
Setelah menyelasaikan aktivitas memasaknya Ike menyiapkan hidangan masakanya di meja makan. Hari ini Ike memasak ayam bumbu balado. Ike yakin masakanya kali ini akan membuat majikanya memuji dirinya.Terutama Ike sangat mengharapkan pujian dari Mansur
Risma, Mansur, Pak Rudi, dan Bu Yanti sudah bersiap menyantap makananya di meja makan. Ike menyajikan nasi kedalam pirinh majikanya. Namun Risma merasa aneh, Ike menyajikan nasi dipiring Mansur terlebih dahulu. Ike tak peduli dengan tatapan sinis Risma, dirinya kemudian melanjutkan menyajikan nasi di piring Pak Rudi, Bu Yanti hingga akhirnya Risma mendapat perlakuan terakhir dari ike.
Sebelum menyantap makananya, Bu Yanti melihat Ike berdiri menunggu semua orang memakan makananya. Bu Yanti merasa ibah dengan ike spontan tiba tiba menyuruh Ike bergabung ikut makan
"Ike, ayo kamu makan gabung sini" ajak Bu Yanti
"Maaf nyonya, saya tidak enak, saya mah gampang nyonya" tolak Ike
"Eits, jangan nolak, anggap saja kami disini keluarga, sekarang kamu duduk ambil nasi dan lauk di meja" ucap Bu Yanti
"Baik nyonya" jawan Ike pasrah
Risma memperhatikan Ike menyantap makananya dengan terus memadangi Mansur. Tatapan Ike ke arah Mansur sungguh tak biasa. Risma merasa risih dengan tatapan tak biasa itu, tapi dirinya berusaha menahan diri tidak mencari keributan. Selama ike tidak berulah dirinya tidak akan beraksi itulah prinsip Risma menghadapi ike yang menurutnya calon pelakor.
15 menit kemudian, setelah mereka semua menghabiskan makananya.Ike tiba tiba berinisiatif mencoba memecah keheningan dengan bertanya pada Bu Yanti tentang rasa masakanya.
__ADS_1
"Maaf, nyonya kalau boleh tahu bagaimana pendapat nyonya tentang masakan saya?" tanya Ike
"Masakan kamu enak, beneran saya nggak bohong iya kan pa?" jawab Bu Yanti
"Iya ma, masakan ike enak" ucap Pak Rudi
"Makasih Tuan Besar dan Nyonya Besar, Oh iya Tuan Muda dan Nona Muda bagaimana pendapatnya tentang masakan saya?" ucap Ike
"Dasar genit, suka banget cari perhatian, awas saja nanti, kutunggu dirimu berulah aku akan beraksi" batin Risma
"hmm..bener kata papa dan mama, masakan kamu enak" jawab Mansur
"Makasih Tuan Muda dan Nona Muda" saut Ike tersenyum
Ike merasa hari ini dirinya menang telak dari Risma. Hatinya melompat melompat kegirangan karena berhasil mendapat pujian dari semua orang termasuk tujuan utamanya masakanya berhasil dipuji oleh Mansur
Semua keluarga meninggalkan meja makan menyisahkan perabotan makan yang kotor. Dengan penuh semangat Ike menumpuk piring bekas makanan dan gelas sisa minuman lalu membawanya menuju wastafel dapur. Di dapur, Ike merasa bahagia, entah mengapa Ike ingin sekali belakangan ini mendapat perhatian dari Mansur
__ADS_1
"Ada apa dengan diriku, aku merasa bahagia ketika Tuan Muda memujiku, jantungku berdebar debar saat dekat denganya, apakah aku mencintai seorang pria yang sudah beristri, kalau memang dia adalah jodohku akan akan terus berusaha membuatnya menyukai diriku..aduh..senangnya.." batin Ike
Disisi lain, dikamar Risma terlihat termenung duduk diatas ranjang. Entah apa yang dipikirkan, Risma merasa Ike ingin merebut Mansur darinya. Mansur yang sedang sibuk dengan laptopnya melihat istrinya termenung, Mansur penasaran dengan apa yang menganggu pikiranya saat ini. Tanpa basa basi, Mansur merangkul pundak Risma secara tiba tiba membuat Risma terkejut.
"Eh..mas" ucap Risma
"hmm..apa yang menganggu pikiranmu?" tanya Mansur
"Entahlah mas, aku merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ike di rumah ini" jawab Risma
"Mengapa tidak nyaman? masakanya enak" goda Mansur
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga