Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
86. MENERIMA PERMINTAAN


__ADS_3

Risma berjalan menuju ruangan tempat ibunya di rawat. Sesampainya diruang ibunya dirawat, Risma duduk disamping tempat ibunya berbaring. Risma mengelus tangan ibunya berharap ibunya segera sadar. Di sisi lain Mansur dan Pak Rudi yang duduk diluar kamar tiba tiba ponsel Mansur berdering, Mansur melihat layar ponselnya tertera nama Umar memanggil langsung mengangkatnya


📞"Hallo..assalamualaikum sur" sapa Umar


📞 "waalaikumsalam mar, ada apa?" jawab Mansur


📞 "sur, 3 hari lagi aku menikah dengan sarah, aku mengundangmu" ucap Umar


📞"wah, alhamdulillah mar, kamu akhirnya menikah dengan sarah, insyallah aku akan datang" jawab Mansur


📞 "iya sur, walaupun aku dan sarah belum saling mecintai tapi kami sepakat akan belajar saling mencintai satu sama lain" ucap Umar


📞"iya mar, semoga acara pernikahanmu dengan sarah lancar, dan kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahma" jawab Mansur


📞 "iya sur ,makasih doanya aku titip salam sama keluargamu disana ya, aku tutup dulu ya sur, assalamualaikum" ucap Umar


📞 "waalaikumsalam" jawab Mansur


Setelah mendapat telpon kabar bahagia dari Umar, Mansur izin pada Pak Rudi kembali masuk kedalam ruang tempat Bu Yanti dirawat. Mansur bergegas masuk kedalam menemui Risma ingin memberitahu kabar bahagia dari Umar


"ris, mas ada kabar bahagia hari ini" ucap Mansur

__ADS_1


"kabar bahagia apa mas?" tanya Risma


"3 hari lagi, Umar dan Sarah menikah, kita diundang menghadiri pernikahanya" jawab Mansur


"Wah, kak sarah nikah? akhirnya kak sarah menemukan pendamping hidupnya, insyallah risma ikut mas menghadiri pernikahanya nanti" ucap Risma


"iya ris, insyaallah lusa kita ke surabaya" saut Mansur


Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi, Risma mengelus tangan ibunya berharap ibunya segera sadar, sementara Mansur mengobrol bersama Pak Rudi di luar ruangan.


20 menit kemudian, Bu Yanti telah sadarkan diri melihat disekelilingnya dirinya berada di ruang yang tak asing baginya. Bu Yanti juga mendapati Risma tertidur dikursi sebelah ranjangnya. Bu Yanti mengelus kepala Risma yang terbalut jilbab tiba tiba membuat Risma terbangun dan bahagia melihat ibunya tersadar


"alhamdulillah, mama sudah sadar? risma keluar sebentar panggil papa dan mas mansur" ucap Risma


"alhamdulillah, mama sudah sadar ,papa sangat mengkhawatirkan mama" ucap Pak Rudi


"pa..mungkin umur mama sudah tidak panjang lagi, mama ada suatu permintaan buat kalian semua, mama harap kalian akan mengabulkanya" jawab Bu Yanti lirih


"ma..mama tidak boleh ngomong gitu, semua itu kehendak dari Allah" saut Pak Rudi


"ma..aku akan mengabulkan permintaan mama, tapi aku mohon mama tidak boleh bicara seperti itu, aku tidak mau mama meninggalkan kami semua" ucap Risma menangis

__ADS_1


Bu Yanti melihat putrinya yang menangis, memegang lengan putrinya berusaha menenangkan putrinya


"risma sayang...mama tahu itu, penyakit mama sepertinya makin ganas, jadi mama mohon kamu dan mansur berjanjilah untuk hidup bersama selamanya dan juga ikutilah progam kehamilan secepatnya, mama ingin sebelum meninggalkan kalian semua, mama melihat risma hamil." ucap Bu Yanti


Degg...


Mansur dan Risma terkejut mendengar semuanya. Mansur melihat istrinya sudah tidak sanggup berkata apa apa. Tidak ingin mengecewakan Bu Yanti, Mansur dengan tegas menjawab permintaan dari Bu Yanti


"ma..kita akan menjalani progam kehamilan sesuai permintaan mama, tapi semua itu juga tak lepas dari kuasa dari Allah, kita sebagai seorang hamba hanya mampu berusaha dan berdoa kepada Allah" jawab Mansur


"Terima kasih ya sur, mama sangat senang dengan jawabanmu" ucap Bu Yanti


"ma, risma akan menuruti permintaan mama, tapi yakinlah mama harus optmis harus sembuh, kami semua akan selalu bersama mama, mama tidak boleh meninggalkan kami semua," jawab Risma menangis


"iya ris, mama akan berusaha untuk sembuh dari penyakit mama ini" saut Bu Yanti


Risma tersenyum kecil melihat ibunya yang ingin sembuh, Risma sebenarnya masih sangat berat untuk menerima permintaan dari Ibunya itu. Risma berharap dirinya bisa melawan ketakutan dan ketidaksiapanya itu untuk melakukan progam kehamilan, demi agar permintaan ibunya segera terwujud


---------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2