Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
150. MERASA ANEH


__ADS_3

Hari ini Mansur akan mengantarkan Risma ke rumah sakit untuk periksa kandungan. Di ruang tamu Mansur sudah selesai bersiap siap dengan mengenakan pakaian kemeja lengan panjang biru laut, berdasi coklat dan celana hitam polos. Mansur hanya tinggal menunggu Risma bersiap siap dari kamarnya


5 menit kemudian Risma yang sudah bersiap siap menghampiri Mansur di ruang tamu tiba tiba menggelengkan kepalanya karena tidak suka suaminya berpenampilan formal langsung menegurnya


"mas, aku mohon ganti pakaianmu, kita nggak pergi ke kampus hari ini" ucap Risma


"kita mau ke rumah sakit ris, apa salahnya pakaian ini" jawab Mansur


"tunggu sebentar, aku ambilkan pakaian yang cocok" saut Risma


Risma berjalan menuju kamar untuk mengambil pakaian Mansur. Tak butuh waktu lama, Risma membawakan pakaian berupa kaos berkerah lengan panjang warna hitam dan celana jeans warna abu abu.


"ini mas, kamu harus mengenakan pakaian ini, mas cocok banget deh pasti" ucap Risma semangat


"ris, tapi kita tidak pergi liburan ris, kita ke rumah sakit" jawab Mansur


"pokoknya aku pingin mas mengenakan pakaian ini, kalau tidak mau, aku urungkan niatku periksa kandungan hari ini" saut Risma


"ris, tolong dong jangan ancam mas" rengek Mansur

__ADS_1


"mas udah deh...aku pingin mas keliatan muda, agar aku gak mau dikira jalan sama om om disana nanti" cethus Risma


Degg


Mansur terkejut seketika mendengar ucapan Risma yang ingin dirinya keliatan muda agar tidak disangka jalan dengan om om. Mansur menyadari dirinya lebih tua selisih sebelas tahun dari Risma. Akhirnya Mansur menuruti ucapan Risma mengganti pakaianya sembari meminta maaf pada Risma


"Baiklah, mas akan mengenakan pakaian pilihan kamu, mas minta maaf ya, mas terlihat tua bikin kamu malu" ucap Mansur


"Ya sudah ganti pakaianmu mas, jangan bikin aku nangis dong, aku gak malu, mas tega bilang gitu ke aku, aku benci sama kamu mas" jawab Risma menangis lalu berlari ke kamarnya


Mansur benar benar bingung dengan jalan pikiran dari istrinya. Mansur memahami perubahan sikap Risma yang terkadang jutek, senang, marah ,dan sedih adalah pengaruh dari perubahan hormon pada ibu hamil. Mansur harus ekstra bersabar menghadapi Risma. Tanpa berpikir lama, Mansur mengganti pakaianya dikamar mandi lalu menghampiri Risma yang menangis di kamar.


"ris, mas udah siap, ayo kita periksa kandunganmu" ajak Mansur


"aku tidak mau, disana banyak suster cantik kamu pasti jadi pusat perhatian disana dan suster suster akan memandangimu terus" jawab Risma


"hmm, terus bagaimana cara dan solusimu agar sekarang kamu bisa periksa kandungan dirumah sakit" saut Mansur


"yah mas pakai topi, kacamata hitam, dan masker, dan juga jaket" jawab Risma

__ADS_1


"kamu yakin mas pakai itu? mas malah seperti detektif nanti" ucap Mansur


"ya tidak apa apa, aku suka kok, mas akan terlihat ganteng banget" jawab Risma


"iya mas akan memakainya, yang penting kamu mau periksa kandungan " saut Mansur


"Siap.." jawab Risma semangat


"Sabar..aku harus bisa mengontrol emosiku demi istriku yang mengandung, jujur aku merasa aneh dengan penampilanku nanti seperti orang detektif yang berkunjung ke rumah sakit . Huh jangan sampai deh orang orang disana mengiraku menukar sampel dna di lab" batin Mansur


Mansur tidak bisa membantah akhirnya dengan terpaksa Mansur memakai topi, kacamata hitam, masker dan jaket sesuai perintah istrinya. Setelah semua sudah siap, Mansur dan Risma berjalan menuju halaman rumah kemudian masuk dalam mobil lalu Mansur mengemudikan mobilnya berangkat menuju rumah rumah sakit


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2