
4 jam kemudian, jam sudah menunjukan pukul 08.15. Tidak terasa 2 jam lagi Risma akan menjalani operasi caesar. Risma sebenarnya tadi sudah merasa tenang. tapi entah mengapa Risma kembali merasa gugup ketika waktu menjalani operasi semakin dekat. Saat itu, Mansur yang kembali melihat istrinya merasa gugup kembali menenangkanya.
"Risma, apa kamu gugup?" tanya Mansur
"Iya Mas, tiba tiba rasa gugup itu datang lagi menjelang operasi," jawab Risma
"Sekarang ikuti Mas, kamu tarik nafas dalam dalam lalu keluarkan pelan pelan. rilekskan badanmu," ucap Mansur
Risma mencoba melakukan apa yang di intruksikan oleh Mansur. Setelah melihat istrinya sedikit tenang. Mansur menuntun Risma untuk membaca doa.
"Sekarang baca ayat kursi, surat al araf ayat 45, surat al falaq dan surat annas agar hatimu semakin tenang dan proses melahirkan bayi nanti diberikan kelancaran," ucap Mansur
"Itu doa melahirkan Mas?" tanya Risma
"Diriwayatkan kepada kita di dalam kitab Ibnus Sunni bahwasannya Rasulullah saw ketika Fatimah mau melahirkan, beliau menyuruh Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsy datang, lalu membaca di samping Fatimah ayat kursi, al araf ayat 54, serta meminta perlindungan untuk Fatimah dengan membaca dua surah muawwidzatain (An-Nas dan Al-Falaq).." jawab Mansur
"Oh iya Mas, aku mengerti," ucap Risma
"Jadi Mas akan ikut baca doanya kamu bisa mengikuti Mas," saut Mansur
"Iya Mas," jawab Risma
__ADS_1
Mansur melantunkan ayat kursi, surat al araf ayat 45, surat al falaq dan surat an nas dengan suara merdunya diikuti oleh Risma. Sebenarnya Risma saat itu tidak hafal ayat kursi dan surat al araf ayat 45. Tapi Risma tetap mengikuti suaminya membaca bacaan surat itu dengan suaranya walau tak semerdu suara suaminya.
Setelah membaca surat surat itu, Mansur memotivasi dan menyemangati Risma jelang melakukan operasi caesar.
"Istriku, kamu adalah wanita yang hebat, kamu adalah wanita yang kuat, kamu sebentar lagi menjadi Ibu dari ketiga anak anak kita, Mas yakin kamu pasti bisa melewati semua ini," ucap Mansur
"Iya Mas, insyallah aku akan berjuang menjalani operasi caesar ini," jawab Risma
"Iya, Mas akan selalu mendoakanmu," ucap Mansur
Risma saat itu tiba tiba teringat Aisyah mengatakan melahirkan normal dapat merasakan perjuangan seorang Ibu melahirkan anaknya. Risma merasa sedikit kecewa sebenarnya harus operasi caesar. Tapi dirimya hanya diam tak bicara karena takut suaminya khawatir.
Tanpa Risma sadari, diamnya Risma sudah terlihat oleh Mansur. Mansur yang melihat Risma terdiam tiba tiba mencoba bertanya pada istrinya.
"Aku tidak gugup Mas, tapi aku ingat kata Aisyah kalau wanita melahitkan normal akan merasakan perjuangan Ibu melahirkan anaknya," jawab Risma
"Apakah kamu berpikir seorang wanita yang melahirkan caesar tidak sehebat wanita melahirkan normal? apa itu maksudmu?" tanya Mansur
Risma hanya mengangguk dan diam.Terlihat jelas wajah sedih istrinya yang tidak bisa melahirkan secara normal. Mansur saat itu sontak langsung menenangkan Risma dam memberinya semangat.
"Anggapan seperti itu menurut Mas tidak benar, bagi Mas semua wanita wanita di dunia yang melahirkan baik normal atapun operasi caesar itu hebat. termasuk istriku yang di mata Mas adalah wanita yang terhebat. bekas luka opersimu nanti adalah bukti dedikasi perjuanganu melahirkan tiga anak kembar. tiga anak kembar kita adalah anugerah, berbulan bulan mengandung kamu menjaganya dengan baik," ucap Mansur
__ADS_1
"Iya Mas, bismillah aku pasti siap menjalaninya." jawab Risma
-------
2 jam kemudian, operasi caesar mulai berlangsung. Mansur berada di luar ruangan di dampingi Pak Rudi, Umar dan Yossy. Sementara Melisa, Sarah, Namira dan Windi masih perjalanan menuju rumah sakit karena mempersiapkan perlengkapan Risma dan bayinya nanti selesai melahirkan.
Operasi caesar secara umum memakan waktu 30 menit. Namun karena Risma mengandung tiga bayi kembar waktu operasi memakan waktu lebih lama. Mansur saat itu tidak mendengar suara tangisan mulai keringat dingin. Berkali kali Mansur mondar mandir akhirnya Mansur mendengar suara tangisan bayinya cukup ramai. karena mungkin ada faktor tiga bayi kembarnya menangis bersamaan.
"Oek...Oek...Oek..." (suara tangisan bayi)
Mendengar suara tangisan tiga bayi kembarnya Mansur langsung sujud syukur dan mengucap hamdallah.
"Anaku sudah lahir...Alhamdulillah Ya Allah," ucap Mansur
Pak Rudi saat itu juga senang akhirnya penantianya memiliku cucu terwujud.Pak Ridi saat itu memeluk menantu kesayanganya itu. Sementara Umar dan Yossy turut ikut bahagia. Terutama Umar, dirinya berharap Sarah bisa segera hamil anaknya.
"Ya Allah, Bahagianya sahabatku sudah menjadi ayah. Semoga aku dan istriku kelak juga akan merasakan kebahagiaan seperti ini, Amin...," batin Umar
----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga