
---- Di Rumah Umar dan Sarah ----
Siang hari, Umar dan keluarganya sedang menyantap makan siang. Di sela makan makan siang, Umar terlintas dipikiranya ingin memiliki seorang anak. Sudah 6 bulan Umar dan Sarah menikah, tetapi Umar dam Sarah masih belum menjalankan aktivitas intim layaknya suami istri pada umumnya. Bukan karena Umar dan Sarah saling menolak satu sama lain, melainkan Umar dan Sarah memikirkan kesiapanya memiliki anak. Mengingat dulu Umar dan Sarah masih hidup susah dan juga tidak mungkin melakukan aktivitas intim itu di kos kamar kecil yang terdapat Namira didalamnya.
Namun sekarang kondisinya berbeda, Umar berpikir kehidupanya sekarang jauh lebih baik. Umar bersyukur selama menikah dengan Sarah, dirinya merasa dimudahkan rejekinya. Pertama, Umar memenangkan hadiah utama jalan sehat sepeda motor. Dan yang kedua, Umar mendapat uang 500 juta keren berkah dari kejujuranya. Walaupun sekarang Umar dan keluarganya sudah tidak hidup susah lagi, tapi Umar ingin sekali memiliki anak dari Sarah. Setelah makan siang selesai, Umar mengajak Sarah bicara.
"dek, mas mau bicara sesuatu yang penting sama kamu" ucap Umar
"Iya mas, bicaralah aku akan mendengarnya"jawab Sarah
"dek, mas pingin kita punya anak, mas rasa sudah waktunya kita siap memiliki anak" ucap Umar
"aku rasa juga begitu mas," jawab Sarah
Di meja makan, Umar tidak menyadari masih ada Namira yang terduduk. Saat Namira mendengar ayah dan ibunya ingin memiliki anak tanpa ragu Namira dengan polosnya menegur ayahnya.
"ayah, namira kan anak ayah dan ibu, mengapa ingin punya anak? " tanya Namira
Umar mendekati putrinya lalu mengelus pipinya dan menciumnya kemudian berusaha menjelaskan maksud dari ucapanya.
__ADS_1
"namira sayang, emang namira tidak ingin punya adik?" tanya Umar sembari tersenyum
"namira akan punya adik?" tanya balik Namira
"iya sayang, nanti namira bisa main sama adik" jawab Umar
"aku tidak mau punya adek" saut Namira
Diluar dugaan, Umar mengira Namira akan senang dengan rencana adanya keluarga baru di rumah. Namun ternyata sebaliknya Namira menunjukan muka sedih. Namira berlari meninggalkan Umar dan Sarah yang masih terduduk di meja makan.
"Namira.." teriak Umar dan Sarah bersamaan.
Sarah merasa Namira tidak suka dengan rencana Umar. Sarah marah pada Umar karena Umar langsung terang terangan mengucapkan rencana itu pada Namira.
bicara hal ini dulu sama Namira" ucap Sarah
"dek, mas salah mengira, mas pikir namira akan senang dengan rencana ini" jawab Umar
"mas, namira pasti merasa kita sudah tidak sayang sama dirinya" saut Sarah
__ADS_1
"mengapa kamu bisa beranggapan seperti itu?" tanya Umar
"mas, namira itu masih kecil, dia masih belum mengerti, dia butuh waktu untuk itu, dia tidak mau kasih sayang kita terbagi mas" jawab Sarah
Umar mengusap wajahnya secara kasar dirinya menyesal karena tidak memahami perasaan Namira. Umar merasa malu dengan Sarah dirinya hanya bisa menyesali perbuatanya dan meminta maaf pada Sarah
"dek, mas minta maaf, mas tidak kepikiran itu, mas malu sama kamu dek, walaupun mas lebih lama hidup bersama namira, tapi ternyata kamu lebih mengerti dan memahami perasaan namira" ucap Umar
"mas, aku sekarang ibunya namira, mas jangan ngomong gitu, sekarang kita harus memberi pengertian pada Namira sama sama" jawab Sarah
"dek apakah mas sudah jahat sama namira, namira pasti membenciku dek" saut Umar
"mas, kamu adalah ayah terbaik untuk namira, perrcayalah mas, namira hanya butuh waktu, sekarang ayo kita ke kamar menemui namira, kita tenangkan namira bersama sama" jawab Sarah
Umar menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan pendapat Sarah. Sarah kemudian menuntum Umar berjalan ke kamar untuk menemui Namira.
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga