
Jam sudah menunjukan pukul 21.00. Pesta pernikahan Yuda dan Windi akhirnya selesai juga. Hari ini terdapat 1500 tamu undangan yang hadir di pestanya. Sungguh Yuda dan Windi tidak ada jeda waktu istirahat selain hanya waktu shalat saja beberapa menit. Setelah pesta selesai terdapat acara makan malam bersama keluarga di hotel yang tempatnya berseberangan dari gedung tempat pernikahan.
Saat perjalanan menuju hotel, Windi merasa kakinya sakit karena mungkin dirinya tidak terbiasa memakai hiels tinggi. Windi memaksanya untuk berjalan, namun rasa kaki di tumit yang tak tertahankan membuat Windi sempoyongan dan terjatuh. Beruntung saat itu Windi bergandengan tangan dengan Yuda hingga degan sigap Yuda menahan tubuh Windi yang hendak terjatuh
"Aduh..kakiku." keluh Windi
"Biar aku gendong, lepaskan saja hiels mu itu" ucap Yuda
"aku malu kak" saut Windi
"sudahlah dek, kita suami istri gak usah malu,lagian jarak gedung dan hotel dekat" jawab Yuda
Yuda menggondeng Windi ala bridal style menuju hotel untuk makan malam. Banyak mata yang memperhatikan perlakuan Yuda pada Windi. Sesampainya di hotel Yuda, Windi dan keluarga besar menyantap makan malam bersama. Keluarga besar yang hadir adalah hanya kerabat Windi, karena Yuda memang sudah tidak memiliki keluarga
10 menit kemudian setelah makan malam, Pak Sugeng memecah keheningan di meja makan dengan memuji menantunya.
"win, kamu sangat beruntung memiliki Yuda" ucap Pak Sugeng
"iya ayah, aku beruntung bisa menjadi istri kak Yuda" jawab Windi
"win, kalau boleh ayah jujur, sebenarnya ayah datang ke pernikahanmu karena perjuangan menantu idaman disampingmu itu" ucap Pak Sugeng menatap Yuda
"maksud ayah aku masih belum mengerti" jawab Windi
"coba kamu tanya deh sama suamimu, suamimu itu menantu idaman,maafin ayah ya yud, ayah dulu kasar sama kamu" saut Pak Sugeng
"ayah, aku sudah memaafkan ayah sebelum ayah meminta maaf, aku tahu kondisi ayah saat itu, sampai kapan pun ayah aku anggap sebagai ayahku sendiri." jawab Yuda
"terima kasih yud, berjanjilah pada ayah kalau kamu sanggup menjaga Windi" ucap Pak Sugeng
"aku berjanji ayah, aku akan selalu ada untuk Windi, ayah jangan khawatir" saut Yuda
Semua keluarga besar tersenyum mendengar jawaban keseriusan Yuda pada Windi.
__ADS_1
Hari sudah berlarut malam dan sudah menunjukan pukul 22.30. Yuda dan Windi menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Sebelum beristirahat, Windi penasaran dengan cara Yuda membuat ayahnya hadir dipernikahanya. Bahkan Windi merasa Yuda sudah merubah sikap ayahnya berbanding terbalik 180 derajat. Tanpa ragu Windi mencoba bertanya pada Yuda.
"kak, aku mau tanya bagaimana kakak bisa membujuk ayah datang di pernikahan kita?" tanya Windi
"kamu penasaran banget sepertinya" jawab Yuda sembari mengecup pipi Windi
"ih, jawab dong kak, kok malah dicium" saut Windi
"kamu gemesin soalnya, baiklah aku akan ceritakan" jawab Yuda
---- Flashback On -----
3 hari sebelum hari pernikahan Yuda dari kalimantan berkunjung ke rumah Pak Sugeng dan Bu Indah untuk meminta restu. Disat itu Yuda tidak mengajak Windi, karena Yuda merasa hubungan ayah dan anak masih belum baik.
Sesampainya dirumah Windi, Yuda tidak sengaja melihat pertengkaran Bu Indah dan Pak Sugeng di ruang tamu. Pintu rumah saat itu tidak terkunci sehingga Yuda melihaynya dengan jelas. Yuda juga saat itu sangat terkejut pertengkaran Bu Indah dan Pak Sugeng disebabkan oleh pernikahanya dengan Windi. Bu Indah mengajak Pak Sugeng hadir di pernikahan putrinya tapi Pak Sugeng menolak.
Yuda yang sedari tadi dalam halaman rumah mencoba melerai pertengkaran ayah dan ibu mertuanya
"yud, kamu datang yud, mana windi?" tanya Ibu Indah
"Ibu sebaiknya susul Windi ke surabaya sekarang, saya sudah pesankan tiket untuk pemberangkatanya 2 jam lagi bu." jawab Yuda
"Baik yud, ibu akan siap siap" saut Bu Indah
Setelah Bu Indah bersiap siap, Bu Indah berangkat menuju bandara menggunakan taksi yanh sudah dipesan oleh Yuda.
Di rumah hanya tersisa Pak Sugeng dan Yuda. Pak Sugeng menatap Yuda dengan sinis. Tanpa ragu Pak Sugeng memarahi Yuda karena istrinya pergi karena Yud
"sudah puas kamu, buat istri saya meninggalkan saya setelah kamu merebut anak saya" tegas Pak Sugeng
"saya tidak merebut Windi dari ayah, sampai kapan pun Windi adalah anak ayah, dan juga ibu hanya ingin bertemu dengan Windi. saya mencintai Windi, aku mohon doa restu dari ayah agar ayah hadir di pernikahan kami" ucap Yuda
"Kamu sudah menghancurkan reputasi keluarga saya, saya tidak akan memberikan restu untuk pernikahan kalian, lebih baik saya ke kantor sekarang " jawab Pak Sugeng sembari meninggalkan Yuda
__ADS_1
Pak Sugeng berangkat ke kantor di malam hari dan tidak memperdulikan Yuda sendirian dirumahnya. Sebenarnya Pak Sugeng tidak pergi ke kantor ,dirinya pergi ke kafe bersama teman temanya
20 menit kemidian, Pak Sugeng sampai di kafe m makan malam bersama teman temanya. Saat makan malam, tiba tiba terjadi kebakaran di kafe karena korsleting listrik. Para konsumen di cafe berlari berhamburan termasuk Pak Sugeng dan teman temanya.
Pak Sugeng saat itu terjebak dan tidak bisa keluar karena jarak pintu keluar dan meja tempatnya makan jauh. Di sisi lain ternyata Yuda tenyata juga berada di cafe itu karena Yuda membuntuti Pak Sugeng saat berangkat. Yuda melihat Pak Sugeng terjebak di kobaran api tanpa ragu dirinya membasahi jaketnya dengan 3 botol air mineral 1,5 liter yang diambilnya di kafe lalu bergegas berlari menyelamatkan Pak Sugeng.
"ayah, ayo kita keluar dari sini" ajak Yuda merangkul Pak Sugeng
"i..iya" jawab Pak Sugeng terbata bata
Di saat perjalananya menuju pintu keluar berkali kali Yuda melindungi Pak Sugeng agar tidak terkena runtuhan kayu yang terbakar. Pak Sugeng hanya terdiam dirinya merasa kagum dengan calon menantunya.
10 menit kemudian Yuda dan Pak Sugeng berhasil keluar dari cafe yang terbakar itu. Pak Sugeng melihat kemeja yang dipakai Yuda sedikit terbakar karena tadi berkali kali Yuda melindungi dirinya. Pak Sugeng sangat berterima kasih pada Yuda karena telah menyelamatkan hidupnya
"terima kasih yud, kamu telah menyelamatkan saya tadi, saya merasa berutang budi kepadamu" ucap Pak Sugeng
"iya ayah sama sama, saya sudah anggap ayah sebagai ayah saya sendiri, saya ingin ayah memberikan restu untuk pernikahan kami, tanpa restu bapak saya tidak bisa menjalani pernikahan kami" jawab Yuda
"kamu adalah orang yang baik, pantas Windi mempertahankanmu, saya akan merestui kalian dan akan hadir di pernikahan kalian, besok saya akan berangkat ke surabaya" ucap Pak Sugeng
"terima kasih ayah, saya akan mengurus keberangkatan ayah besok sekalian saya juga berangkat besok.Windi pasti senang ayah hadir di pernikahan kami" jawab Yuda
"iya yud, ayah tidak sabar ingin melihat pesta pernikahan kalian" saut Pak Sugeng
---- Flashback Off -----
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1