Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
51. MINTA RESTU


__ADS_3

----- Di Rumah Mansur dan Risma ----


Sore hari pulang dari kuliahnya, Hakim berkunjung ke rumah kakaknya untuk membicarakan rencana pernikahanya dengan Aisyah. Sesampainya dirumah kakaknya Hakim menggedok pintu


"Tok.Tok..Tok" (bunyi pintu)


"Assalamulaikum" sapa Hakim


"Waalaikusalam, eh hakim ada apa ?" jawab Risma


"Aku mau bertemu mas Mansur mbak" ucap Hakim


"Baik aku telpon dulu, mas tadi keluar soalnya" jawab Risma


Tut Tut


📞"Hallo, assalamualaikum mas" sapa Risma


📞"waalaikumsalam, iya ris ada apa?" jawab Mansur


📞"Hakim dirumah mas, ingin bertemu sama mas" saut Risma


📞 "Oh baik ris, tunggu 15 menit mas nyampai rumah" jawab Mansur


📞 "iya mas, kalau begitu aku tutup ya mas, assalamualaikum" ucap Risma


📞 "waalaikumsalam" ucap Mansur


-----------

__ADS_1


Di ruang tamu, Hakim menunggu Mansur pulang dari kampus. Hakim gugup ingin mengatakan kalau dirinya ingin menikah dengan Aisyah.Hakim masih terbayang bayang nasehat Mansur waktu dulu pertama kali bertemu Aisyah. Namun, disisi lain Hakim harus menikahi Aisyah, agar hidup Aisyah tidak menderita.


15 menit kemudian Mansur menuju ruang tamu menghampiri Hakim.Mansur penasaran dengan kedatangan Hakim secara tiba tiba dirumahnya.Mansur akhirnya mencoba mengajak bicara Hakim


"kim, ada apa tumben tiba tiba datang kerumah mas?" tanya Mansur


"aku ingin restu dari mas" jawab Hakim


"apa? kamu meminta restu mas untuk apa?" saut Mansur


"aku memutuskan mau menikahi Aisyah" jawab Hakim


Degg...


Mansur sangat terkejut mendengar ucapan dari adiknya. Mansur merasa adiknya dibutakan oleh cinta sehingga rela merebut wanita yang sudah menikah.


"hakim, kemarin kan kamu bilang sama mas kalau Aisyah dijodohkan" ucap Mansur


"Inalillahi...kamu dapat informasi itu dari mana kim?" tanya Mansur


"Pas acara syukuran kemarin aku berjumpa dengan Aisyah saat membagikan sembako. dia mengatakan semuanya" jawab Hakim


"sekarang dimana Aisyah tinggal?" tanya Mansur


Hakim menangis saat pertanyaan itu terlontar. Hakim tidak tega mengatakan keterpurukan dan menderitanya kondisi Aisyah


"kim, kamu nangis?" tanya Mansur


"aku tidak kuat mas mengatakanya, bahkan dia sekarang sebatang kara dan tempat tinggalnya sungguh memprihatinkan di sebuah gubuk rosokan perumahan sini" jawab Hakim

__ADS_1


"apakah Aisyah menerimamu?" saut Mansu


"iya, Aisyah bersedia, aku ingin melidunginya mas, hidupnya tidak tenang dikejar pria yang membunuh orang tuanya"jawab Hakim


"kim, mas bangga sama kamu, mas memberimu restu, sekarang jemput Aisyah ke rumah mas, mas ingin bicara sama Aisyah" ucap Mansur


"baik mas, aku akan jemput Aisyah" jawab Hakim


------------


20 menit kemudian Hakim mengajak Aisyah di rumah Mansur. Mansur mencoba mengajukan pertanyaan pada Aisyah sebelum menikah dengan Hakim.


"Aisyah, apakah kamu mencintai Hakim?" ucap Mansur


"iya pak, aku mencintai kak Hakim karena Allah" jawab Aisyah


"Apakah kamu bersedia menemani Hakim dalam kondisinya senang maupun susah?" tanya Mansur


"iya pak, aku akan menerima kak Hakim apa adanya" jawab Aisyah


"Baiklah mas merestui kalian" ucap Mansur


"Terima kasih mas" jawab Hakim


Hakim dan Aisyah bahagia mendapat restu dari Mansur. Setelah mendapat restu, Hakim dan Aisyah menentukan tanggal pernikahan.


20 menit berdiskusi akhirnya hari dan tanggal pernikahan sudah ditentukan 2 minggu lagi


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2