
---- Di Jakarta ----
Malam hari, Mansur dan Risma telah sampai dijakarta. Risma benar benar tidak sabar bertemu ayah dan ibunya. Sesampainya dirumah Risma mengetuk pintu rumahnya
"dok, dok ,dok" (suara ketukan pintu)
"Assalamualaikum. mama...papa .." sapa Risma
"ceklek"(bunyi gagang pintu terbuka)
"waalaikumsalam, risma...mama kangen kamu nak" ucap Bu Yanti refleks memeluk risma
"aku juga kangen banget sama mama, papa mana ma" jawab Risma
"papa masih di ruang kerja , kamu temui saja sana, suamimu suruh masuk juga ris" ucap Bu Yanti.
"iya ma.." saut Risma
Mansur dan Risma memasuki ruang tamu rumahnya. Di ruang tamu, Mansur tersenyum senyum melihat foto foto masa kecil Risma yang terpajang di ruang tamu. Risma yang menyadari suaminya tersenyum senyum sendiri menatap foto foto masa kecilnya langsung memuji dirinya sendiri dihadapan suaminya.
"aku memang cantik mas, gak usah dipelotitin terus, si gadis kecil cantik dan menawan difoto itu sekarang di sebelahmu, masih awet kok cantiknya" ucap Risma
"hehe..iya ris kamu cantik" jawab Mansur
"iyalah, aku memang cantik" saut Risma
"iya deh...mas ngaku istri mas cantik" jawab Mansur
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya saling beradu tawa diruang tamu. Namun saat itu juga tiba tiba Mansur mengingat sosok Namira. Menurut Mansur, Risma masa kecilnya mirip dengan Namira
"ris, kamu coba perhatikan deh, foto masa kecilmu itu mengingatkan mas sama Namira" ucap Mansur
Degg...
Risma tiba tiba terdiam tidak merespon ucapan Mansur
"dia gadis yang lucu walaupun sedikit pemalu" lanjut Mansur
"hmm..iya mas" jawab Risma tak semangat
Entah mengapa Risma sedih jika membicarakan anak kecil. Risma merasa belum bisa menjadi istri seutuhnya untuk Mansur Risma memang sudah mencintai Mansur tetapi dirinya masih bersikukuh belum siap menuju hubungan yang lebih intim seperti layaknys pasangan . Tanpa sadar air mata Risma menetes, dan Mansur menyadari itu langsung menenangkan istrinya
"ris, mas tahu masalah itu, mas tidak menuntut hak mas itu, mas menunggumu sampai kamu siap, kamu jangan sedih" ucap Mansur
"ssttt..sudah..jangan menangis, mas nggak suka lihat kamu menangis, kamu adalah istri yang terbaik untuk mas" ucap Mansur memeluk Risma
"mas, aku minta maaf" saut Risma
"udah kamu tidak salah, udah hentikan kesedihanmu ini, sampai kapan pun mas mencintaimu. udah ayo kita ke kamar, mas ngantuk mau tidur" ucap Mansur
"iya mas" jawab Risma
Mansur menuntun Risma berjalan memasuki kamar. Saat perjalanan menuju kamar bertepatan dengan Pak Rudi yang baru saja keluar dari ruang kerjanya. Pak Rudi senang melihat anak dan mertuanya saling mencintai. Tanpa berpikir panjang Pak Rudi langsung berteriak menyapa Risma dan Mansur sebelum memasuki pintu kamar
" Risma...Mansur..." sapa Pak Rudi
__ADS_1
"Eh papa" jawab Risma
Mansur dan Risma menghampiri Pak Rudi langsung bersalaman.
"Risma...Mansur...bagaimana kabar kalian? " tanya Pak Rudi
"Alhamdulillah..kami baik baik saja pah" jawab Mansur
"Iya pa..mas mansur selalu menjaga risma disana" saut Risma
"hmm..papa bangga pada kalian, oh iya kalian sudah saling mencintai kan?" tanya Pak Rudi
"iya pa..aku dan mas mansur sudah saling mencintai, ya walaupun risma telat menyadarinya" jawab Risma
Pak Rudi sangat bahagia putrinya sudah mencintai laki laki yang dipilihkanya sebagai pendamping hidup. Pak Rudi yang melihat jam dinding menunjukan sudah larut malam pamit kepada Risma dan Mansur masuk kedalam kamar
"Risma...Mansur..sudah larut malam papa pamit ke kamar dulu ya" ucap Pak Rudi
"iya pa..kami juga mau masuk ke kamar, selamar tidur pa" jawab Risma
"selamat tidur"
----------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga