Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
119. POTONG BEBEK ANGSA


__ADS_3

--- Di Surabaya ----


3 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Windi diperbolehkan pulang karena kondisinya yang sudah membaik.


Semenjak kejadian Windi jatuh sakit hingga dirawat inap di rumah sakit, Yuda sangat siaga merawat Windi di rumah, apalagi jika masalah jadwal meminum obat, Yuda sampai mengatur alarm diponselnya dengan nada lagu potong bebek angsa agar Windi selalu tersenyum dan tertewa saat mendengarnya karena lucu.


Yuda dan Windi selama beberapa hari ini memang tinggal serumah. Tapi Yuda da Windi sadar mereka berdua belum halal seutuhnya hingga pada waktu malam hari Yuda dan Windi tidur dikamar terpisah. Selain itu Yuda juga sudah izin dan laporan kepada ketua RT dikompleksnya.


----------


Esok hari, Windi terbangun dari tidurnya ingin memasak makanan. Tapi saat Windi hendak memasak di meja makan sudah ada makanan di meja masih terbungkus kantung plastik dan nota pembayaran. Selain itu Windi terkejut melihat satu lembar kertas dibawah kantung plastik saat hendak memindahkan makanan di piring. Windi mengambil lembar kertas itu dan ternyata ada tulisan.


Untuk Calon Istri Tersayang❤


Sajikan makananya dipiring dan langsung sarapan saja duluan, aku masih lari pagi,


ingat..jangan sampai kamu sakit lagi karena telat makan...


Dari Calon Suamimu


Windi tersenyum membaca surat dari Yuda. Windi juga tiba tiba teringat masa masa dulu juga pernah meninggalkan surat untuk Yuda dibawah bantal saat hendak kabur dari rumah sakit.

__ADS_1


Dengan wajah berseri seri Windi menyiapkan makanan dalam piring. Setelah menyiapkan makanan dalam piring, Windi berinsiatif menunggu Yuda kembali pulang dari lari paginya, tak peduli Yuda nanti akan marah karena khawatir padanya Windi hanya ingin berbicara hal yang penting pada Yuda setelah ini


10 menit kemudian Yuda sudah pulang dengan keadaan penuh keringat di kaosnya. Yuda ingin bergegas dikamar mandi, tapi saat bergegas ke kamar mandi dirinya melihat Windi terduduk di meja makan belum memakan makananya. Yuda merasa Windi tidak membaca suratnya langsung menghampiri Windi dan bertanya


"win, kok belum dimakan? kamu tidak baca surat di bawah bungkus makanan tadi?" tanya Yuda


"aku sudah baca, aku memang sengaja nunggu kamu" jawab Windi


"mengapa kamu menungguku? kamu satu menit lagi harus minum obat" saut Yuda melihat jam di ponselnya


"sekarang kamu mandi dulu terus kita makan sama sama, jangan protes, karena ada sesuatu yang akan aku bicarakan" ucap Windi


🎶🎶🎶


Potong bebek angsa ,angsa dikuali


Nona minta dansa, dansa empat kali


Serong kekiri , Serong kekanan


La la la la la la la la la la la

__ADS_1


Windi tertawa terpingkal pingkal seketika mendengar nada alarm jadwalnya minum obat. Kali ini Windi melepaskan tawanya karena lagunya terdengar sampai habis, biasanya saat masih terdengar bait lagu pertama Yuda sudah mematikan alarm di ponselnya. Yuda senang melihat tawa Windi yang lepas, tanpa sungkan Yuda langsung mencoba menggoda Windi


"win, kamu suka lagu anak itu?" ucap Yuda


"iya mas, lucu banget, kamu bisa aja nyetel alarm nada begitu" jawab Windi


"karena sama kaya apa katamu, lucu aja hehe, kalau kamu suka kamu nyoba nyanyi lagu itu deh pas nanti habis minum obat" goda Yuda


"ih kamu bisa aja deh, aku kan udah gede, malu lah" jawab Windi


"ya anggap aja latihan belajar momong anak anak kita nanti, pas kita nanti udah nikah kamu harus siap bertempur denganku agar cepat dapat nanti" goda Yuda


"Ih pikiranmu aneh aneh, udah sana mandi," saut Windi kesal


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2