Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
147. MEMANJAT POHON


__ADS_3

Sore hari, Risma harus pamit pulang dari kontrakan Windi karena satu jam lagi Mansur sudah pulang ke rumah.


10 menit kemudian diperjalanan pulang Risma tiba tiba berinsiatif ingin membeli test pack di apotek untuk menguji keberuntunganya apakah dirinya hamil atau tidak. Risma berharap langkahnya diam diam mengetes kehamilan akan membuahkan hasil yang terbaik dan tentunya juga membuat Mansur senang dan bahagia


Sesampainya di apotek, Risma membeli test pack digital yang harganya paling mahal.Tujuan Risma membeli test pack yang harganya paling mahal bukan karena boros, pamer atau modelnya bagus, melainkan tujuanya agar hasil pengecekanya akurat dan terpercaya.


Setelah membeli test pack, Risma kembali melanjutkan perjalananya menuju rumah.


15 menit kemudian, Risma sampai di rumah dengan keadaan rumah masih terkunci pertanda Mansur belum kembali dari kampus.


Sesampainya dirumah Risma berjala menuju dapur tiba tiba dirinya ingin sekali membuat rujak buah. Namun saat Risma mencari buah di dalam kulkas dirinya tidak menemukan buah kedondong. Risma sebelumnya tidak terlalu menyukai buah kedondong, tetapi tiba tiba dirinya merasa rujak buah yang akan dibuatnya tidak lengkap jika didalam rujak buannya tidak terdapat buah kedondong.


Risma merenung sejenak dan berpikir akhirnya Risma teringat Mak Endang penjual nasi pecel depan rumahnya memiliki pohon buah kedondong. Tanpa ragu Risma pergi ke warung Mak Endang ingin meminta buah kedondong


"assalamualaikum mak endang" sapa Risma


"waalaikumsalam ris, mau makan pecel ya?" jawab Mak Endang


"oh..tidak mak , risma mau minta buah kedondongnya boleh nggak mak?" ucap Risma


"boleh ris, tapi gimana ngambilnya, nunggu suami kamu pulang aja ya" jawab Mak Endang


"Oh saya aja yang panjat pohonya" saut Risma


Mak Endang terkejut mendengar ucapan Risma akan memanjat pohon. Mak Endang tak yakin Risma bisa memanjat dirinya khawatir takut Risma jatuh dari pohon

__ADS_1


"Eh..jangan ris nanti kamu jatuh" cegah Mak Endang


"Tidak usah khawatir mak, aku bisa manjat" jawab Risma


"Sebaiknya kamu tunggu suamimu, jangan bikin mak khawatir, kamu perempuan loh" saut Mak Endang


"aku pingin buat rujak mak, udah gak tahan mak, tunggu mas Mansur kelamaan" jawab Risma


Risma tak memperdulikan Mak Endang, dirinya langsung memanjat pohon kedondong dan memetiknya. Benar saja, Risma bisa memanjat pohon karena sewaktu SMA dirinya mengikuti ekstra pramuka.


Tak lama kemudian di depan rumahnya, Mak Endang melihat mobil Mansur masuk ke dalam rumah. Tanpa berpikir panjang Mak Endang berlari menuju rumah Mansur untuk menghampiri Mansur. Mak Endang ingin mengatakan kalau Risma sedang memanjat pohon.


"sur...istrimu sur..sekarang lagi manjat pohon kedondongnya mak, mak takut istrimu jatuh sur" ucap Mak Endan


"iya sur, cepat kamu bujuk istrimu turun, mak udah nyuruh nunggu kamu pulang tapi nggak di gubris" jawab Mak Endang


"Baik mak, aku temuin Risma sekarang" ucap Mansur


Mansur berlari menuju kerumah Mak Endang, ternyata benar istrinya sedang memanjat pohon dengan membawa kresek hasil petikanya.Mansur yang khawatir istrinya terjatuh dari pohon mencoba meumbujuk istrinya agar turun dari pohon


"ris, turunlah, jangan bikin mas khawatir" teriak Mansur


"Bentar mas, lagi seru nih, makan buah kedondong diatas pohonya langsung" jawab Risma


"ris, kalau nggak mau turun mas potong jatah belanja bulanan kamu" ancam Mansur

__ADS_1


"ah..nggak bisa, berarti mas nanti tidur di sofa, aku di kamar" jawab Risma


Jurus ampuh Risma mengancam Mansur membuat Mansur terdiam tak berkutik. Mak Endang yang menyaksikan perbincangan Mansur dan Risma tertawa terpingkal pingkal melihat ekspresi lucu seorang ustadz yang diam tak berkutik karena ancaman istrinya masalah ranjang. Mansur merasa malu dengan Mak Endang, Mansur berpikir bagaimana cara membujuk istrinya itu. Akhirnya tak butuh waktu lama Mansur menemukan cara jitu membujuk istrinya


"ris, kalau kamu ngancam mas kaya gitu, mas nggak mau bayar tagihan listrik malam ini biar nanti gelap saja dikamar" ancam Mansur


Risma gantian terdiam tidak berkutik mendengar ancaman Mansur. Risma takut gelap, ingin sekali dirinya membayar tagihan listrik itu .Tapi Risma tak berdaya, semenjak liburan kemarin, kartu ATM dan kartu kredit Risma dari ayahnya terpaksa dirinya kembalikan. Dan mau tidak mau Risma harus melakukanya karena perintah dari suaminya dengan alasan sekarang suaminya yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


"iya deh aku turun" ucap Risma


"Hati hati, awas jatuh.." jawab Mansur


"santai mas, wonder womenya mas udah ahli dalam hal panjat memanjat" saut Risma


"heleh jangan halu, cepet turun" jawab Mansur


Risma akhirnya menurut dengan Mansur dirinya turun dari pohon kedondong. Setelah turun dari pohon, Risma mengucapkan terima kasih pada Mak Endang lalu bergegas mengikuti suaminya yang berjalan pulang menuju rumah.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2