Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
69. DEMI NAMIRA


__ADS_3

Setelah kepergian Mansur dan Risma dari rumahnya. Umar memikirkan tawaran Mansur yang selalu terbayang bayang di kepalanya. Umar menyadari dirinya hanya penjual siomay, memang penghasilan Umar berjualan siomay tidak menetap karena terkadang jualanya ramai pembeli dan terkadang juga sepi pembeli. Dan bahkan lebih parahnya lagi pernah Umar merasakn tidak mendapatkan pembeli siomaynya sama sekai dalam sehari.


Umar tak mempermasalahkan dirinya hidup susah, akan tetapi Umar berpikir dirinya hidup tidak sendirian karena ada Namira. 5 tahun yang lalu semenjak lulus S1 kulianya di Mesir, Umar memutuskan untuk merawat Namira yang baru saja menginjak umur satu tahun. Ibu kandung Namira meninggal pada saat melahirkan Namira. Sementara ayah kandung Namira atau kakak dari Umar meninggal karena serangan jantung.


Namira sudah berumur 6 tahun akan beranjak SD tahun depan. Disaat Namira sekarang masih TK, Umar kewalahan membayar spp, ditambah lagi membeli susu untuk Namira terkadang jika kepepet Umar nekat hutang ke toko terdekat rumahnya .


Umar memikirkan bagaimana Namira bisa bertahan dengan kehidupan susahnya seperti ini kedepanya. Di ruang tamu Umar terlihat melamun dan gelisah, tanpa disadari Namira memperhatikan pamanya melamun. Namira memanggil pamanya meminta susu tapi tidak didengar, Namira yang kesal berinisiatif mengerjai pamanya dengan mengagetkanya.


"Duorr" teriak Namira mengagetkan Umar


"Astafirullahuladzim" jawab Umar kaget


Namira terlihat menggemaskan tertawa terpingkal pingkal karena rencana mengerjai pamanya berhasil. Umar sangat gemas dengan keponakanya itu langsung menggendong dan memeluknya


"Hayo..dasar ya anak nakal buat paman kaget, sekarang rasakan ini, namira tidak bisa lepas dari pelukan paman" ucap Umar


"Ah..lepasin namira paman, namira minta maaf" jawab Namira memberontak


"mengapa tadi namira mengagetkan paman?" tanya Umar


"tadi namira minta susu, paman melamun terus, sekarang Namira mau minum susu" jawab Namira


"Ok, kamu duduk sini dulu ya nak, paman buatin susu" ucap Umar

__ADS_1


"Iya paman" jawab Namira


Umar bergegas menuju dapur membuatkan susu untuk Namira. Saat Umar membuka toples susu dirnya terkejut didalam toples hanya tersisa tiga sendok bubuk susu yang cukup digunakan hanya satu kali minuman saja.


"*Ya Allah, susu Namira sudah habis, ini susu terakhirnya, aku bingung nanti malam bagaimana nasib Namira, Ya Allah tolong lancarkan rezeki*ku" batin Umar


10 menit kemudian, Umar membawakan susu buatanya untuk Namira yang masih duduk di ruang tamu


"Namira sayang....ini susunya nak" ucap Umar


"iya paman" jawab Namira


Namira langsung meminum susu dengan lahap. Setelah minum susu Namira kekenyangan dan mulai mengantuk.Umar melihat gadis kecilnya mengantuk tapi memaksakan untuk membuka matanya membujuknya agar tidur di kamar


"paman, namira ingin main" jawab Namira


"main apa nak? itu matanya udah mengantuk mau merem gitu..kok mau main?" ucap Umar


"main kuda kudaan sama paman" saut Namira


'hmm..baik deh tapi janji ya habis ini bobok siang" jawab Mansur


"iya paman" saut Namira

__ADS_1


Umar menunduk merangkak tubuhnya dinaiki Namira. Umar senang melihat Namira berteriak senang bermain kuda kudaan.


15 menit kemudian Umar menyelesaikan permainanya dengan Namira dan ingin mengajak Namira ke kamar bobok siang


"Namira sayang, hayo tadi janjinya apa habis main kuda kudahan?" tanya Umar


"bobok siang" jawab Namira


"Nah pinterr....sekarang masuk ke kamar yuk" saut Umar


"iya paman" jawab Namira


Umar menuntun Namira masuk ke kamar tidur. Tak butuh waktu lama Namira tertidur saat Umar mengelus keningnya. Umar menatap Namira yang tertidur pulas sungguh tak tega membiarkan Namira hidup susah bersamanya. Namira membutuhkan kebahagiaan di masa anak anaknya. Dengan berat hati Umar berecana pergi ke Surabaya untuk melamar menjadi guru TPQ meninggalkan pekerjaanya sebagai penjual siomay. Demi Namira, Umar memutuskan untuk menerima tawaran Mansur.


"Namira adalah satu satunya keluargaku yang ku punya, Namira berhak hidup bahagia di masa anak anak nya, aku tidak ingin melihat Namira terpuruk dan menderita karena keeogoisanku. Namira sayang, besok kita ke Surabaya nak.. semoga kamu bahagia nak disana....Walaupun paman bukan ayahmu tapi sampai kapanpun paman akan menjadi sosok ayah yang selalu melindungimu nak. Paman sayang sama Namira" batin Umar


----------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2