
Pasca terjadinya perdebatan antara Bu Sonya dan Yossy di siang hari. Waktu makan malam telah tiba, suasana nampak hening di meja makan tidak ada pembicaraan atau keramaian. Yossy, Bu Sonya dan Pak Johan masing masing hanya berfokus pada makananya dan meyantap makananya dengan lahap.
Setelah selesai makan malam, Bu Sonya memecah keheningan dengan tiba tiba menyidir Melisa
"mel, saya harap kamu jangan sampai jatuh cinta ya sama yossy, karena kamu pasti tahu lah alasan saya tidak merestuinya" ucap Bu Sonya
"iya nyonya, saya hanya pelayan disini" jawab Melisa
"Nah, bagus awas saja ya kalau kamu menggoda Yossy biasanya banyak tuh di berita kriminal seorang pelayan yang menggoda majikanya, mencuri uang, saya mau antisipasi hal itu" saut Bu Sonya
"Iya nyonya saya mengerti" jawab Melisa lirih
"dan juga, bahkan ada berita asisten rumah tangga membunuh majikanya, saya sebenarnya sedikit takut memperkerjakan asisten rumah tangga" ucap Bu Sonya
"saya tidak mungkin melakukanya nyonya" jawab Melisa
"Eits..bisa jadi kan, kamu cinta sama anak saya pingin dapat restu, tiba tiba kamu punya rencana bunuh saya dan suami saya. ingat itu baik baik, kamu disini dibayar ya?" saut Bu Sonya
Yossy sangat geram dengan perlakuan Bu Sonya pada Melisa. Yossy menatap Melisa matanya berkaca kaca. Tanpa ragu Yossy mendubrak meja makan dan langsung menyelah ucapam Bu Sonya
"Brukk"( Yossy menggebruk meja)
"Cukup bi, Cukup !!!" tegas Yossy
"yos, kok kamu marah? ada yang salah dari ucapan bibimu ini" jawab Bu Sonya
"iya yos, bibi kamu benar, mengapa kamu marah" saut Pak Johan
"Aku mencintai Melisa, Aku ingin menikah dengan Melisa, Melisa adalah orang baik dia tidak seperti itu" ucap Yossy
Bu Sonya menggebrak mejanya dan langsung menegur Yossy
"Brukkk" (Bu Sonya menggebrak meja)
"yos, dia hanya pelayan yos !!!, dia miskin itu merupakan hina dan aib di keluarga ini, sadar kamu yos !!!, bibi dan paman akan mencarikan wanita lain yang sederajat dengan keluarga kita" tegas Bu Sonya
"Bibi dan Paman tidak berhak mencampuri urusanku, kalian berdua bukan orang tuaku" jawab Yossy
"Eh sadarlah yos, orang tuamu sudah tiada karena siapa !!! karena kakak dari pelayan ini yoss !!! apa kamu lupa tujuan awal kamu membawanya kesini?" saut Bu Sonya
"Aku tidak peduli, aku mencintai Melisa" jawab Yossy
"Oh baiklah apa kamu lupa ingin mendekati Melisa untuk balas dendam pada keluarganya, kamu kan yang menginginkanya? bibi rela membayar preman demi agar dendamu tuntas. Dan sekarang bibi yakin dia sudah kotor" saut Bu Sonya
Degg
Melisa terkejut dan tidak menyangka rahasia besar dari Yossy yang ingin balas dendam kepada keluarganya. Melisa menangis karena baru mengetahui bahwa kakaknya yang dipenjara telah melecehkan kakak Yossy. Melisa hatinya hancur berkeping keping mendengar kenyataan pahit dari Bu Sonya. Tanpa berpikir panjang Melisa menyela ucapan dari Bu Sonya
"nyonya, aku minta maaf atas kesalahan keluargaku pada nyonya. kakaku sudah dipenjara, nyonya jangan khawatir aku akan pergi dari sini, aku permisi" ucap Melisa berlari meninggalkan rumah yossy
Yossy sungguh terpukul dengan situasi ini. Tanpa berpikir panjang dirinya mengejar Melisa tanpa pamit ke paman dan bibinya.
Tak butuh waktu lama, Yossy berhasil menemukan Melisa di jalanan yang tak jauh dirumahnya. Yossy memegang erat tangan Melisa dirinya menangis dan meminta maaf
"mel, aku minta maaf aku menyesal, aku mencintai mel, jangan tinggalkan aku" ucap Yossy
"lepas kak, kita belum muhrim, sebaiknya kita akhiri pacaran kontrak ini" jawan Melisa
Yossy melepaskan tangan Melisa, kemudian meminta maaf pada Melisa
"mel, aku minta maaf, aku mohon jangan tinggalkan aku" ucap Yossy
"apa balas dendamu ke keluargaku belum cukup karena aku belum sempat dilecehkan dua preman itu ?" tanya Melisa
"Mel, tolong dengarlam penjelasanku dulu" jawab Yossy
"iya tidak perlu dijelaskan, kamu ingin aku seperti kakakmu kan? mengapa kamu menyelamatkanku? aku ikhlas menerima itu semua jika itu membuatmu dan keluargamu senang, aku sudah tidak memiliki tujuan hidup" jawab Melisa
"karena saat itu aku sadar kalau aku mencintaimu, aku tidak akan membiarkan keperawananmu direbut preman itu" saut Yossy
"sekarang kamu masih ingin menahanku pergi karena itu, kamu ingin memangsaku dengan liar hingga membuatku masuk rumah sakit jiwa? lakukan saja yos, aku ikhlas, ayolah lampiaskan dendamu kepadaku" ucap Melisa menangis
__ADS_1
"aku bukan hewan, aku hanya seorang pria yang sekarang mencintai wanita dihadapanya, dan wanita itu adalah kamu, aku ingin membahagiakanmu" tegas Yossy
"kalau kamu ingin aku bahagia, lepaskan aku dan tolong lupakan aku, jangan pedulikan aku lagi, terima kasih dulu kamu telah meyelamatkanku, aku akan pergi" jawab Melisa berlari meninggalkan Yossy
"Maafkan aku melisa, aku mencintaimu, aku akan membuktikan cintaku padamu, tunggu aku.." batin Yossy
---- Flashback On -----
1 tahun yang lalu
Faris berpamitan pada nenek dan adiknya untuk bekerja dikantor. Dalam keluarganya. Faris adalah tulang punggung keluarga, jadi tidak heran adik dan neneknya bergantung kepadanya
"nenek, melisa, aku pamit dulu mau berangkat ke kantor" ucap Faris
"Iya nak, semoga kerjamu hari ini lancar" jawab nenek
"kak, kok kerjanya malam malam sih di kantor?" tanya Melisa
"ih bawel banget, aku memang kerjanya malam, udah ah aku berangkat dulu" jawab Faris
Faris meninggalkan rumahnya dan pergi bekerja. Faris sebenarnya tidak berangkat ke kantor melainkan mendapat tugas dari bos nya untuk merampok seseorang.
Faris memang berpakaian seperti orang kantoran. Sehingga tidak ada yang mencurigai kalau dirinya adalah preman.
Di suatu kafe, Faris melihat seorang gadis yang cantik sepertinya gadis konglomerat. Faris berusaha mendekati gadis itu dan mengajaknya berbisnis.Dan jelasnya bisnis itu cuma akal akalan Faris
"Hai, cantik" sapa Faris
"Hai" jawan gadis itu
"maaf kalau aku buat kamu tidak nyaman, perkenalkan namaku Faris, aku ingin menawarkan kontrak bisnis skincare kepadamu, kalau boleh tahu siapa namamu?" ucap Faris
"aku laila" jawab gadis itu
Faris melihat gadis itu sangat menggairahkan hasratnya. Tanpa ragu Faris langsung mengaja Laila pergi kesuatu tempat untuk menjalani bisnis akal akalanya
"Laila, kalau kamu mau aku ingin mempertemukan kamu dengan bosku membahas bisnis skincare, apa kamu mau?" tanya Faris
"kamu ikut saja aku, ayo" jawab Faris
Faris dan Laia menaiki taksi menuju suatu tempat. Faris mengajak Laila di hotel bintang 5. Dan tentunya adalah rencana bos Faris yang menyewakan kamar hotel. Laila benar benar lugu mempercayai ucapan Faris hingga akhirnya dirinya tersadar dijebak saat Faris mengunci pintunya.
"mengapa di kunci? mana bosmu?" tanya Laila
"akulah bos nya" jawab Faris
Faris melemparkan tubuh Laila diranjang tanpa permisi langsung melucuti pakaian Laila
"aku mohon lepaskan aku !!!" teriak Laila
"maaf Laila sayang, nikmatilah malamu" jawab Faris
"Tidak !!!" teriak Laila
Faris mencium seluruh bagian tubuh Laila dan memasukan keperksaanya di sarang Laila tanpa pemisi. Laila menangis dan mengerang kesakitan saat dirinya digauli oleh Faris.
Setelah puas memuaskan hasratnya, Faris mengambil uang dalam tas Laila kemudian pergi meninggalkanya. Saat Faris keluar kamar, tidak sengaja garak geriknya dilihat oleh penghuni hotel yang berprofesi sebagai polisi. Polisi itu berpakaian casual biasa karena memang sedang berlibur bersama istrinya.
Polisi itu curiga dengan sesuatu dalam kamar di sampingnya. Tanpa ragu polisi itu memasuki kamar sampingnya melihat seorang gadis yang habis dlecehkan. Polisi itu kemudian memanggil istrinya dikamar untuk menjaga seorang gadis di kamar sebelah dan memanggilkan dokter
"dek,, tolong kamu jaga gadis di kamar sebelah, aku akan mengejar penjahatnya, tolong kamu juga hubungi dokter" ucap polisi itu
"iya mas" jawab istrinya
Polisi itu menelepon anak buahnya untuk mencari penjahat yang berkeliaran disekitar hotel. Dan benar saja, Faris masih belum jauh dari hotel. Dirinya sedang menyantap makanan di restoran milik hotel. Faris merasa penampilanya bisa menutupi penyamaranya. Namun pikira itu salah besar, polisi yang melihat Faris kabur dari kamar berhasil menangkap Faris
"Angkat tangan !!! Menyerahlah " teriak polisi itu
Faria mengangkat tanganya dengan ketakutan. Faris tidak bisa berbuat apa apa akhirnya pasrah menyerahkan dirinya ke kepolisian.
Sementara disisi lain, Laila sangat terpukul dengan kejadian pelecehan yang dirinya alami. Laila terguncang jiwanya hingga akhirnya Bu Sonya memasukan Laila kerumah sakit jiwa untuk menjalankan perawatan. Yossy menangisi kakaknya yang ada di rumah sakit jiwa. Yossy ingin menjenguk kakaknya tapi dicegah oleh Bu Sonya karena kondisi Laila yang belum stabil
__ADS_1
"bi..aku mau bertemu kak Lalila bi" rengek Yossy
"Yos, sabarlah, kita belum bisa jenguk kakakmu" jawab Bu Sonya
"bi..aku nggak terima semua ini bi" saut Yossy
"aku akan menghubungi ayah dan ibumu" jawab Bu Sony
Tut..Tut...
📞 "Hallo, nyonya?" tanya pelayan rumah
📞 "Dimana kakaku mengapa kamu yang mengangkatnya" jawab Bu Sonya
📞 "Nyonya Yohanes terkena serangan jantung nyonya, sekarang dilarikan ke rumah sakit" saut pelayan
📞"baiklah aku dan yossy akan ke rumah sakit, kami masih ada di rumah sakit jiwa" jawab Bu Sony
Tut...Tut..
Setelah memutus teleponya dengan berat hati, Bu Sonya memberi tahu Yossy kalau ibunya dirumah sakit
"yos, sekarang ibu dirumah sakit, ayo kita temui ibumu" ucap Bu Sony
"ibu mengapa bi?" tanya Yossy
"ibumu terkena serangan jantung saat tahu kondisi Laila, ayo Yos" jawab Bu Sonya
Bu Sonya menggandeng tangan Yossy yang lemas menuju rumah sakit.
10 menit kemudian, saat dirumah sakit Bu Sonya dan Yossy melihat pelayan menangis. Bu Sonya mencoba menanyai pelayan yang berada di rumah sakit.
"Bagaimana kondisi kakak iparku?" tanya Bu Sonya
"Ibu nggak apa apa kan bi" saut Yossy menangis
"Nyonya Yohanes meninggal dunia nyonya,tadi saya juga dapat kabar dari kantor kalau Pak Yohanes mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat Nyonya" ucap pelayan
Degg
Yossy langsung tak kuat menahan tubuhhnya berdiri saat mendengar kabar ayah dan ibunya meninggal. Bu Sonya juga terpukul, tapi dirinya harua tegar menenangkan Yossy
"Yos, kamu yang tabah ya? ibu dan ayahmu pasti sudah tenang disana" ucap Bu Sonya
"Tidak !!!!" teriak Yossy menangis
"Yos, kamu masih ada bibi, masih ada paman, kamu yang kuat ya yos" ucap Bu Sonya yang juga menangis
"Aku tidak terima bi, aku akan melenyapkan keluarga dari preman itu, aku akan mencari tahu keberadaan keluarga preman itu" ucap Yossy
"kalau itu bibi terserah kamu yos, kamu haru bisa mengikhlaskan ayah ibumu" saut Bu Sonya
"iya bi" jawab Yossy
Bu Sonya kemudian memeluk Yossy yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.
---- Flashback Off -------
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga