Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
144. PASCA OPERASI


__ADS_3

--- Di Rumah Sakit ---


1 jam kemudian, operasi usus buntu pada Melisa sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Pasca operasi usus buntu, Melisa dengan masih keadaan tak sadarkan diri dipindahkan ke ruang perawatan VIP. Di dalam ruangan, Risma menunggu Melisa tersadar dengan terduduk di sofa, sementara Yossy duduk di kursi dekat ranjang tempat Melisa terbaring.


Risma memperhatikan Yossy menatap Melisa dengan tatapan cemas akan takut kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya. Risma menduga Yossy sudah mencintai Melisa, tapi dirinya harus tetap siaga mengawasi gerak gerik Yossy karena takut perhatian dan kasih sayang Yossy pada Melisa hanya pura pura semata agar strategi balas dendamnya berhasil.


Tidak ada perbincangan antara Risma dan Yossy di dalam ruangan. Hingga beberapa menit kemudian Melisa telah sadarkan diri.


Yossy dan Risma senang akhirnya bisa melihat Melisa sudah sadar.


"Mel, ahamdulillah kamu sudah sadar, apa ada yang sakit?" ucap Yossy


Melisa menoleh ke kanan dan ke kiri bingung mengapa dirinya dirawat di rumah sakit.Dan juga Melisa melihat wanita berhijab seumuranya ikut menjenguk dirinya.Tanpa berpikir panjang Melisa bertanya pada Yossy


"kak, mengapa aku dirumah sakit? siapa mbak berhijab itu?' tanya Melisa


"kamu habis operasi usus buntu, sekarang jangan melakukan aktivitas berat berat, wanita berhijab ini namanya Risma, dia tadi ikut menolongmu" jawab Yossy


"Hai meli, kenalin namaku Risma" ucap Risma


"Aku Melisa, sepertinya aku pernah mendengar namamu, apakah kamu Risma kelas EP 1C yang dapat peringkat 2 sejurusan?" tanya Melisa


"Iya mel kamu benar, sekarang kita berdua sahabat, kamu mau kan?" ucap Risma


"Iya risma" saut Melisa


Risma membalas ucapan Melisa dengan tersenyum. Tak lama kemudian ponsel Risma berdering dilihatnya Mansur mengirimi pesan telah menunggunya diluar rumah sakit.


📩 "mas, udah di luar rumah sakit, ayo pulang udah malam" pesan Mansur


📩"iya mas, aku kesana" balas Risma


Karena waktu sudah menunjukan pukul 18.30, Risma izin pulang pada Melisa dan Yossy

__ADS_1


"Yos, Mel, aku balik dulu ya, suamiku sudah nunggu diluar" ucap Risma


"iya ris, tidak apa apa" jawab Melisa.


"Iya ris, hati hati di jalan" saut Yossy


"Kalian berdua jaga diri baik baik ya, assalamualaikum" ucap Risma


"waalaikumsalam" jawab Yossy dan Melisa bersamaan


---------------


Risma meninggalkan rumah sakit dan bergegas pulang. Tak butuh waktu lama, Risma sampai di parkiran menemui Mansur. Mansur melihat istrinya yang nampak murung sontak menanyainya


"ris, kok murung?" tanya Mansur


"aku kesel mas, teman aku Yossy itu tidak mau mendengarkanku, dia masih aja pingin balas dendam pada orang yang tidak tahu apa apa" jawab Risma


"biarkan waktu yang menjawab, yang penting kamu sudah punya niatan bagus memperingatinya temanmu itu, mas bangga padamu ris" saut Mansur


"mungkin temanmu Yossy itu butuh waktu merenung, karena memang sulit sekali menjadi seseorang yang pemaaf, kuncinya kita harus bisa ikhlas dan berdamai dengan hati kita sendiri" jawab Mansur


"Iya mas semoga saja dia berubah, sekarang ayo kita pulang mas" ucap Risma


"iya ayo" jawab Mansur


---------------


Di dalam ruangan sekarang hanya menyisahkan Yossy dan Melisa. Tidak ada pembicaraan semenjak kepergian Risma dari ruangan. Melisa tiba tiba ingin ke kamar mandi, namun kondisinya masih lemah dirinya malu harus meminta bantuan pada Yossy. Apalagi dirinya dan Yossy belum muhrim. Yossy menyadari Melisa nampaknya tidak nyaman dan terus menggeliat, tanpa ragu Yossy bertanya pada Melisa


"Mel, ada apa? kamu menginginkan sesuatu?" tanya Yossy


"aku ingin ke kamar mandi kak, mau buang air kecil" jawab Melisa

__ADS_1


"kata dokter kamu tidak boleh banyak bergerak habis operasi, aku akan panggilkan suster kalau kamu mau buang air kecil" saut Yossy


"Baik kak" ucap Melisa


Yossy keluar dari ruangan memanggil suster untuk membantu Melisa yang hendak buang air kecil. Suster yang dipanggil Yossy masuk ruangan lalu memasangkan selang aliran air seni pada bagian intim Melisa untuk mempermudah Melisa buang air kecil tanpa harus pergi ke kamar mandi.


Setelah suster memasangkan alat itu, Melisa menunduk dan merasa malu dengan Yossy. Walaupun Yossy keluar pada saat suster memasangkan alat itu, Melisa malu jika Yossy melihat air seninya dalam kantong yang terletak dibawah ranjangnya. Yossy memperhatikan Melisa yang terus menunduk mengajaknya bicara


"Mel, ada apa dari tadi nunduk terus" ucap Yossy


"aku malu kak, kamu melihat kantong yang ada dibawah ini, kakak jangan melihatnya" jawab Melisa


"mengapa malu? banyak kok orang yang pakai itu kayak kamu, kamu lagi sakit sekarang, tapi tenang saja jangan takut, aku gak mikir aneh aneh kok" ucap Yossy


"kak, biaya pengobatanku apa kamu yang urus?" tanya Melisa


"iya tenang saja" jawab Yossy


"Berapa kak, aku akan melunasinya, aku besok boleh pulang kan, aku hari ini sudah bolos sehari bekerja" ucap Melisa


"Apa? Bekerja?" tanya Yossy heran


"iya kak aku bekerja demi kelangsungan hidupku" jawab Melisa


Degg


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


nb : dalam cerita ini, author ingin risma mampu menyikapi dan menerapkan peranya sebagai mahasiswa yang notabene nya istri dari seorang ustadz. baik menjaga dirinya maupun peduli terhadap sesama.🤗


__ADS_2