Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
190. DUKUNGAN DAN SEMANGAT


__ADS_3

--- Di Rumah Umar dan Sarah ---


20 menit kemudian, Sarah telah sampai dirumah dirinya termenung memikirkan penyakit yang dialaminya. Bahkan karena terus memikirkan penyakitnya, Sarah lupa belum menjemput Namira di sekolah. Padahal pas perjalanan pulang menuju rumah sakit Sarah berniat menjemput Namira


"Ya Allah Namira" ucap Sarah


Sarah langsung bergegas keluar dari rumah menunggu taksi yang dipesanya datang. Namun saat taksi yang dipesanya datang, tiba tiba ada seseorang dari belakang yang memegang pundaknya.


"mau kemana?" tanya orang tersebut


Sarah yang terkejut langsung menoleh kebelakang ternyata seseorang yang memegang bahunya adalah suaminya sendiri


"Eh mas, mau jemput Namira" jawab Sarah


"Namira udah pulang kok, kebetulan pas mas perjalanan pulang, mas lihat Namira menunggu jemputan" saut Umar


"maaf mas, aku hari ini lalai, aku agak gak enak badan" jawab Sarah


Umar membayar ongkos taksi yang dipesan Sarah kemudian mengajak Sarah masuk kedalam rumah


"ayo dek, masuk" ucap Umar


"iya mas" jawab Sarah


Saat masuk dalam rumah, Umar melihat Sarah terlihat gelisah. Umar juga sebenarnya terkejut alasan Sarah telat menjemput Namira. Dipikiranya tidak mungkin Sarah telat menjemput Namira hanya karena alasan tidak enak badan. Umar merasa Sarah sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


"Ada apa dengan Sarah, dirinya terlihat gelisah hari ini, apakah dia memang tidak enak badan atau bahkan menyembunyika sesuatu dariku?" batin Umar


Saat makan siang, Umar memperhatikan istrinya masih nampak gelisah. Makanan yang ada di piring Sarah juga terlihat hanya di aduk aduk.

__ADS_1


10 menit kemudian Umar dan Namira sudah habis makananya di piring. Sementara Sarah masih utuh makananya di piring. Umar merasa ada yang aneh dengan tingkah Sarah hari ini. Tanpa ragu, Umar menyuruh Namira pergi ke kamar kemudian mengajak bicara istriny


"dek, ada apa denganmu hari ini?" tanya Umar


"tidak ada apa apa mas" jawab Sarah


"ada masalah? mas merasa kamu terlihat gelisah hari ini" tanya Umar


"aku hanya kecapekan aja mas, aku ke kamar dulu mas" jawab Sarah


Merasa tidak puas dengan jawaban Sarah, Umar mengikuti Sarah masuk dalam kamar. Sesampainya di kamar, Umar melihat Sarah duduk di tepi ranjang langsung ikut duduk disampingnya. Sarah terkejut saat Umar duduk disampingnya. Umar yang melihat keterkejutan Sarah dengan kehadiranya langsung mengajak Sarah bicara.


"dek.." sapa Umar


"i..iya mas" jawab Sarah terbata bata


"ada apa denganmu sebenarnya dek? apa ada masalah?" tanya Umar


"mas sudah mengenalmu, mas tahu saat ini kamu memikirkan sesuatu dari mas, katakan saja pada mas, apa yang menganggu pikriranmu?" tanya Umar


Sarah mau tidak mau harus jujur dan mengatakan kenyataan yang sebenarnya tentang penyakit yang dideritanya. Namun saat hendak bicara Sarah sudah menangis duluan membuat Umar panik.


"dek, kok nangis? ada apa sebenarnya? katakan saja pada mas?" tanya Umar


"mas, aku minta maaf" jawab Sarah


"minta maaf untuk apa? mas nggak ngerti" saut Umar


Sarah kemudian berjalan menuju lemari kamar mengambil sebuah amplop. Umar penasaran dengan amplop yang dibawa Sarah. Tanpa berpikit panjang Umar bertanya pada Sarah

__ADS_1


"itu amplop apa dek?" tanya Umar


"mas, maafin aku, aku mengidap endometriosis yang menyebabkan aku susah hamil mas" jawab Sarah menangis


Umar sontak membuka amplopnya dirinya terkejut mendengar kenyataan kalau Sarah didiagnosis rahimnya terdapat kista endometriosis. Umar sebenarnya merasa hatinya hancur mendengar kenyataan Sarah susah hamil. Namun Umar memahami istrinya jelas hatinya lebih hancur darinya. Umar merasa dirinya harus kuat dan terus memberikan semangat dan dukungan kepada istrinya. Umar kemudian langsung memeluk Sarah dan berusaha menenangkanya.


"dek, kita harus kuat, tenanglah, mas yakin cobaan ini bisa kita lalui, kamu pasti bisa sembuh dari penyakitmu, percayalah.." ucap Umar


"mas, membutuhkan biaya besar untuk menyembuhkan penyakitku mas, aku rela mas meninggalkanku" jawab Sarah


"Hei, mas nggak akan pernah meninggalkan kamu, berapapun biayanya mas akan berusaha agar kamu sembuh, kita masih ada harapan" ucap Umar


"mas, dokter bilang biaya operasi bis 30 juta lebih mas," saut Sarah


"kamu jangan khawatir, insyaallah sisa uang kemarin masih ada, rencana nabung buat naik haji kita tunda dulu, yang penting kesembuhan kamu yang paling utama" ucap Umar


"mas..." saut Sarah menangis


"sudah, pokoknya secepatnya kami harus melakukan operasi, setelah operasi apapun yang terjadi semua adalah kuasa dan takdir Allah, kita hanya bisa berusaha dan berdoa" jawab Umar


"Iya mas" saut Sarah


Sejak kecil Umar memang ingin sekali menjalankan ibadah haji di tanah suci. Begitu pun juga dengan Sarah yang sejak dari kecil ingin menjalankan ibadah haji.


Semenjak mendapat rezeki 500 juta dari buah kejujuranya, Umar dan Sarah tidak menghabiskan langsung uangnya untuk berfoya foya. Mereka berdua mampu mengatur keuanganya dengan baik. Bahkan mereka menyisihkan uangnya buat ditabung untuk naik haji bersama. Namun impian itu terpaksa mereka tunda karena biaya operasi Sarah yang membutuhkan biaya besar.


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2