
---- Di Rumah Umar ----
Umar telah memutuskan menerima tawaran Mansur menjadi guru TPQ. Umar yakin keputusanya ini benar karena semua demi masa depan Namira. Sebelum berangkat ke surabaya, Umar terlebih dahulu menghubungi Mansur dengan ponselnya.
Tut Tut
📞 "Hallo assalamualaikun sur" sapa Umar
📞 " waalaikumsalam mar, ada apa mar?" tanya Mansur
📞 " sur, setelah aku pikir pikir aku mau menerima tawaranmu kemarin, insyaallah nanti siang aku dan Namira akan ke surabaya" jawab Umat
📞 "wah..aku seneng banget mar kamu menerima tawaranku, semoga kamu betah mar" saut Mansur
📞"hmm iya sur, terrima kasih banyak atas bantuanmu selama ini sur, semoga Allah membalas kebaikanmu" ucap Umar
📞"amin..kamu hati hati ya mar di surabaya" jawab Mansur
📞"iya sur, aku tutup dulu ya, wassalamualaikum" ucap Umar
📞 "waalaikumsalam" jawab Mansur
Setelah menghubungi Mansur, Umar membawa kopernya sambil menggendong Namira pergi ke terminal mencari bis. Namira yang masih dalam gendongan Umar penasaran akan diajak pergi kemana.Karena penasaran Namira bertanya pada Umar.
"paman, kita mau jalan jalan kemana?" tanya Namira
"kita akan ke surabaya, namira senang kan?" tanya balik Umar
"seneng banget paman" jawab Namira
----------------
10 menit kemudian , Umar mendapati bis arah jurusan surabaya. Umar masuk kedalam bis itu dan bersiap tidak sabar melangkahkan kakinya kota surabaya untuk menjemput rezeki.
Didalam bis, Namira yang tadi sangat ceria tiba tiba mendadak ekspresinya datar melihat anak seusianya memiliki ayah dan ibu. Namira terus saja memperhatikan anak itu tanpa disadari Umar memperhatikan ekspresi datar Namira. Umar yang sudah lama memperhatikan Namira melamun mencoba mengajaknya bicara.
"Namira, dari tadi paman lihat kok diam saja?" tanya Umar
"paman..lihat deh anak itu" jawab Namira
"iya paman melihatnya, anak itu apa temanya Namira?" ucap Umar
__ADS_1
"bukan itu paman, paman coba lihat anak itu kok punya ayah sama ibu? " tanya Namira polos
Deg...
Umar terkejut Namira menanyakan hal itu kepadanya. Semenjak kepergian orang tua Namira, Umar memang belum menceritakan hal itu pada Namira karena masih kecil. Umar tidak ingin Namira bersedih, dirinya belum siap menceritakan hal itu.
"Namira kan masih punya paman" ucap Umar
"paman...namira tidak punya ayah dan ibu?" tanya Namira
"Namira masih punya paman, namira kalau ingin punya ayah, namira boleh kok nganggap paman ayah Namira, panggil ayah juga boleh" jawab Umar
"ayah.." ucap Namira
mata umar langsung berkaca kaca mendengar gadis kecil kesayanganya memanggilnya ayah. Rasa haru dan senang menyelimuti hati Umar saat ini.
"Namira, sini nak peluk ayah" ucap Umar
Namira dari tempat duduknya dalam bis beranjak ke pangkuan Umar langsung memeluknya Umar dengan erat.
"ayah...Namira sayang ayah" ucap Namira
"iya ayah" saut Namira
----- Surabaya ------
Sesampainya di surabaya, Umar dan Namira menggunakan taksi online berangkat menuju rumah Mansur.
20 menit kemudian, Umar dan Namira sampai dirumah Mansur. Untuk sementara ini, Umar dan Namira tinggal di rumah Mansur sampai Mansur dan Risma kembali dari mudiknya.
Sore hari tepat pukul 15.30, Umar bersiap siap menuju TPQ Al Wafaa untuk mengajar. Kali ini Umar juga turut membawa Namira ikut ke TPQ agar sekalian Namira bisa belajar mengaji.
Saat Umar memasuki TPQ, ada seorang wanita menghampiri dan menyapa Umar
"assalamualaikum, dengan pak umar ya? " tanya wanita itu
"waalaikumsalam, iya saya umar" jawab Umar
"perkenalkan saya Sarah guru TPQ disini juga, pak umar sekarang menjadi wakil kepala pengelolah TPQ Al Wafaa.selamat bergabung pak, mari saya kenalkan bapak sama anak anak disini" ucap wanita itu
Umar berjalan mengikuti Sarah untuk berkenalan dengan anak anak yang mengaji di TPQ Al Wafaa
__ADS_1
"Assalamualaikum, anak anak." sapa Sarah
"Waalaikumsalam bu" jawab anak anak
"anak anak, hari ini TPQ Al Wafaa punya guru baru disini, silahkan pak perkenalkan diri bapak ke anak anak" ucap Sarah
"Assalamualaikum anak anak" sapa Umar
"Waalaikumsalam pak" jawab anak anak
"perkenalkan nama saya Umar Abidin,bisa panggil saya pak Umar, saya berasal dari probolinggo, mulai hari ini saya akan mulai mengajar disini" ucap Umar
"iya pak" jawab anak anak
Sarah melihat ada gadis kecil yang bersembunyi dibelakang Umar.Sarah yang merasa gemas dengan gadis itu mencoba memanggilnya
"Hallo putri cantik...nama kamu siapa" tanya sarah
Gadis kecil itu takut saat Sarah menyapanya. Umar yang menyadari hal itu mengajak Namira berkenalan dengan Sarah
"Namira, ibu ini juga teman ayah namanya bu sarah, ayo salaman sama bu sarah" ucap Umar
Namira berjalan menghampiri sarah lagsung bersalaman mencium tangan sarah
"Wah..anak pinter ikut ngaji juga yuk disini" ajak Sarah
"iya bu" jawab Namira dengan lirih
"Bu Sarah, Namira memang anaknya pemalu dan takut jika bertemu orang asing untuk pertama kalinya, maafin kelakuan Namira ya bu" ucap Umar
"Tidak apa apak kok pak namanya juga masih anak anak, sekarang ayo pak kita mulai mengajar anak anak" ucap Sarah
"iya ayo" jawab Umar
----------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1