Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
164. DEMI MASA DEPAN BERSAMA


__ADS_3

Windi terharu mendengarkan cerita dari Yuda yang rela menyelamatkan ayahnya dari kobaran api. Dan berkat perjuangan Yuda menyelamatkan ayahnya, kini hubungan Windi dan ayahnya kembali membaik. Windi merasa sangat beruntung menikah Yuda bahkan sebelum tidur dirinya bercerita awal perjalanan cinta mereka bertemu


"kak, aku beruntung deh bisa jadi istrimu, jadi ingat awal awal kita ketemu dulu" ucap Windi


"kamu masih ingat?" tanya Yuda


"ingatlah kita saling tabrakan di kantin, kakak dulu jutek banget pingin nyekik waktu itu aku" jawab Windi


"kamu juga jutek, tapi kalau boleh jujur sih aku mulai cinta sama kamu pas dulu kita kejebak di lift, entahlah saat itu aku takut kehilangan kamu" ucap Yuda


"hmm..kalau aku sih mulai cinta sama kakak pas dulu kakak mulai berubah dan pensiun jadi playboy" jawab Windi


Yuda dan Windi lalu saling menatap berhadapan terduduk di ranjang tidak ada pembicaraan. Yuda yang mulai ingin meminta hak nya pada Windi mencoba bertanya dengan hati hati karena takit Windi tersinggung.


"dek, apa boleh aku melakukan itu sekarang di malam pertama kita? apakah kamu siap?" tanya Yuda


"insyaallah aku siap, tapi bimbing aku dalam melakukanya" jawab Windi


Tanpa ragu Yuda memulai aksinya menyerang bibir Windi. Tidak ada penolakan dari Windi dari aksi yang dilakukan Yuda. Permainan panas itu terjadi berlangsung lama. Hingga pada akhirnya mereka berdua puas dan kelelahan lalu menyudahi permainanya. Kemudian merka mereka melakukan aktivitas membersihkan diri dan lalu kembali tidur


------------

__ADS_1


Esok hari, Yuda dan Windi sarapan bersama di hotel. Namun pada saat mereka sarapan, ponsel Yuda berbunyi dan saat dilihatnya terdapat pesan dari sekretaris di kantornya


📩 "Selamat pagi pak, ini saya memberitahukan ada berkas berkas pentinh yang harus bapak tanda tangani, dan besok lusa ada pertemuan kerjasama dengan direktur PT. ABC." pesan Julio


📩 "iya terima kasih, saya akan segera kembali" balas Yuda


Yuda sebenarnya masih ingin menikmati masa masa pengantin baru dengan Windi. Namun karena tuntutan pekerjaan Yuda terpaksa harus kembali terpisah dengan Windi. Dengan berat hati Yuda mengatakan kalau dirinya harus kembali di kalimatan


"dek, aku mau ngomong sesuatu" ucap Yuda


"ada apa kak?" tanya Windi


"katakan saja kak" ucap Windi


Yuda mengumpulkan keberanianya untuk megatakan hal itu pada Windi. Yuda menarik nafasnya sangat dalam lalu mengeluarkanya dengan kasar. Yuda memegang kedua tangan Windi denga erat, lalu mengatakan hal yang sebenarnya pada Windi


"aku nanti siang harus kembali ke kalimantan, ada banyak pekerjaan yang aku selesaikan disana, aku minta maaf, jangan marah ya?" ucap Yuda


"kak, apa kita harus seperti ini terus?" tanya Windi


"kita harus bersabar, ini semua demi masa depan kita bersama, kamu juga harus kuliah kan? kalau libur panjang kita akan ke kalimantan" jawab Yuda

__ADS_1


"iya kak, aku mengerti itu" ucap Windi menangis


Melihat Windi menangis Yuda langsung menghabus air mata yang membasahi pipi Windi dan berusaha menenangkanya.


"dek,sudah jangan nangis, setiap malam kita harus selalu berkomunikasi video call, bagaimana?" bujuk Yudi


" iya kak, aku akan belajar terbiasa demi masa depan kita bersama, suatu saat nanti saat aku lulus aku ikut bantu di kantor" jawab Windi


"Eits..kamu perlu menjadi istriku saja nanti dan juga ibu dari anak anak kita nanti, aku yang akan bekerja dan menafkahimu" saut Yudi


"Iya kak" jawab Windi


4 jam kemudian, Yuda berpamitan pada istrinya menuju bandara juanda untuk berangkat kembali ke kalimantan.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2