Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
168. MENCARI MELISA


__ADS_3

Setelah mendengar rencana jahat Bu Sonya dan Pak Johan menyelakai Melisa. Yossy menjalankan aksinya dengan meminta bantuan Risma lewat pesan WA.


📩 "risma, tolong kamu bawa Melisa pergi dari rumahnya karena dia nanti malam akan di sekap preman suruhan bibiku. aku akan melaporkan bibiku ke polisi, dan menghancurkan rencana bibiku menjahati Melisa, jangan lupa tolong ajak suamimu juga. titipkan salamku untuk Melisa, kamu benar aku mencintai melisa." pesan Yossy


----- Di Rumah Mansur dan Risma ------


Risma sedang membaca buku di kamarnya, tiba tiba mendengar suara notifikasi pesan di ponselnya. Saat melihat pesan di ponselnya. Risma terkejut melihat pesan dari Yossy. Risma langsung panik mengkhawatirkan keadaan Melisa. Tanpa berpikir panjang, Risma menghampiri Mansur di ruang tamu langsung mengatakan kalau ada sesuatu yang bahaya terjadi pada Melisa.


"mas, ayo ikut aku ke rumah Melisa, Melisa mau disekap preman mas" ucap Risma


"kamu tahu darimana ris? kamu tahu rumah temanmu itu?" tanya Mansur


"dari yossy mas, aku tahu rumah melisa mas,sekarang ayo kita amankan melisa" jawab Risma


"Ok kita berangkat" saut Mansur


Mansur dan Risma berangkat ke rumah Melisa menggunakan mobil. Didalam mobil Mansur melihat Risma yang sangat panik berusaha menenangkanya


"ris, kamu yang tenang, kamu jangan stres, temanmu itu pasti selamat " ucap Mansur


"iya mas, aku akan berusaha menenangkan diriku, kasihan dia mas" jawab Riaka


"iya, sekarang kamu coba telpon temanmu Melisa itu deh" saut Mansur


Risma menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan ucapan Mansur. Risma menghubungi Melisa tetapi ponselnya tidak aktif


"ponsel Melisa nggak aktif mas" ucap Risma


"tenanglah, kita pasti berhasil menyelamatkan temanmu itu, Allah bersama kita" saut Mansur


"Iya mas" jawab Risma


------ Di Rumah Melisa -------


30 menit kemudian, Mansur dan Risma sampai di rumah Melisa. Mansur dan Risma langsung masuk dirumah Melisa tapi hasilnya nihil rumah Melisa nampak sepi tak ada orang


"Melisa !!! Melisa !!!" teriak Risma


"Tidak ada orang ris sepertinya" ucap Mansur

__ADS_1


Risma panik Melisa tidak ada di rumah. Tanpa berpikir panjang Risma menelpon Yossy.


Tut..Tut..


📞 "assalamualaikum yos" ucap Risma


📞 "waalaikumsala ris, ada apa? kamu sudah si rumah Melisa?" tanya Yossy


📞"Melisa tidak ada dirumahnya yos, aku dan suamiku sudah mencarinya" jawab Risma


📞"Apa ? Melisa tidak ada di rumah?" saut Yossy


📞"iya yos, ini kita mencari Melisa" ucap Risma


📞 "ok ris, ajak suamimu di hotel XYZ kamar 002, kemungkinan besar dia sudah disitu, aku akan menyusul kesana setelah laporan kepolisisan diproses" jawab Yossy


📞 "ok secepatnya kamu bawa polisi kesana, aku dan suamiku juga kesana, assalamualaikum" ucap Risma


📞"waalaikumsalam" jawab Yossy


Tut..Tut...


Namun perjalanan menuju hotel XYZ sangat macet karena ada pohon tumbang. Risma merasa perjalananya sangatlah lama hingga akhirnya dirinya memutuskan memberi pesan ke Yossy mengabari kalau perjalananya macet


📩" yos, aku dan suamiku terjebak macet kamu segeralah kesana yos" pesan Risma


📩 "aku masih di kantor polisi, ini laporanku masih sedang di proses, sebentar lagi aku kesana" balas Yossy


📩 "ok yos" pesan Risma


----- Di Hotel XYZ -----


Melisa sudah disekap 3 preman dan dirinya hanya bisa pasrah tak melawan karena percuma saja, tenaga preman itu lebih kuat darinya. Melisa diikat tangan dan kakinya sehingga dirinya hanya bisa menangis dan pasrah. Melisa berpikir mungkin hari ini adalah akhir dari hidupnya.


Penyekapan Melisa di minggu lalu dengan hari ini berbeda. Preman itu memperlihatkan kondisi Melisa yang diikat pada Bu Sonya dan Pak Johan melalui video call. Bu Sonya tertawa jahat melihat pemandangan menarik dari layar ponselnya. Tanpa ragu, Bu Sonya mengajak Melisa bicara dari sambungan video call


📱" Hallo Melisa, apa kabarmu hari ini?" tanya Bu Sonya sinis


📱"saya bahagia nyonya, sebentar lagi saya akan menyusul ibu,ayah, dan nenek saya di surga" jawab Melisa lirih

__ADS_1


📱"Huhu..udah mau mati ya, tenang saja aku tidak mau membunuhmu, kamu akan menemani Laila kakaknya Yossy" saut Bu Sonya


📱"aku siap untuk itu" tantang Melisa


📱"wah berani ya kamu, kalian semua hancurkan gadis, rengut keperawananya" perintah Bu Sonya pada tiga preman suruhanya.


3 preman suruhan Bu Sonya merobek baju dan rok yang Melisa pakai dengan kasar. Bu Sonya menikmati pemandangan itu. Namun tiba tiba ada suara gebrakan pintu di kamar. Dan terdengar suara pria menghentikan aksi dari preman itu.


"Bruakkk" (Bunyi dobrakan pintu)


"Hentikan semua ini !!! atau kalian semua merasakan akibatnya" teriak pria itu


"Kak Yossy..."ucap Melisa lirih


📱"apa? yossy datang? hei kalian semua usir dia dari kamar" teriak Bu Sonya dari layar ponsel preman itu yang masih tersambung video call


📱"nyonya, tuan muda tidak sendiran ada polisi nyonya" ucap preman


Yossy membawa polisi di hotel agar polisi bisa segera menangkap tiga preman itu. Tanpa ada perlawanan Polisi memborgol tangan tiga preman itu.


Yossy memegang ponsel preman itu dan dilihatnya dilayar ada Bu Sonya yang nampak terkejut dengan kehadiran dirinya


📱 "yos, kamu !!!" ucap Bu Sonya panik


📱 "maafkan aku bi, aku mencintai Melisa" jawab Yossy


Bu Sonya panik dengan tingkah bodoh Yossy yang ingin melaporkanya ke polisi. Bu Sonya ketakutan, dirinya langsung mematikan saluran video call namun Yossy sangat cerdik, sebelum Bu Sonya mengakhir sambungan vodeo call dirinya menyesecreen shoot wajah Bu Sonya di layar ponsel itu kemudian menyerahkan pada polisi


"pak, tangkap wanita ini dan suaminya di alamat ini, mereka paman dan bibiku yang merencanakan kejahatan ini semua" ucap Yossy menyerahkan ponsel preman itu dan memberi kartu tanda mahasiswanya yang ada tuliskan alamat rumahnya


"Baik pak, kita akan bergegas menangkap pelaku itu" jawab polisi


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2