
Esok hari Umar, Sarah dan Namira sedang menyantap sarapan paginya bersama sama. Setelah makan pagi Umar mengajak Namira untuk berangkar sekolah.
"Namira, ayo kita berangkat" ucap Umar
"ayah tunggu, ikut aku sebentar di kamar" jawab Namira
"ada apa namira?" tanya Umar
"Udah, sekarang ayah ikut aku aja, nanti ayah akan tahu" jawab Namira
Namira menggandeng Umar nengajaknya ke kamarnya. Umar hanya pasrah mengikuti arahan putri kecilnya. Sarah yang masih berada di meja makan tersenyum senyum membuntuti mereka dari belakang
Sesampainya di kamar, Namira menyuruh Umar menutup matanya.
"ayah, sekarang tutup mata ayah dulu" ucap Namira
"Namira mau kasih ayah hadiah ya, kok ayah suruh tutup mata? tapi ayah kan nggak ulang tahun sekarang," saut Umar
"ayah tutup aja dulu matanya" ucap Namira
"baiklah ayah tutup mata, ayah merem nih" jawab Umar
Namira tidak yakin Umar benar benar memejamkan matanya. Namira menduga Umar mengintip sedikit. Tidak mau Umar mengintip, Namira menyuruh Sarah yang ada dibelakang menutupi mata Umar
"ibu, tutup mata ayah, ayah pasti ngintip" ucap Namira
"ayah masih merem kok, nggak ngintip" jawab Umar
"baik sayang, ibu tutup mata ayah" saut Sarah
__ADS_1
"kok kamu ikut ikutan Namira sih dek?" tanya Umar
"udah, nanti mas juga tahu" jawab Sarah
Sarah menutupi mata Umar dengan kedua tanganya. Namira kemudian mengambil hadiahnya dan disembunyikanya di belakang tubuhnya. Setelah sudah siap, Namira menyuruh Sarah membuka mata Umar
"ibu sekarang buka mata ayah dan ayah bukala matamu" ucap Namira
Sarah melepaskan tanganya dari mata Umar kemudian Umar membuka matanya perlahan melihat apa yang ada dihadapanya. Namira yang sudah siap langsung memulai aksi memberi kejutanya pada Umar
"ayah...Selamat Hari Ayah !!!!" teriak Namira sembari memberikan hadiahnya
Namira memberikan hasil karyanya yang dibuatnya kemarin bersama Sarah. Umar terkejut saat Namira memberinya hadiah di hari ayah. Umar sendiri tidak tahu kalau hari ini adalah hari ayah. Umar melihat hadiah dari Namira langsung menerimanya. Dibalik karya Namira, Umar membaca suatu tulisan yang dirinya kenal betul adalah tulisan Namira. Tulisan Namira di karyanya :
Selamat Hari Ayah....
Ayahku Hebat...
Namira sayang Ayah...
Terima Kasih Ayah...
Membaca tulisan dari putri kecilnya yang masih kelas 1 SD membuat Umar terharu hingga tanpa sadar air matanya menetes.Umar yang tersadar air matanya menetes langsing menguceknya kemudian merendahkan tubuhnya dan merentangkan tanganya isyarat menyuruh Namira memeluknya.
"Namira sayang, sini nak" ucap Umar
Namira langsung berlari dan mendaratkan tubuhnya kepelukan Umar. Dalam pelukanya Umar berterima kasih pada Namira.
__ADS_1
"Namira, ayah juga sayang Namira, terima kasih ya nak, anak ayah pinter, hadiahnya bagus, ayah suka" ucap Umar
"Namira juga sayang ayah, namira senang ayah suka hadiahnya" jawab Namira
Sarah yang melihat kedekatan Umar dan Namira ikut terharu. Sarah juga turut meneteskan air matanya membasahi pipinya.
Setelah lama berpelukan, Umar melepaskan pelukanya dari Namira kemudian teringat ucapan Sarah kemarin. Tanpa ragu Umar tidak memberitahunya secara langsung. Dirinya mengajak putri kecilnya pergi ke suatu tempat di hari minggu.
"Namira sayang, besok minggu ayah mau mengajak namira kesuatu tempat, namira mau kan?" tanya Umar
"dimana ayah? apakah ibu juga ikut?" tanya balik Namira
"iya, ibu juga ikut kok, untuk dimana tempatnya kamu akan mengetahuinya saat berkunjung kesana" jawab Umar
"iya ayah, namira sudah tidak sabar" jawab Namira
"iya sayang, sekarang kita pamit dulu sama ibu. ayah akan antar namira ke sekolah sekalian berangkat kerja" ucap Umar
"Iya ayah" jawab Namira
Umar dan Namira kemudian berpamitan dengan Sarah. Setelah berpamitan Umar mengantarkan Namira ke sekolah menggunakan motornya sekalian berangkat bekerja.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1