Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
191. GELISAH


__ADS_3

--- Di Rumah Sakit ----


1 minggu kemudian,


Hari ini adalah jadwal Sarah melakukan laparoskopi. Laparoskopi adalah suatu tindakan pengangkatan kista endometrioma yang terdapat pada rahim. Dua jam lagi adalah jadwal Sarah melakukan laparoskopi. Menjelang masuk di kamar operasi, di ruang perawatan Sarah terlihat gelisah dan takut. Didalam ruangan terdapat Risma dan Melisa menemani Sarah di ruang perawatan. Risma dan Melisa yang melihat Sarah gelisah dan ketakuya. terus memberikan semangat pada Sarah


"Kak Sarah ,kakak yang jangan takut. Kak Sarah pasti akan sembuh" ucap Risma


"Iya Kak, Kakak harus semangat" saut Melisa


"Iya terima kasih, insyaallah aku akan kuat menjalani semua ini" jawab Sarah


Saat di ruang perawatan, Sarah tiba tiba teringat anaknya Namira. Sarah takut Namira akan menangis melihat dirinya akan menjalani laparoskopi.


"Risma, Melisa, dimana Namira? bagaimana keadaanya?" tanya Sarah


"Namira sama Mas Umar diluar," jawab Risma


"Apakah Namira tahu aku akan menjalani laparoskopi? aku mohon jauhkan aku dari Namira dulu. aku tidak tega melihatnya menangis" tanya Sarah


"Kakak tenang saja, Namira aman bersama Mas Umar" jawab Risma


"Iya terima kasih, kalian tolong jaga Namira ya," jawab Sarah


"Iya Kak" jawab Risma dan Melisa


Sementara di luar ruang perawatan, Umar bersama Namira berada di taman rumah sakit. Di taman juga terdapat Mansur dan Yossy yang menemani Umar.


Saat taman, Namira merasa dirinya lapar langsung merengek kepada Umar.


"Ayah, aku lapar," ucap Namira


"Iya kita makan di kantin sana yuk?" ajak Umar


"Mengapa kita nggak pulang ayah? kan ibu pasti masak di rumah," tanya Namira

__ADS_1


Degg


Umar terdiam saat Namira mengajaknya pulang karena ingin masakan Sarah. Sebenarnya Umar tidak memberitahu Namira kalau Sarah sedang akan menjalankan operasi. Umar mengatakan pada Namira kalau dirinya di rumah sakit menjenguk temanya.


Namira melihat Umar hanya terdiam, padahal dirinya ingin makan di rumah. Tanpa ragu Namira merengek ingin pulang


"Ayah, ayo kita pulang, aku pingin makan di rumah" ucap Namira


"Namira sayang, kita makan di kantin sini aja yuk, di kantin sini ada ayam goreng kesukaan Namira" jawab Umar


"Iya ayah, kalau gitu sekarang ayah suruh ibu kesini aja, biar kita makan sama sama" ucap Namira


"Namira sayang, sama ayah saja ya? kasihan ibu udah capek habis bersih bersih di rumah" jawab Umar


"Aku pokoknya mau makan sama ibu" saut Namira


"Namira sayang, hari ini saja sama ayah saja makanya" ucap Umar


"Aku ingin makan sama ayah dan ibu" jawab Mansur


"Hallo, Namira.."ucap Yossy


"Hallo Om Yossy" jawab Namira


"Namira mau ikut jalan jalan nggak bareng sama Om?" tanya Yossy


"Mau Om, tapi aku lapar sekarang" jawab Namira


"Kalau gitu, kita jalan jalan sambil cari makan diluar, mau nggak?" tanya Yossy


"Mau Om, tapi aku izin sama ayah dulu" jawab Namira


Namira menoleh menghadap Umar kemudian bicara pada Umar meminta izin keluar bersama Yossy.


"ayah, aku izin jalan jalan sama Om Yossy, ayah tidak apa apa?" tanya Namira

__ADS_1


"Tidak apa apa Namira sayang, ingat pesan ayah, jangan nakal dan harus nurut sama Om Yossy" jawab Umar


"Iya ayah" saut Namira


Setelah mendapat izin dari Umar, Namira dan Yossy pergi keluar jalan jalan dan mencari makan.


Di taman, hanya menyisahkan Umar dan Mansur. Umar terduduk lemas di kursi taman dengan raut wajah gelisah memikirkan istrinya yang hendak di opersi. Mansur yang melihat Umar gelisah, langsung duduk disamping Umar kemudian menenangkanya.


"Umar, kamu harus kuat, yakinlah istrimu pasti bisa melewati ini semua, kamu harus tegar" ucap Mansur


"Sur, aku bingung saat Namira terus mencari ibunya. aku berusaha kuat tapi hari ini aku merasa rapuh sur," jawab Umar


"Aku mengerti Mar, sekarang kamu harus menyemangati dirimu juga, Sarah butuh dukunganmu, Namira butuh perhatianmu, kamu harus bisa memotivasi dirimu agar bisa menjadi lebih kuat menghadapi semua ini " ucap Mansur


"Tapi kali ini aku sangat rapuh sur, anaku membutuhkan ibunya, semetara ibunya sedang akan berjuang melawan penyakitnya. Ya Allah..." jawab Umar


"Sekarang berdoalah Mar, baca doa yang biasanya guru kita ajarkan dulu waktu hati kita gelisah" ucap Mansur


"Allahumma Inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola'id daini, wa gholabatir rijali." ucap Umar


Artinya : "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat)."


Setelah membaca doa, adzan ashar berkumandang. Mansur mengajak Umar shalat berjamaah di masjid dan melakukan tadarus


"Mar, udah ashar, kita ke mushola yuk, nanti kita juga bisa dzikir dan tadarusan, biar hatimu lebih tenang" ucap Mansur


"Iya sur, dengan cara itu insyaallah bisa menenangkan hatiku" jawab Umar


Umar dan Mansur kemudian berangkat ke mushola rumah sakit bersama sama menjalankan aktivitas shakat ashar dan aktivitas ibadahnya lainya.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2