Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
98. TETAP BERSYUKUR


__ADS_3

---- Di Surabaya ----


Seharian penuh sejak pagi, Umar berusaha mencari pekerjaan sampingan, namun hari ini Umar tidak mendapat pekerjaan yang sesuai ekspetasinya sebagai guru, Hari ini Umar diterima kerja sebagai petugas kebersihan di kampus tempat Sarah kuliah. Walaupun hanya berkerja sebagai petugas kebersihan dirinya tetap bersyukur.


Saat Umar sampai dalam kos, Umar melihat Sarah sedang membungkus keripik tempe dalam kemasan sambil menemani Namira tertidur.


"Assalamualaikum" ucap Umar lirih


Sarah tidak melihat Umar datang bahkan tidak mendengar salam dari Umar karena Sarah sangat antusias melakukan kegiatan barunya membungkusi keripik tempe dalam kemasan.Umar merasa bahagia melihat istrinya sangat menyayangi dirinya dan putrinya. Umar yang berdiri dari pintu, menghampiri Sarah beranjak duduk disampingnya tiba tiba mengecup pipi Sarah.


"cup" (Umar mencium pipi Sarah)


"Eh..mas" ucap Sarah terkejut


"mas salam kok nggak dijawab, assalamualakum" ucap Umar


"eh..waalaikumsalam, mas sudah dari tadi datang, maaf mas Sarah terlalu fokus membungkus keripik ini, mas mandi dulu nanti aku siapin makananya" jawab Sarah


"baik , mas mandi dulu" saut Umar


Umar berjalan ke kamar mandi sambil tersenyum senyum.Dirinya bersyukur mendapat sosok pendamping hidup yang perhatian kepada dirinya dan anaknya. Walaupun anaknya yang bernama Namira bukan anak kandungnya melainkan anak kandung dari kakaknya yang sudah meninggal.


15 menit kemudian, setelah mandi Umar kembali menuju kamar. Sesampainya dikamar Umar merasa kasihab melihat istrinya dengan wajah lelah menyiapkan hidangan tumis tahu dan kacang panjang untuknya.Umar menarik tangan Sarah yang hendak melanjutkan aktivitasnya mengemasi keripik tempe


"dek, temani mas makan, adek pasti lapar" ucap Umar


"mas duluan aja tidak apa apa, jam 5 sore nanti ini harus selesai terus aku antar ke teman kos sebelah kamar kita" jawab Sarah


"dek, besok tidak usah bekerja, cukup ngajar TPQ aja sama mas, mas sudah dapat pekerjaan di kampus tempat adek kuliah sebagai petugas kebersihan, insyaallah mas bisa menanggung kebutuhan hidup kita" ucap Umar

__ADS_1


"alhamdulillah mas, tapi aku ingin meringankan bebanmu mas, itung itung agar kita bisa menabung" jawab Sarah


"dek, kamu terlihat lelah seharian ini, ini tanggung jawab mas, mas tidak tega melihatmu menderita" ucap Umar


"mas, kumohon biarkan aku membantumu, aku tidak apa apa mas, kita akan berjuang bersama sama" jawab Sarah


Umar sudah pasrah tidak dapat mencegah istrinya bekerja dengan tujuan ingin meringankan bebanya. Umar tidak merespon ucapan isrtrinya tiba tiba langsung menyuapkan makananya dengan sendok ke mulut Sarah.


"mas..." ucap Sarah sambil mengunyah makananya


"lanjutkan saja aktivitasmu dek, karena kamu tidak mau makan, mas akan menyuapi kamu makan dulu baru mas akan makan" jawab Umar


Umar terus melanjutkan suapan makananya ke mulut Sarah, Sarah terharu dan bersyukur memiliki suami yang perhatian padanya.Jika dibandingkan dengan suaminya, justru Sarah kasihan melihat suaminya yang sudah jelas jelas suaminya lebih lelah seharian diluar mencari pekerjaan hingga akhirnya bekerja sebagai petugas kebersihan. Saat suapan ke empat hendak masuk ke mulut Sarah, Sarah menghentikan suapan makanan dari Umar


"mas cukup, mas harus makan" ucap Sarah


"Tidak mas, mas seharian penuh sudah lelah, mas harus makan, aku tidak mau mas sakit" bantah Sarah


"kalau begitu kita makan sama sama, tinggalkan dulu aktivitasmu itu atau mas tidak mau makan" ancam Umar


Sarah terdiam akhirnya menghentikan aktivitasnya membungkus keripik tempe demi perintah suaminya yang mengajaknya makan bersama. Sarah dan Umar menyantap makananya bersama sama hingga tak bersisa. Setelah makan, Sarah bergegas kedapur mencuci piring dan gelas sisanya makan bersama suaiminya.


Selesai mencuci gelas dan piring,Sarah kembali ke kamar melihat suaminya membungkus keripik tempe dalam kemasan. Sarah yang mengetahui suaminya membantu aktivitasnya menegurnya karena Sarah tidak mau suaminya kelelahan


"mas, sudah jangan ikut membantu, kamu tidur saja sana kamu pasti lelah, kamu temani Namira tidur, nanti pas Namira bangun aku mau memandikanya" ucap Sarah


"Sudah dek, mas tidak apa apa, kalau mas suruh tidur, adek juga harus tidur" jawab Umar


"hmm..baik mas boleh ikut bantu" saut Sarah dengan wajah cemberut

__ADS_1


Umar yang mengetahui istrinya cemberut, dirinya semakin gemas dengan istrinya, dirinya punya ide berinisiatif menggoda istrinya.


"marah ya sama mas?" tanya Umar


"tidak" jawab Sarah


"dek, mas boleh jujur nggak sama masakanmu tadi" saut Umar


Deg..


Sarah terlihat panik dan berpikir suaminya kecewa terhadap masakan


"katakan mas, apa tidak enak?" jawab Sarah


"masakan kamu enak kok dek, apalagi lebih enak lagi pas makan lihat senyum manismu yang terukir indah" goda Umar


"mas...udah jago gombal nih" saut Sarah


"hmmm...gombal sama istri sendiri kan boleh hehe..." ucap Umar


"ah...mas bisa aja.." saut Sarah masih malu malu


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2