Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
208. RUJAK CINGUR MBAH NIAH


__ADS_3

Sore hari setelah makan ayam geprek kampus. Mansur dan Risma memutuskan untuk pulang ke rumah. Di dalam mobil, Risma menonton youtube di ponselya. Risma sangat suka melihat vlog kuliner terutama makanan makanan yang ada di surabaya. Tanpa sengaja, Risma menemukan vlog youtube rujak cingur yang dijual oleh nenek nenek. Melihat judulnya saja Risma sudah sedih dan tidak tega untuk menontonya. Tapi karena penasaran, Risma menonton video itu.



Saat melihat video itu, Risma terharu melihat nenek penjual itu berjualan. Dalam videonya diceritakan nenek penjual rujak cingur itu memiliki panggilan Mbah Niah. Mbah Niah berusia 80 tahun. Rujak Mbah Niah memiliki harga 10 ribu per porsinya. Selain rujak cingur, Mbah Niah juga berjualan lontong mie. Mbah Niah mencuri perhatian lantaran membawa kisah yang tak kalah mengharukan. Diusianya yang sudah renta, Mbah Niah masih semangat berjualan meskipun tak jarang rugi.


Mbah Niah dan suaminya tinggal di ruang sempit berukuran 2 x 2,5 meter. Walaupun sudah sepuh, Mbah Niah menjadi tulang punggung keluarganya. Karena suaminya yang dulunya tukang becak sudah tidak bekerja lagi karena sakit sakitan. Mbah Niah dan suami juga tidak memiliki anak ataupun saudara. Sehingga Mbah Niah terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan suaminya.


Mbah Niah berjualan di sore hari hingga malam. Mbah Niah berjualan ketika toko yang ditempatinya berjualan sudah tutup. Penerangan saat berjualan juga mengadalkan lampu dari toko yang di tempatnya berjualan. Setiap hari, Mbah Niah harus mengeluarkan uang 40 ribu untuk membayar becak motor yang membawanya dari tempat tinggalnya ke tempat biasa berjualan rujak cingur. Pendapatanya berjualan rujak bahkan pernah habis hanya untuk ongkosnya


Tanpa disadari melihat video itu, Risma tiba tiba menangis. Risma benar benar tidak tega melihatnya. Mansur yang saat itu menyetir medengar isakan istrinya menangis. Mansur saat itu khawatir langsung mencoba bertanya pada istrinya yang sedang menangis.


"ris, mengapa kamu menangis?" tanya Mansur


"Mas, mbah nya ini kasihan," jawab Risma


"Lagi nonton apa emangnya?" tanya Mansur


"Ini Mas, aku nonton video rujak cingur Mbah di surabaya. kasihan mbahnya sudah 80 tahun masih berjualan. rujaknya dijual cuma 10 ribu," jawab Risma


"Di surabaya mana Mbah nya berjualan?" tanya Mansur


"Kita hari ini beli rujaknya ya Mas, ini alamatnya ada di Jalan KH Mas Mansyur No 70, Ampel, Kecamtan Semampir, Kota Surabaya," jawab Risma


"Iya boleh, tapi kita cari masjid dulu shalat ashar terus langsung berangkat beli rujaknya Mbah Niah. Lagian jualanya Mbah Niah di sore dan malam hari," ucap Mansur


"Iya Mas, disana juga ada lontong mie juga," jawab Risma


"Baiklah, nanti kita beli rujak sama lontong mie nya," saut Mansur


Tak lama kemudian, Mansur dan Risma melihat masjid di pinggir jalan. Mansur dan Risma kemudiam menunaikan shalat ashar di shaf yang berbeda. Risma walaupun kandunganya membesar drinya tetap menunaikan shalat. Di masjid, jamaah perempuan menuntun Risma berwudhu kemudian Risma menunaikan shalat dengan duduk. Risma memunaikan shalat dengan duduk karena kandunganya yang membesar membuatnya kesulitan melakukan gerakan rukuk dan sujud. Kaki Risma yang bengkak juga membuat Risma mudah lelah saat berjalan ataupun berdiri.


Setelah menunaikan ibadah shalat ashar, Mansur dan Risma melanjutkan perjalananya menuju tempat rujak Mbah Niah.


23 menit kemudian Mansur dan Risma melihat ada tiga orang megantri untuk membeli. Risma ingin beranjak dari mobil memesan rujak ke Mbah Niah, namun Mansur mencegahnya agar tidak turun dari mobil.

__ADS_1


"ris, kamu jangan turun dari mobil, biar mas aja yang pesankan rujaknya," ucap Mansur


"Tapi aku pingin ketemu mbah nya," jawab Risma


"Disana ada pembeli antri. kamu didalam aja nanti kecapekan," ucap Mansur


"Baik mas, aku pesan lontong mienya ya mas," jawab Risma


"Iya Mas akan pesankan, kamu tunggu saja disini," ucap Mansur


"Iya Mas," jawab Risma


"Janji ya, jangan kemana mana?" ucap Mansur


"Iya Mas, buruan sana beli," jawah Risma


"Ok, Mas akan ikut antri," saut Mansur


15 menit kemudian, Mansur membawakan dua piring berisi rujak cingur dan lontong mie. Serta Mansur juga membelikan satu bungkus rujak cingur ditaruhnya ke jok mobil. Risma penasaran untuk siapa satu bungkus rujak cingur itu langsung bertanya pada Mansur.


"Untuk Mak Endang, tadi mas pinginya beli banyak untuk dibagikan tetangga tapi banyak yang beli," jawab Mansur


"Mungkin karena banyaknya video dan berita tentang rujak cingut Mbah Niah. nanti pas habis makan kasih uang lebih saja Mbah nya," ucap Risma


"Iya, Mas tadi berpikiran seperti itu juga. mas seneng lihat kamu bilang gitu barusan. semoga anak kita nanti menjadi anak sholeh dan sholehah," jawab Mansur


"Iya Mas, amin..." saut Risma


"Sekarang kalau kita suap suapan aja gimana?" goda Mansur


"Mas, disini ramai. kita tidak di rumah. lagian kita kaya orang pacaran aja," jawab Risma


"Santai saja, kita masih ada dalam mobil. kalau kamu anggap kita kaya orang pacaran. anggap aja kita pacaran cap halal," saut Mansur


"Wah, mas makin kesini makin wow gitu deh. aku nggak nyangka Mas bisa romantis," jawab Risma

__ADS_1


"Iya Mas juga gak nyangka sih kamu ngatain Mas romantis. tapi Mas seneng kok.sekarang aku suapi kamu dulu," saut Mansur


"Baiklah," jawab Risma


Mansur dan Risma saling suap suapan hingga makananya habis. Risma sebenarnya yang tadi akan memakan lontong mie menjadi makan rujak cingur. Begitu juga dengan Mansur yang tadi mau makan rujak berubah menjadi makan lontong mie. Moment suap suapan romantis itu membuat Risma dan Mansur saling tertawa satu sama lain.


"Mas, kita itu kok aneh ya? padalan aku yang ingin lontong mie tapi kamu yang makan." ucap Risma


"Iya Mas juga baru nyadar. gak terasa Mas nyuapin kamu rujak cingur punya Mas sampai habis." jawab Mansur


"Mas, kita romantisnya kebablasen," saut Risma


"Gak apa apa, sama istri sendiri yang pentinh halal dan nikmat," goda Mansur


"Haha...besok aku coba bikin rujak kedondong terus Mas bikin tumis kangkung. nanti kita suap suapan sampai habis. ucap Risma


"Haha..Mas nyerah kalau sama yang masam masam," jawab Mansur


"kalau dedeknya pingin gimana?" tanya Risma


"dedeknya kasihan sama ayahnya, jadi ayahnya gak makan rujak kedondong," jawab Mansur


"Haha...Mas bisa aja" saut Risma.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


NB :


Teman temanku, author sama teman teman pernah makan rujak mbah niah. Yah walaupun porsinya sedikit rasanya enak kok teman teman.

__ADS_1


Author harap dengan membaca bab ini bagi teman teman yang sedang atau mau ke surabaya author saranin mampir beli rujaknya mbah niah itung2 juga membantu mbah nya. Bagi kalian yang mau bertemu mbahnya, pendengaranya si mbah emang kurang jelas. jadi kalian maklumin yahh jika terkadang mbah nya gak nyambung dan yang jelas ngelayaninya lama. kasihan mbah nya....


__ADS_2