Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
113. TAMU SPESIAL


__ADS_3

---- Di Rumah Windi ----


1 jam lamanya Windi menunggu kedatangan Yuda di teras. Windi merasa cemas, dirinya berkali kali melihat ponselnya belum ada lagi kabar baru tentang Yuda. Bu Indah diam diam tanpa sengaja melihat putrinya masih setia menunggu Yuda. Bu Indah khawatir dengan keadaan Windi yang terus menunggu Yuda hingga lupa makan siang. Bu Indah mencoba menghampiri Windi bernisiatif mengajaknya makan siang


"Windi, ayo makan siang dulu" ajak Bu Indah


"Tidak ma..sebentar lagi dia datang, mama jangan khawatirkan Windi" tolak Windi


"Apa perlu mama antar makanan untukmu disini? jangan buat mama khawatir" saut Bu Indah


"aku tidak lapar ma...aku akan makan setelah Yuda datang, aku mau membuktikan pada ayah kalau Yuda adalah pilihan terbaiku" jawab Windi


"ayah tadi bilang ke mama kalau dia memberimu dua pilihan itu, apakah kamu akan memtuskan meninggalkan rumah ini? lebih baik kamu menuruti ayahmu, kamu akan menderita jika keputusanmu memilih pilihanmu itu" ucap Bu Indah menangis


"mama jangan menangis, aku yakin apapun yang aku putuskan nanti itu adalah keputusan terbaik Windi, aku akan menentukan keputusanku setelah Yuda mememui ayah dan mama." jawab Windi


"Semoga kamu tidak menyesal karena tidak menuruti ayahmu" saut Bu Indah kecewa meninggalkan Windi


Bu Indah sebenarnya mendukung pilihan Windi bersama Yuda. Tapi Bu Indah tak berdaya melawan atau menentang keputusan suaminya. Hingga akhirnya terpaksa Bu Indah hanya bisa pasrah mendukung suaminya karena tidak mau Windi hidup menderita setelah meninggalkan rumah.

__ADS_1


15 menit kemudian,Windi melihat terdapat mobil taksi berhenti depan rumahnya.Windi terus memandangi mobil taksi tersebut, tiba tiba dirinya terkejut melihat seorang pria yang keluar dari pintu mobil tersebut. Tamu spesial yang ditunggu tunggu Windi akhirnya datang menepati janjinya. Windi beranjak berdiri dari tempat duduknya sontak langsung memanggil pria yang hendak menghampirinya di teras halaman rumah.


" Yuda" sapa Windi


"Windi" jawab pria itu


Windi menangis haru melihat kedatangan Yuda dirumahnya. Windi merasa senang Yuda menepati janjinya datang berkunjung kerumahnya. Sesampainya Yuda di teras halaman rumah, Windi mengajak Yuda masuk dalam rumahnya


"Yud, ayo masuk," ajak Windi


"hmm..orang tuamu didalam?" tanya Yuda


"hmm..ayo" saut Yuda


Windi mengajak masuk Yuda diruang tamu, Saat diruang tamu tiba tiba Bu Indah datang menghampiri Yuda. Bu Indah baru duduk belum memulai pembicaraanya, Yuda langsung memberi salam dan mencium punggung tangan Bu Indah.


"assalamualaikum..tante.." sapa Yuda sembari mengajak Bu Indah salaman


"waalaikuksalam..ini yang namanya Yuda ya?" tanya Bu Indah

__ADS_1


"iya tante, saya Yuda" jawab Yuda


"oh..kemarin windi cerita kamu nyelamatin dia di lift di kampus, terima kasih ya kamu telah nolongin anak saya" ucap Bu Indah


"iya tante," jawab Yuda


Windi tersenyum melihat Yuda dan ibunya mulai akrab. Di ruang tamu, Windi tida melihat ayahnya mencoba bertanya pada ibunya


"ma.. ayah dimana?" tanya Windi


"oh iya..tunggu ya..mama panggilkan, tadi ayah habis kerokan di kamar, masuk angin katanya" jawab Bu Indah beranjak dari duduknya menuju kamar


Beberapa menit kemudian, Bu Indah kembali ke ruang tamu bersama Pak Sugeng. Yuda yang mengetahui Pak Sugeng duduk diruang tamu langsung memberi salam dan mencium punggung tangan Pak Sugeng


"assalamualaikum..om" sapa Yuda sembari menyalimi Pak Sugeng


"waalaikumsalam..katakan apa maumu" jawab Pak Sugeng datar


"kedatangan saya disini, saya mohon izin dan restunya dari om dan tante untuk melamar Windi menjadi istri saya "ucap Yuda

__ADS_1


Degg...


__ADS_2