
Setelah belajar, malam hari Yossy tidak bisa tidur. Jam menunjukan pukul 23.30 tapi mata Yossy masih belum bisa terpejam. Sementara Melisa justru sudah tertidur pulas sejak satu jam yang lalu. Yossy sudah berusaha memejamkan matanya. Tapi dirinya masih belum bisa tidur dan tidak mengantuk. Entah mengapa Yossy tiba tiba teringat kalau besok adalah ulang tahunya. Padahal biasanya Yossy cuek dan lupa dengan hari ulang tahunya.
Satu tahun yang lalu Yossy mengingat masa masa perayaan ulang tahun bersama paman dan bibinya. Mulai dari membuat kue bersama, meniup lilin bersama, serta memakan kue bersama. Masa itu adalah masa masa dimana Bu Sonya dan Pak Johan benar benar memiliki peran sebagai pengganti ayah dan ibunya yang sudah meninggal. Namun sekarang terasa sepi karena Bu Sonya dan Pak Johan sekarang mendekam di penjara karena kejahatanya.
Mengingat masa ulang tahunya di tahu lalu, Yossy semakin tidak bisa tidur. Yossy yang tidak bisa tidur beranjak dari ranjangnya kemudian berjalan menuju suatu tempat. Melisa yang tertidur merasakan gerakan Yossy yang tiba tiba turun dari ranjang dan keluar kamar. Saat Yossy keluar dari kamar, ponsel Melisa tiba tibaberdering. Saat Melisa mengeceknya dilihatnya terdapat notifikasi alarm.
⏰00 : 00
Hari Ulang Tahun Suamiku Ke-20 🎁
Melisa menyunggingkan senyumnya saat tahu notifikasi alarm di ponselmya.
"Selamat Ulang Tahun Suamiku," batin Melisa
Sebenarnya Melisa memang sengaja mengaktifkan alarmnya jam 00 : 00 karena ingin membuat kejutan pada Yossy. Melisa bahkan sudah menyiapkan puding ulang tahun Yossy dan masih tersimpan kulkas.
Melisa berjalan keluar dari kamarnya mengambil puding buatanya dikulkas. Setelah mengambil pudingnya, Melisa mencari keberadaan suaminya di setiap sudut rumah. Melisa membuka setia ruangan yang memiliki pintu hingga akhirnya Melisa menemukan Yossy sedang merenung dan menangis di kamar Bu Sonya dan Pak Johan. Melisa kemudian menghampiri Yossy lalu memberikan puding ulang tahun buatanya.
"Selamat Ulang Tahun Suamiku' ucap Melisa
"Eh, kamu ingat ulang tahunku?" tanya Yossy
"Ya pasti ingat dong, masa aku tidak tahu ulang tahun suamiku. aku sebenarnya menyiapkan kejutan mau membangunkanmu, eh ternyata kamu sudah bangun duluan kak" jawab Melisa
"Wah, terima kasih ya istriku" saut Yossy
"Iya sama sama, sekarang ayo potong pudingnya. Maaf kak, hanya puding sederhana yang bisa aku buatkan untukmu" jawab Melisa
__ADS_1
"Justru ini istimewa bagiku, aku tidak tahu apa yang terjadi jika tidak ada dirmu, mungkin tahun ini rasanya hampa" ucap Yossy
"Kak, apakah kamu merindukan bibi dan paman?" tanya Melisa
"Mereka berdua orang jahat. untuk apa aku merindukan mereka." jawab Yossy
"Kak, kamu jangan berbohong, kalau kamu tidak merindukan paman dan bibi, untuk apa kakak ada di kamar paman dan bibi?" ucap Melisa
"Iya kerena aku ingin disini aja" jawab Yossy
"Kak, matamu terlihat sembab sepert habis menangis. kakak pasti rindu paman dan bibi kan? aku tahu paman dan bibi mampu mengisi kekosongan hati kakak setelah kepergian orangtua kakak. aku minta maaf, keluarga kakak jadi hancur karena keluargaku, kakak boleh marah kepadaku." saut Melisa
Melisa meneteskan air matanya karena merasa keluarganya telah merenggut kebahagiaan Yossy. Yossy yang melihat Melisa menangis langsung memeluk dan menenangkanya.
"Hei, jangan menangis.mengapa aku memarahimu? tidak ada gunanya juga aku melakukan itu. sekarang kamu adalah istriku, aku bersyukur memiliki istri seperti dirimu. disaat aku terpuruk kurang perhatian dan kasih sayang keluarga. sekarang kamu selalu ada menemaniku" jawab Yossy
"Iya aku merindukan mereka, mereka sudah aku anggap sebagai orangtuaku" jawab Yossy
"Bagaimana kalau kita besok jenguk paman dan bibi di Lapas? aku yakin mereka juga merindukanmu." tanya Melisa
"Iya baik, aku setuju, lagian kata Mas Umar gak baik juga dan haram memutus silahturahmi keluarga" jawab Yossy
"Iya Kak, dan juga kita....eh gak jadi deh" ucap Melisa
"Menjenguk kakakmu?" tanya Yossy
Melisa hanya terdiam karena takut. Melisa paham kalau memang sangat berat memaafkan keluarganya. Yossy yang melihat Melisa terdiam langsung memegang kedua tangan Melisa dan berkata sesuatu.
"Kamu ingin menjenguk kakakmu juga kan? aku tidak melarangmu, dia tetap keluarga yang kita punya sekarang." ucap Yossy
__ADS_1
"Kakak sudah memaafkan Kak Faris?" tanya Melisa
"Iya aku memaafkanya, walaupun belum sepenuhnya. aku butuh waktu" jawab Yossy
"Iya kak, tidak apa apa. terima kasih kakak sudah memaafkan Kak Faris" ucap Melisa
Yossy hanya terdiam hanya membalas ucapan Melisa dengan senyuman. Melisa saat itu tersadar pudingnya belum di potong dan dimakan. Tanpa ragu, Melisa menyuruh Yossy memotong pudingnya.
"Kak, pudingnya di potong dong." ucap Melisa
"Eh, iya aku lupa," jawab Yossy
"Ucapkan harapan kakak kedepanya" ucap Melisa
"Aku hanya ingin keluargaku selalu bahagia. Terima kasih, kamu telah bersedia menjadi pendamping hidupku. berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan meninggalkanku" jawab Yossy
"aku akan selalu bersamamu. karena suka dan duka suamiku adalah suka dan dukaku juga." saut Melisa
"aku mencintaimu" ucap Yossy
"aku juga" jawab Melisa
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1