikeroyok sama adeknya," ucap Risma
"Hahaha" (Risma dan Sarah tertawa)
Disela sela tertawanya Risma baru menyadari ada seorang wanita bercadar disamping Sarah yang belum disapanya.
"Mbak, temanya Kak Sarah ya? namanya siapa Mbak?" tanya Risma
"Nama saya Inem, saya menjadi baby sisterny Namira," jawab Inem
"Ini Mbak Inem ris, baru tiga hari kerja jadi baby sisternya Namira." saut Sarah
"Oh iya Kak, salam kenal ya Mbak Inem, aku Risma," ucap Risma mengajak salaman
"Iya Mbak, salam kenal juga," jawab Inem memberi salaman.
__ADS_1
Disela perbincanganya, Namira tiba tiba kebelet pipia minta diantar oleh Sarah.
"Ibu, aku mau pipis," ucap Namira
"Iya sayang," jawab Sarah
Sarah menoleh sejenak ke arah Risma
"Risma, aku izin ke kamar mandi bentar ya antar Namira," ucap Sarah
"Iya Kak," jawab Risma
Setelah mendapat izin ke kamar mandi, Sarah dan Namira pergi ke kamar mandi. Di ruang tamu tinggal Risma, anak kembarnya dan Inem.Sambil mengajak bermain anaknya, Risma ingin mengakrabkan dirinya dengan Inem. Tanpa ragu Risma, mengajak bicara Inem.
"Mbak Inem, asalnya dari mana?" tanya Risma
"Dari sidoarjo," jawab Inem
"Saya seorang janda yang merantau di surabaya karena ibu saya sakit. saya bekerja kareana demi biaya pengobatan ibu saya," jawab Inem
"Ya Allah, maaf Mbak ibuknya sakit apa?" tanya Risma
"Kanker getah bening," jawab Inem
"Mbak, semoga rezeki Mbak dilancarkan dan ibunya diberi kesembuhan. ngomong ngomong Ibunya Mba Inem dirawat di rumah sakit surabaya," ucap Risma
"I..iya Mbak," jawab Inem gugup
"Dirawat di rumah sakit mana Mbak? siapa tahu insyallah kalau ada waktu saya mau jenguk Ibunya Mbak," tanya Risma
"Tidak usah Mbak, tidak perlu," jawab Inem tegas
__ADS_1
"Oh...baik Mbak," saut Risma
Risma merasakan hal yang aneh dan mencurigakan dari Inem. Risma merasa Inem menolak Ibunya dijenguk menimbulkan tanda tanya. Namun, Risma tetap berpikiran positif karena siapa tahu saja menurut Risma, Inem masih belum mengenalnya masih takut untuk bergaul.
Di sela berbincang dengan Risma, Inem juga ikut bermain dengan anak kembar Risma. Inem memangku Hanin saat itu tiba tiba tidak sengaja cadarnya di tarik oleh Hanin hingga terlepas. Inem langsung kaget saar cadarnya terlepas lalu memakainya dengan cepat. Risma yang melihat Inem sibuk memperbaiki cadarnya meminta maaf atas kelakuan Hanin.
"Mbak, saya minta maaf atas perlakuan anak saya sama Mbak Inem," ucap Risma
"Iya Mbak, saya tidak apa apa," jawab Inem
Kebetukan saat itu Risma melihat wajah Inem dengan jelas walaupun sekilas. Risma merasa dirinya pernah mengenal Inem dan bertemu. Akan tetapi, Risma lupa pernah bertemu dimana sama Inem
"Aku gak salah lihat walau sekilas, aku sepertinya pernah bertemu Mbak Inem. Tapi dimana ya? aku benar benar lupa, kayaknya di rumah sakit sama Kak Sarah dulu pernah ketemunya," batin Risma
Inem saat itu agak risih di tatap Risma merasa tidak nyaman. Tanpa ragu, Inem bertanya pada Sarah.
"Mbak, dari tadi Mbak lihat saya terus. ada apa Mbak?" tanya Inem
"Eh, maaf Mbak. tidak apa apa saya ambilin minum dulu, Mbak mau minum apa?" tanya Risma
"Air es saja," jawab Inem
"Iya Mbak, tunggu sebentar saya ambilin," ucap Risma
"Iya" jawab Inem
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga