
20 menit kemudian, dokter keluar dari ruanganya setelah memeriksa Namira. Umar dan Kakek Hamzah sontak berdiri kemudian menanyakan keadaan Namira.
"Dok, bagaimana keadaan putri saya?" tanya Umar
"Pak, anak bapak terindikasi mengalami demam berdarah. untuk saat ini anak bapak harus di rawat inap minimal 3 hari," jawab Dokter
Degg
Mendengar Namira mengalami demam berdarah tubuh Umar terasa lemas hingga tak sadar tubuhnya akam terjatuh. Untung saja, Kekek Hamzah mampu menompang Umar yang hampir terjatuh. Kakel Hamzah saat itu mendudukan Umar di kursi dan berusaha menenangkanya.
"Tuan, Tuan yang sabar, Tuan harus yakin kalau Namira pasti sembuh," ucap Kakek Hamzah
"Iya Pak, sekarang tolong Bapak jemput istriku ke sini. Mungkin Namira merindukan ibunya. Dan Burhan titipkan saja sama Mpok Inah untuk sementara waktu," jawab Umar
"Iya Tuan," ucap Kakek Hamzah
Umar kemudian masuk kedalam ruangan tempat Namira dirawat. Terlihat Namira masih belum bangun dari tidurnya. Umar duduk disamping Namira lalu mengelus kening Namira dan berkata sesuatu.
"Namira, ayah disini. sebentar lagi ibu juga kesini. Namira cepat sembuh ya, nanti kita bisa kumpul sama sama. kita berempat akan jalan jalan sama sama setelah Namira sembuh. Adek Burhan juga pasti merindukan kakaknya yang cantik . Cepat sembuh ya Nak," ucap Umar
__ADS_1
15 menit kemudian, Sarah sudah sampai di ruangan tempat Namira dirawat. Sarah melihat putri kesayanganya masih terbaring lemah di ranjang. Sarah menangis antara bahagia putri kesayanganya sudah bersamanya dan sedih putri kesayanganya harus ditemukan dengan kondisi terkena demam berdarah.
"Namira, ibu minta maaf jika selama ini buat Namira kecewa. Ibu tidak bermaksud mengacukan kamu karena Burhan. Namira tetap putri kesyangan ibu. Namira harus kuat. disini juga ada ayah yang sayang sama Namira," ucap Sarah
35 menit kemudian, Namira terbangun dari tidurnya. Namira melihat ruangan disekelilingnya sudah menebak kalau dirinya berada di rumah sakit. Namira melihat disisinya terdapat Umar dan Sarah yang menjaganya hingga tertidur.
Namira merindukan ayah dan ibunya. Tapi dipikiran Namira, ayah dan ibunya kembali menyanyanginya karena sedang sakit. Bagaimana jika dirinya sudah sembuh? Namira berpikir ayah dan ibunya pastinya juga bakalan kembali seperti dulu yang sering mengacuhkanya dan fokus terhadap anak kandungnya dibanding anak tirinya.
Namira saat itu tenggorokanya kering karena haus. Namira tidak mau membangunkan ayah dan ibunya. Karena dipikiranya ayah dan ibunya kelelahan menjaganya di rumah sakit. Belum lagi dirumah ayah dan ibunya harus menjaga Burhan. Terpaksa, dengan badanya yang masih lemas, Namira mengambi gelas di meja. Namun karena masih lemah, Namira tak sengaja memecah gelas yang dipegangnnya.
"Prangg"(bunyi gelas pecah)
"Namira sayang, kamu tidak apa apa? mana yang sakit, apakah kamu kena serpihan kaca tadi?" tanya Umar
"Namira, kalau ada yang sakit bilang aja sama ayah dan ibu," saut Sarah
"Namira gak apa apa, hanya gak sengaja memecahkan gelas. Namira minta maaf," jawab Namira
"Tubuh kamu masih lemas, kalau perlu apa apa bilang sama ayah dan ibu. ayah dan ibu disini kok. ayah dan ibu gak akan ninggalin Namira," ucap Sarah
__ADS_1
Tak lama kemudian, suster datang membawakan makanan untuk Namira. Sarah mengambil makanan dari kereta nampan yang dibawa suster.Setelah itu Sarah menyuapi Namira dengan kasih sayang.
"Namira sayang, ibu suapin makan ya?" tanya Sarah
Namira mengangguk isyarat mau disuapi Sarah. Sarah tersenyum melihat anaknya mau disuapi olehnya. Tanpa berpikir panjang, Sarah menyuapi Namira. Sementara Umar terlihat sangat bahagia saat melihat istri dan anaknya kembali bersama
Setelah makan, Tubuh Namira menggelia4 karena merasa kebelet ingin ke kamar mandi. Namira tubuhnya masih lemas untuk berjalam saja tidak kuat. Untung saja, Umar yang duduk disamping Namira mengetahui kalau Namira sedang kebelet.Tanpa ragu, Umar menanyai Namira.
"Namira mau ke kamar mandi? ayah gendong ya ke kamar mandi?" tanya Umar
"Iya ayah," jawab Namira
Umar tersenyum langsung mengangkat tubuh Namira kemudian berjalan mengantarkan Namira ke kamar mandi. Seperti ayah pada umumnya, dialam kamar mandi, Umar membantu putrinya yang masih sakit melepas dan memakaikan kembali pakaian anaknya.
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga