Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
68. RAHASIA UMAR


__ADS_3

4 hari sudah berlalu Mansur dan Risma berencana kembali ke jakarta menemui keluarganya.Risma dan teman temanya kali ini pulang terpisah. Windi tidak ikut di jakarta karena mengunjungi sepupunya di Malang, sementara Poppy , Olivia dan Ulfa berencana melanjutkan liburanya di Bali.


Sebenarnya Risma ingin sekali ikut liburan di Bali, tapi keinginan itu terpaksa diurungkan karena rindu dengan orang tuanya di jakarta. Sebelum kembali ke jakarta Mansur mengajak Risma terlebih dahulu menemui Umar untuk berpamitan dan membicarakan sesuatu.Tak membutuhkan waktu lama, Mansur dan Risma sampai di rumah Umar dan obrolan mulai terjadi di ruang tamu.


"mar, hari ini aku dan istriku pamit ke jakarta untuk menemui keluarga kami" ucap Mansur


"iya sur, terima kasih selama ini kamu sudah ikut repot dirumahku padahal kamu tamuku" jawab Umar


"justru aku mar yang berterima kasih denganmu karena kamu telah mengizinkanku tinggal dirumahmu" ucap Mansur


"santai aja sur, kita kan sahabat, jangan sungkan sungkan" jawab Mansur


"hmm...mar aku ingin menawarkan sesuatu padamu" jawab Mansur


"penawaran apa sur?" tanya Umar


"Di surabaya, aku mendirkan TPQ Al Wafaa di samping rumahku, TPQ ini sudah beroperasi 4 bulan, aku ingin kamu menjadi bagian dari pengurus TPQ disana" ucap Mansur


Umar masih terdiam dan mencerna perkataan Mansur


"selama aku sibuk, aku ingin kamu menggantikanku menjadi kepala pengelolah TPQ, karena aku ingin mengangkatmu jadi wakilku" lanjut Mansur


Degg


Umar sangat terkejut dengan penawaran Mansur. Selama ini, Umar mampu bertahan hidup bersama keponakanya bernama Namira. Namira adalah gadis cantik yang masih baru berusia 6 tahun. Sejak berumur satu tahun, Namira sudah menjadi yatim piatu. Umar yang sangat menyayangi Namira, dirinya merasa tidak tega meninggalkan Namira di rumah sendiri dan menolak permintaan Mansur


"maaf sur, aku masih belum bisa menerima tawaranmu itu, sebenarnya aku disini tinggal bersama keponakanku Namira, setiap pagi saat aku berjualan siomay aku menitipkanya ke tetangga sebelah" ucap Umar

__ADS_1


"tapi beberapa hari aku menginap di rumahmu aku tidak menemui keponakanmu itu" jawab Mansur


"iya dia memang belum bertemu dirimu, dia gadis pemalu jika bertemu orang asing, saat dia tahu kamu tidur disini saja, dia pergi kerumah tetangga sebelah bahkan menginap disana" ucap Umar


"mar, aku jadi tidak enak sama keponakanmu itu" jawab Mansur


"Paman !!!" (teriak gadis kecil menghampiri Umar)


"Namira...sini nak... kenalin ini namaya om mansur dan ini namanya tante risma, mereka sahabat paman" ucap Umar sambil memangku Namira


"Hallo..Namira..." sapa Mansur


Namira refleks memeluk dan menenggelamkan kepalanya di dada Umar karena memang pemalu dan takut dengan orang asing. Umar menenangkan Namira agar tidak takut dengan Risma dan Mansur


"Namira, om dan tante ini sahabat paman, namira tidak boleh takut, mereka orang baik, ayo salim dulu sama om dan tante" ucap Umar


Umar melepaskan pelukanya dari Namira perlahan, dan menuntunya agar Namira bersalaman dengan Mansur dan Risma


Risma merasa meihat Mansur yang berbunga bunga melihat anak kecil merasa bersalah. Sudah hampir 6 bulan menikah tapi Mansur dan Risma tidak pernah melakukan hubungan intens layaknya suami istri pada umumnya. Risma memang sudah mencintai Mansur tetapi dirinya belum siap jika melakukan itu


Mansur masih asyik menggendong Namira. Mansur dan Namira terlihat sangat akrab saat pertama kali berkenalan. Namun saat itu juga Mansur melihat istrinya melamun seperti memikirkan sesuatu. Tanpa berpikir panjang Mansur memegang pundak Risma sontak membuat Risma terkejut


"Eh...mas" ucap Risma


"apa ada yang menganggu pikiranmu?" jawab Mansur


"tidak mas, aku hanya memikirkan oleh oleh untuk ayah dan ibu nanti pas kita di jakarta" saut Risma berbohong

__ADS_1


Mansur menyadari niat awal bertemu Umar adalah berpamitan dan menawarkan pekerjaan.Tapi dirinya terbawa suasana bermain bersma Namira.


"eh, iya sudah siang keburu disana kemalaman, ya sudah mar kami mau pamit dulu ya" ucap Mansur sambil menurunkan Namira dari gendonganya


"iya sur kamu hati hati ya" jawab Umar


"mar, ini alamat TPQ Al Wafaa , aku berharap kamu mau jadi wakilku dan meggantikanku saat aku sibuk. kamu juga boleh bawa Namira disana" ucap Mansur memberikan kertas kecil pada Umar


"akan kupikirkan sur," jawah Umar


"TPQ Al Waffa hanya ada tiga guru yaitu aku, hakim, dan sarah, sekarang hanya ada sarah disana, aku harap kamu bisa membantuku, ini juga demi masa depan Namira juga kan? sebaiknya kamu tidak menolaknya, kamu bisa datang kapan saja" ucap Mansur


Mansur dan Risma akhirnya berpamitan keluar dari rumah Umar bergegas menaiki mobil kemudian melanjutkan perjalananya ke jakarta....


Visual Toko


Umar



Namira



-----------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2