Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
171. FIRASAT BURUK


__ADS_3

--- Di Rumah Mansur dan Risma ----


1 jam perjalanan dari hotel, akhirnya Risma dan Mansur sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Risma menuju dapur membuat wedang jahe untuk suaminya dan dirimya sendiri. Tak butuh waktu lama wedang jahe buatan Risma telah siap untuk di nikmati.


Di dalam kamar Mansur dan Risma meminum wedang jahe bersama sama. Namun pada saat baru memasukan wedang jahe dalam mulutnya tiba tiba lidah Risma merasa terbakar kepanasan. Risma yang lidahnya kepanasan sangat terkejut sontak gelas yang dibawanya jatuh di lantai


"Pyarr" (bunyi gelas pecah)


"Risma" ucap Mansur panik


Mansur panik ketika gelas yang dibawa Risma pecah. Tanpa berpikir panjang Mansur menjauhkan Risma dari pecahan kaca dan segera mungkin membersihkan pecahan kaca itu. Setelah membersihkan pecahan kaca Mansur memenangkan istrinya dengan memeluknya. Saat Mansur memeluk Risma, tangan Risma gemetar. Mansur melonggarka pelukanya dan mencoba bertanya pada Risma


"ris, kamu tidak apa?" ucap Mansur


"aku tidak apa apa mas" jawab Risma


"tenanglah mas ada disini, jangan banyak pikiran, kamu bisa cerita sama mas jika ada yang menganggu pikiranmu" ucap Mansur


"mas aku tiba tiba memiliki firasat buruk mas tentang kondisi mama, aku takut terjadi sesuatu pada mama mas" ucap Risma


"baiklah coba mas hubungi papa dulu biar kamu tenang" saut Mansur


Tut Tut

__ADS_1


📞"Hallo assalamualaikum pa" sapa Mansur


📞 "waalaikumsalam sur, ada apa?" jawab Pak Rudi


📞 "Risma kangen sama mama" saut Risma merebut ponsel Mansur


📞"Risma sayang, mama sudah tidur besok saja ya" ucap Pak Rudi lirih


📞 "Iya pa, aku hanya khawatir dengan mama" jawab Risma


📞"mama baik baik saja, kandunganmu bagamana ris"ucap Pak Rudi


📞 "udah jalan hampir 3 bulan pa" jawab Risma


📞"iya pa, sudah malam aku tutup ya pa asslaamulaikum" ucap Risma


📞 "waalakumsalam" jawab Pak Rudi


Tut..Tut...


Setelah menutup sambungan poselnya, Mansur terkejut dirinya mendapat notifikasi wa dari pak Rudi


📩 "sur, mama lagi drop sekarang kritis, besok ajak Risma ke jakarta, jangan bilang sekarang kondisi mama, di rumah sakit biar risma tahu sendiri" pesan Pak Rudi

__ADS_1


📩"iya pa, besok saya akan aja risma di jakarta" balas Mansur


Mansur bingung bagaimana cara mengajak Risma ke jakarta. Entah alasan apa yang dipakai pasti Risma akan curiga dan mencemaskan kondisi ibunya. Mansur tidak mau kehamilan Risma terganggu karena masalah ini. Di sisi lain Risma melihat Mansur nampak berkeringat dan pucat seperti habis lari maraton. Risma nampak keheranan dan sontak memegang dahi Mansur


"mas, kamu berkeringat dan pucat, tapi tidak panas, apa mas sakit?" tanya Risma


"mas tidak apa apa kok, eh mas besok mau ke jakarta,.kamu mau ikut nggak?" jawab Mansur


"wah pingin sih mas, tapi liburan masih lama, lagian aku harus kuliah besok" tolak Risma


"hmm..beneran nggak mau ikut nih, mas tinggal ya kalau nggak mau ikut, biar nanti kamu sendirian" goda Mansur


"ah mas ini tega banget sih sama aku, ya sudah deh aku takut sendirian, aku mau ikut mas di jakarta, kita ke rumah papa dan mama ya mas" jawab Risma


Mansur senang akhirmya Risma mau ikut bersamanya di jakarta. Tetapi Mansur juga merasa bersalah pada Risma karena tidak mengatakan tujuanya di jakarta. Mansur tidak ingin Risma mengalami stress yang mempengaruhi kehamilanya karena memikirkan kondisi ibunya.


"Maafin mas ris, mas harap kamu tidak kecewa sama mas pas kamu mengetahui tujuan kita yang sebenarnya di jakarta. Semua ini mas lakukan karena mas cinta sama kamu dan mas cinta sama anak kita yang masih di rahimu" batin Mansur


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2