Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
179. MEMBERI PENGERTIAN


__ADS_3

---- Di Rumah Umar dan Sarah ----


Umar dan Sarah berjalan menuju kamar menemui Namira. Sesampainya di kamar Umar dan Sarah melihat Namira sedang duduk termenung diatas ranjang. Tatapan kosong Namira menghadap kaca lemari kamar membuat Umar dan Sarah khawatir dengan kondisi putrinya. Umar dan Sarah kemudian duduk disamping Namira lalu mengajaknya bicara.


"Namira sayang.." sapa Umar


Namira hanya terdiam tidak menjawab ayahnya memanggilnya. Umar dan Sarah kemudian saling menatap saat putrinya masih diam tak bicara. Umar yang menatap Sarah mengedipkan matanya memberi isyarat agar Sarah yang bicara dengan Namira.


"Namira cantik..." ucap Sarah


"Iya ibu" jawab Namira


"Mengapa Namira sedih, dari tadi ibu lihat kok diam aja, ayah manggil namira juga nggak di jawab?" tanya Sarah


"ayah gak sayang sama namira, karena ayah dulu paman Namira" jawab Namira


Degg


Umar meneteskan air matanya saat Namira bilang membencinya. Sarah juga ikut sedih mendengar ucapan Namira. Tapi Sarah merasa dirinya harus tegar dan berusaha memberi pengertian pada Namira.


"Namira sayang, tidak boleh ngomong gitu sama ayah, ayah sudah merawat Namira dari kecil, ayah juga sudah menyekolahkan Namira, ayah juga sudah mempertemukan ibu dengan Namira. iya kan?" jawab Sarah


Namira hanya mengangguk mendengar ucapan sarah..

__ADS_1


"Namira cantik, sampai kapan pun ayah dan ibu akan selalu sayang sama Namira, Namira gak boleh ngomong gitu sama ayah dan ibu, sampai kapan pun Namira adalah anak ayah dan ibu, sekarang Namira ayo minta maaf sama ayah" jawab Sarah


Namira menuruti ucapan Sarah kemudian memeluk Umar. Namira menangis meminta maaf pada ayahnya karena ucapanya pasti menyakiti hati ayahnya.


"ayah, maafin namira, namira sayang ayah" ucap Namira menangis


"iya sayang, ayah juga minta maaf, tapi ingat pesan ayah, jangan pernah berpikir ayah dan ibu tidak sayang sama namira, karena sampai kapan pun ayah dan ibu akan tetap selalu sayang sama namira" jawab Umar


"kalau namira punya adik, apakah ayah dan ibu tetap sayang sama namira" tanya Namira


"Iya tetep sayang dong cantik, Namira kan anak ayah dan ibu," jawab Umar


"Namira takut ayah dan ibu hanya sayang sama adek," ucap Namira


"ayah dan ibu akan tetap sayang sama namira, malahan jika namira punya adik keluarga kita akan semakin ramai nanti, namira juga punya teman nantu dirumah" jawab Umar


"benarkah ayah?" tanya Namira


"Benar putriku sayang, insyaallah secepatnya semoga harapan namira punya adik terkabul" jawab Umar


"Iya ayah, ibu, namira akan selalu berdoa pada Allah" saut Namira


"anak pinter, sekarang ayah mau ajak kalian jalan jalan mau nggak?" ajak Umar

__ADS_1


"Wah mau dong ayah, kalau ibu apakah mau?" tanya Namira


"Iya dong" jawab Sarah


"Baiklah nanti malam, ayah mau ajak kalian jalan jalan di masjid Nasional Al Akbar Surabaya, kata teman ayah ada ceramah dari KH Anwar Zahid" ucap Umar


Namira merasa heran saat Umar mengatakan akan jalan jalan di masjid. Karena Namira memiliki anggapan bahwa masjid adalah tempat untuk beribadah. Tanpa ragu Namira bertanya pada Umar


"ayah, katanya kita jalan jalan, tapi kok di masjid, bukanya di masjid kita hanya ibadah?" tanya Namira


"Namira sayang, jalan jalan tidak harus bersenang senang di taman, di mall, di pantai, dan di kebun binatang. melainkan kita bisa jalan jalan di masjid atau biasa disebut wisata religi. disana pas jalan jalan di sekitar masjid, kita bisa beribadah juga, apalagi nanti ada ceramah dari pak ustadz jadi dapat ilmu deh disana. jadi jalan jalanya sambil belajar," jawab Umar


"Iya namira, ayah benar, hari ini ayah sengaja mengaja kita jalan jalan sambil belajar ilmu agama, pasti seru banget" saut Sarah


"wah kalau gitu aku jadi gak sabar nunggu nanti malam" jawab Namira


4 jam kemudian, setelah shalat maghrib Umar menyetir motornya membonceng anak dan istrinya menuju masjid akbar. Sesampainya disana Umar, Sarah, dan Namira menunaikan shalat isya di masjid berjamaah. Beberapa menit setelah shalat isya, Para jamaah berkumpul untuk mendengar ceramah KH Anwar Zahid. Umar dan anak istrinya setelah shalat isya terpaksa berpisah karena Umar berada di barisan laki laki. Sementara Sarah dan Namira berada di barisan perempuan. Walaupun Umar dan keluarganya berbeda barisan, mereka bertiga tetap setia mendengar ceramah dari KH Anwar Zahid.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2