Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
123. TIDAK BISA DIHUBUNGI


__ADS_3

---- Di Jakarta ----


5 hari lagi Mansur dan Risma harus kembali ke surabaya untuk menjalani aktivitasnya di kampus. Mansur dan Risma berencana berangkat ke surabaya besok lusa.Sebelum berangkat Mansur da Risma mempesiapkan keperluanya di surabaya nanti. Saat Risma mempersiapkan keperluanya tiba tiba dirinya teringat Windi yang pastinya juga akan ke surabaya. Akhirnya tanpa basa basa Risma mencoba menelpon Windi


"maaf nomer yang anda hubungi tidak aktil" (bunyi suara operator)


"Ih kok tidak aktif sih" gerutu Risma


Risma berkali kali menghubungi Windi, tetapi ponsel Windi tidak aktif. Risma kesal lalu membantingkan ponselnya di kasur. Mansur melihat Risma membantingkan ponselnya di kasur mencoba menanyainya.


"ris, kok dilempar ponselnya , ada apa? " tanya Mansur


"windi tidak bisa dihubungi mas, aku rencananya pingin mengajaknya berangkat bareng ke surabaya" jawab Risma


"mungkin windi masih sibuk, nanti malam coba hubungi lagi" ucap Mansur


"hmm..iya mas" jawab Risma


Malam hari, setelah makan malam Mansur dan Risma kembali ke kamar. Sesuai saran dari suaminya tadi pagi, Risma mencoba kembali menghubungi Windi. Namun lagi lagi jawaban operator yang terdengar ditelinganya


"maaf nomer yang anda hubungi tidak aktil" (bunyi suara operator)


"Lho kok masih tidak bisa dihubungi sih, aneh nih anak. nggak biasanya kaya gini, coba sekali lagi deh" gerutu Risma


Risma mencoba lagi menghubungi Windi, namun lagi lagi bukan jawaban dari Windi yang didengar melainkan suara operator


"maaf nomer yang anda hubungi tidak aktil" (bunyi suara operator)


"Ih..kok lagi lagi tidak bisa dihubungi, males ah awas saja nanti kalau ketemu" gerutu Risma


Mansur yang masih memainkan ponselnya mendengar Risma berdecak kesal pada Windi. Tanpa sepengetahuan Risma,.Mansur mencoba ikut menghubungi Windi, namun hasilnya sama saja hanya suara operator yang terdengar ditelinganya. Mansur yang melihat Risma masih kesal mencoba menenangkanya


"ris, tenanglah, mas juga menghubungi windi di ponsel mas juga tidak ada jawaban adanya jawaban operator, mungkin windi repot atau bisa jadi sudah di surabaya" ucap Mansur

__ADS_1


"iya bisa jadi sih mas, tapi windi nggak pernah kaya gini lo mas, aneh..." jawab Risma


"hmm..besok kita coba kerumahnya saja" saut Mansur


"gimana aku tahu rumahnya mas, ibunya nyewa bodyguard buat jaga Windi, aku juga hanya dua atau tiga kali kerumahnya kalau mepet, itupun bareng bodyguardnya pas pulang sekolah dan aku gak sempet lihat jalanan menuju rumah windi" jawab Risma


"kalau gitu besok lusa di surabaya kita temui di kosnya, bagaimana? kamu tahu kosnya kan?" tanya Mansur


"iya mas aku setuju, kalau di kosnya sih aku sering banget" jawab Risma


--------------


Esok hari, seperti biasa Mansur dan Risma melakukan aktivitas lari pagi di area kompleks rumahnya. Setelah menjalani aktivitas lari pagi, Mansur dan Risma mandi dan sarapan lalu beranjak pergi kesuatu tempat. Hari ini Mansur dan Risma berencana ingin mengunjungi rumah peninggalan orang tua Mansur yang sekarang ditempati Hakim dan Aisyah. Di malam terakhirnya sebelum kembali ke surabaya Mansur ingin mengajak Risma menginap disana. Karena selama 2 bulan lebih liburan di jakarta. Mansur tak pernah mengajak Risma menginap di rumah almarhum orang tuanya


30 menit kemudian, Mansur dan Risma sampai di tempat tujuanya. Mansur dan Risma berjalan menghampiri rumah tersebut kemudian mengucap salam sembari mengetuk pintu


"Dok, Dok, Dok"(bunyi ketukan pintu)


"Ceklek' (bunyi pintu terbuka)


"Waalaikumsalam mas, mari masuk" jawab Aisyah


Aisyah menuntun Mansur dan Risma duduk diruang tamu sembari izin membuatkan minum dan memanggil suaminya dikamar


"mas, mbak, silahkan duduk, saya panggilkan mas Hakim dikamar dan buatin minuman dulu" ucap Aisyah


"iya syah, terima kasih" jawab Mansur


Tak lama kemudian Hakim datang menemui Mansur dan Risma diruang tamu.


"mas, mbak, apa kabar?" tanya Hakim


"alhadulillah mas dan istri mas baik, kamu sendiri gimana kim, rutin kan kamu cek kandungan Aisyah" jawab Mansur

__ADS_1


"iya mas alhamdulillah, udah masuk 3 bulan usia kandungan Aisyah" ucap Hakim


"kamu kembali ke surabaya kapan kim? besok rencana kami ke surabaya ingin ngajak kalian bareng berangkatnya" saut Risma


"iya mbak bisa, aku berencana ke surabaya juga besok, tapi aisyah tidak ikut, aku menitipkanya ke rumah paman" jawab Hakim


"maksudmu aisyah berhenti kuliah?" tanya Risma


"Tidak mbak, kandungan Aisyah cukup lemah, dia harus banyak istirahat, akhirnya aku memutuskan agar sebaiknya Aisyah mengambil cuti sampai dia melahirkan" jawab Hakim


Degg


Risma terkejut dan hanya terdiam tak membalas ucapan Hakim. Tiba tiba dirinya berpikir bagaimana kalau Mansur bersikap sama dengan Hakim yang menyuruhnya berhenti kuliah saat hamil.


Tak lama kemudian Aisyah datang membawa minuman untuk Hakim, Mansur dan Risma


"mas, mbak silahkan diminum" ucap Aisyah sembari duduk disamping Hakim


Hakim, Mansur dan Risma meminum teh buatan Aisyah. Setelah menyeruput teh, Risma tiba tiba ingin mengajak Aisyah berbicara empat mata.


"syah,aku mau bicara empat mata denganmu sekarang, kamu ada waktu nggak? kita bisa bicara dalam kamar" ucap Risma


"Bisa kok mbak, mari mbak kita masuk dalam kamar" jawab Aisyah


"hmm..ayo" saut Risma


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2