Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
124. PENGAWASAN KETAT


__ADS_3

Aisyah dan Risma beranjak dari tempat duduknya bergegas menuju kamar. Mansur dan Hakim heran dengan tingkah istrinya mencoba menghentikan langkah istri mereka menuju kamar.


"Stop" ucap Mansur dan Hakim bersamaan


"Ada apa mas?" tanya Risma


"Kalian berdua mengapa bicara empat mata dikamar, disini aja tidak apa apa jadi ada delapan mata" jawab Mansur


"Iya benar, kan lebih enak delapan mata" saut Hakim membela Mansur


"Eh..ini urusan sesama wanita mas yang harus aku bicarakan pada Aisyah" ucap Risma


"urusan wanita? apa itu?" tanya Mansur


"Apakah urusan masakan, belanja atau mungkin urusan make up? tidak masalah kan kita berempat bicaraka disini saja" saut Hakim


Aisyah yang paham yang maksud Risma menggelengkan kepalanya melihat tingkah suami dan kakak iparnya


"bukan itu mas, ini urusan wanita lain lagi, kalian tidak paham karena kalian tidak pernah merasakanya" jawab Aisyah


"maksudnya ?" saut Mansur dan Hakim penasaran


"ya udah syah, percuma kita jelasin mereka tidak paham, ayo kita ke kamar" ajak Risma


"iya mbak" jawab Aisyah


Risma dan Aisyah meninggalkan Mansur dan Hakim di ruang tamu. Dengan rasa masih penasaran, Mansur dan Hakim mencoba menebak nebak apa yang dibicarakan istrinya

__ADS_1


"mas, kira kira apa ya yang dibicarakan mbak sama aisyah" tanya Hakim


"mas juga gak ngerti, mungkin risma mau tanya resep teh bikinan Aisyah tadi" jawab Mansur


"Lha wong cuma teh celup, air panas sama gula tok lho mas, gak mungkin lah mbak tanya itu ke aisyah" saut Hakim


"Lalu menurutmu?" tanya Mansur


"mungkin tutorial hijab atau make up" jawab Hakim


"Kayaknya gak mungkin deh, Risma dan Aisyah gak hobby aneh aneh masalah gituan,udah ah kita tunggu aja" saut Mansur


-----------------


Sementara di dalam kamar, Risma memulai membuka obrolan dengan menanyakan seputar kehamilan Aisyah.


"syah, kehamilanmu sudah umur berapa?" tanya Risma


"hmm..kalau boleh tahu kamu apa sudah tidak kuliah?" tanya Risma


"iya mbak aku cuti, besok aku tinggal dirumah pamanya mas Hakim, sementara mas Hakim kuliah" jawab Aisyah murung


Entah mengapa Risma takut dirinya bernasib sama dengan Aisyah. Risma pun mencoba bertanya alasan Aisyah cuti kuliah


"mengapa kamu cuti? apakah kamu meminta sendiri pada suamimu atau kami terpaksa?" tanya Risma


"Sebenarnya aku terpaksa cuti, aku dipaksa mas hakim cuti karena seminggu kemarin pas periksa kandungan aku lemah, dokter menganjurkan aku tidak boleh banyak pikiran dan aktivitas berat berat" jawab Aisyah

__ADS_1


"terus dengan kamu tidak kuliah, apakah kamu tidak semakin banyak pikiran" saut Risma


"iya awalnya aku menolak tapi ujungnya mas Hakim tetep maksa cuti juga, semenjak kejadian itu aku merasa mas Hakim melakukan pengawasan ketat terhadapku" jawab Aisyah


"pengawasan ketat? maksudnya? " tanya Risma


"mas hakim sangat mengawasi aku dengan ketat mulai dari selektif terhadap makananku, minumanku dan juga waktu minum obat,waktu istirahat.risih banget deh pokoknya mbak" jawab Aisyah


"hmm..iya kamu benar, terus apa yang kamu lakukan menghadapi kerisihanmu itu?" tanya Risma


"aku percaya sama cinta dan perhatian mas Hakim kepadaku mbak, aku tahu yang dilakukan mas Hakim itu demi kebaikan janin yang ada di rahimku ini" jawab Aisyah


Aisyah menatap Risma sepertinya kakak iparnya itu takut berhenti kuliah karena hamil. Aisyah menggepuk bahu Risma mencoba memberi pengertian sama kakak iparnya itu


"mbak, mbak jangan takut, awalnya emang gitu mbak hatiku hancur ketika harus cuti kuliah karena hamil, bener kata mbak seharusnya aku banyak pikiran karena nggak kuliah, gagal lulus tepat waktu" ucap Aisyah


Aisyah yang masih melihat Risma gugup, sontak memegang tangan Risma mengarahkan ke perutnya


"Lihat mbak,sungguh mbak pasti bahagia kalau merasakan ini, aku sadar mbak benar apa kata mas Hakim, semakin tua semester, mata kuliah makin susah jelasnya dan justru malah buat kita stress dan itu nggak baik untuk janin" lanjut Aisyah


"iya syah, insyaallah aku siap, semoga aku segera cepat menyusulmu" ucap Risma


"amin..mbak" jawab Aisyah


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2