
---- Di pasar ----
Hakim mengendarai mobilnya ke pasar untuk mencari mangga apel untuk istrinya yang sedang mengidam. Jujur saja Hakim tidak mengetahui bagaimana bentuk buah yang akan dibelinya. Hakim membayangkan bentuk buah manggap apel saja sudah terbayang aneh menurutnya.
Sesampainya dipasar, Hakim menyusuri toko buah dan dirinya melihat ada mangga dimana mana. Banyaknya penjual mangga dipasar membuat Hakim semangat ingin segera membeli mangga. Di toko buah, Hakim mencoba bertanya pada penjualnya ingin mencari buah mangga apel
"permisi bu, saya mau bertanya, mangga apel itu yang mana ya bu?" tanya Hakim
"wah, saya gak jual mangga apel pak, jenis buah itu lumayan langka, ini kalau bapak mau ada mangga manalagi, mangga madu, mangga gedong, mangga cengkir" jawab penjual
"kalau gitu saya permisi bu, saya nyarinya mangga apel" saut Hakim
"iya pak, mangga apel memang susah dicarinya dipasaran, semoga cepat dapat buahnya" jawab penjual
"iya bu, terima kasih informasinya" saut Hakim
Hakim mencoba mencari lagi di toko buah yang jaraknya tidak jauh dari toko buah pertama yang tadi dikunjunginya. Namun hasilnya nihil tidak ada penjual mangga apel di pasar.
30 menit kemudian, Hakim sudah berjalan mengelilingi pasar tapi Hakim tidak menemukan yang namanya buah mangga apel. Hakim bergidik kesal tidak menemukan buah mangga apel yang dicarinya
"ini pasar kok gak ada yang jual mangga apel ya, mangga apel itu bentuknya kaya gimana coba,kalau gak demi calon anaku gak bakalan deh aku terus nyari, aku akan mencoba terus mencarinya" gerut Hakim
1 jam kemudian, Beberapa pasar dan supermarket telah dikunjungi Hakim , namun tidak ada yang menjual mangga apel. Hakim menyerah, dirinya akhirnya hanya bisa pasrah dan siap akan dimarahi istrinya karena tidak dapat mangga apel. Hakim juga menyadari mencari buah mangga apel memang sangat susah.
__ADS_1
Di perjalanan pulang, Hakim yang mengemudkan mobilnya tiba tiba bertemu seorang kakek tua dijalanan yang nampaknya bingung hendak mau menyeberang jalan. Hakim merasa kasihan dengan kakek itu mencoba menghentikan mobilnya lalu menghampiri kakek itu dan bertanya
"kek, apa kakek mau menyebrang" tanya Hakim
"iya nak, kakak mau menyebrang" jawab Kakek itu
"kakek mau kemana?"tanya Hakim
"kakek mau pulang nak, tapi tidak tahu jalan pulang, ini alamat rumah kakek" jawab kakek menyerahkan kertas kecil pada Hakim
"oh..ini saya tahu kek tempatnya, kakek mau saya antar?" tanya Hakim
"Boleh nak, terima kasih" jawab Kakek
Hakim menuntuk kakek itu memasuki mobil lalu mengemudikan mobilnya ditempat yang dituju. 20 menit kemudian, mobil yang dikemudi Hakim telah sampai dirumah kakek. Hakim hendak ingin pamit pulang, tapi kakek itu menyuruh Hakim mampir dirumahnya.
Dirumah kakek, Kakek mengajak Hakim duduk diruang tamu. Kakek itu memulai pembicaraan dengan bertanya nama Hakim
"nak, namamu siapa?" tanya Kakek
"nama saya Hakim kek, Kakek sendiri namanya siapa?" jawab Hakim
"saya Susono" jawab kakek
__ADS_1
"Oh iya kek" saut Hakim
Hakim dan Kakek Susono akhirnya berbincang bincang cukup lama masalah kehidupanya. Hingga di tengah tengah perbincanganya Hakim menceritakan istrinya yang hamil dan mengidam.
"istri saya hamil tiga bulan kek, sekarang ngidam mangga apel tapi susah saya tidak bisa mencarinya" ucap Hakim
"Oh..mangga apel , petik saja nak, dibelakang rumah kakek ada pohon mangga apel yang berbuah" jawab Kakek Susono
"alhamdulillah...terima kasih kek" ucap Hakim
"sudahlah, ambil saja yang banyak,kasihan istrimu dirumah" saut Kakek Susono
"iya kek" jawab Hakim
Mendengar ucapan kakek Susono, Hakim merasa dapat rezeki durian runtuh. Hakim hatinya sangat berbunga bunga dan sangat senang. Dengan sangat antusias Hakim ingin bergegas memetik mangga apel di pohon milik Kakek Susono.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1