Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
220. PUSING DAN MUAL


__ADS_3

---- Di Rumah Mansur dan Risma ----


3 hari kemudian, Risma sudah pulang dari rumah sakit. Di rumah, saat itu kebetulan semua orang berkumpul untuk menyambut kedatangan si kembar. Saat itu Melisa, Windi dan Sarah ikut menemani Risma menjaga bayi kembar. Melisa, Windi, dan Sarah sangat gemas dengan bayi kembar Risma dan Mansur. Mereka bertiga menggendong bayi kembar itu dan saling berbicara.


"Eh, lihat deh Hasan pipinya unyuk banget aku pingin gigit aja tuh pipi," ucap Windi


"Iya Hasan ganteng banget, ini Hanna juga cantik banget lho dan anteng banget aku gendong," jawan Sarah


"Eh tapi aku heran deh. Hasan sama Hanna anteng banget. lha ini Hani beda lo, dia benar benar gak anteng rewel terus aku gendong," saut Melisa


"Mel, jangan jangan Hani kayak emaknya banyak tingkah," jawab Windi melirik Risma


"Haha...apalagi Hani kan anak bungsu nanti akan minta di manjain sama kakak kakaknya," saut Melisa


"Wah...Hani, kamu jangan kaya emak kamu ya, emak kamu manjanya minta ampun dan banyak tingkah," jawab Windi


"Hahaha..." (Melisa, Windi dan Sarah tertawa)


Risma saat itu merasa kesal dengan Windi yang menyindirnya. Risma saat itu tidak terima dirinya disindir langsun membangun benteng pertahanan membela diri.


"Win, emaknya manja manja tapi kan cantik," ucap Risma


"Iya deh, emaknya cantik duplikatnya artis Citra Kirana," jawab Windi


"Iya dong, aku kan dari dulu emang cantik. makanya Hanna dan Hani cantiknya kaya aku," saut Risma


"Hani, kamu cantiknya aja ya nurun emakmu. kalau banyak tingkahnya dan susah diatur jangan sampai nurun," goda Windi mengajak bicara Hani


"Eh dasar kamu ya, awas ya nanti," jawab Risma nyengir


"Hahaha..."(semua tertawa)


Melisa yang sedang menggendong Hani tiba tiba merasa kepalanya pusing. Melisa yang menyadari kepalanya pusing mengembalikan Hani di ranjang bayi lalu memegangi kepalanya. Risma, Windi dan Sarah melihat Melisa yang memegangi kepalanya ikut khawatir kemudian mencoba menanyainya.


"Mel, kami tidak apa apa?" tanya Risma

__ADS_1


"Aku baik baik saja kok, mungkin kelelahan saja aku,"jawab Melisa


"Kamu yakin ?" tanya Windi


"Mel, lebih baik kamu periksa dirimu ke dokter" saut Sarah


"Aku sehat kok, ngapain ke dokter," jawab Melisa


"Mel, aku memiliki firasat kalau kamu hamil," ucap Risma


"Hah? Hamil?" jawab Melisa


Baru saja terkejut medengar ucapan Risma, seketika tiba tiba Melisa merasa perutnya mual langsung berlari ke kamar mandi. Windi yang saat itu menggendong Hasan kembali menaruhnya diranjang lalu izin pada Sarah dan Risma untuk menemui Melisa.


"Risma, Kak Sarah, aku izin sebentar menemui Melisa," ucap Windi


"Iya Win, sekarang cepetan kamu temui Melisa," jawab Risma


"Baik ris," saut Windi


"Mel, kamu tidak apa apa?" tanya Windi


"aku tidak tahu, hari ini aku merasa lemas tidak bertenaga. aku juga merasa mual," jawab Melisa


"Huwekk," (Melisa muntah)


Windi memijat tengkuk leher Melisa sembari terus membujuknya ke rumah sakit.


"Mel, kamu pucat banget. aku antar ke rumah sakit ya?" tanya Windi


"Tidak usah Mel, aku hanya mau pulang terus istirahat," jawab Melisa


"Mel, jangan jangan kamu beneran hamil," ucap Windi


"Aku cuma kelelahan aja, aku hanya perlu istitahat," jawab Melisa

__ADS_1


"Baiklah, aku akan antar kamu menemui Yossy." saut Windi


Melisa hanya mengangguk pasrah menuruti kata Windi. Windi merangkulkan tangan Melisa ke pundaknya lalu menuntunya berjalan menemui Yossy. Saat itu Yossy, Umar, dan Mansur sedang berbincang bincang di teras. Ditengah perbincanganya, Yossy melihat Windi menuntun Melisa di teras langsung panik dengan kondisi Melisa.


"Win, apa yang terjadi pada Melisa?" tanya Yossy


Yossy beranjak diri dari tempat duduknya lalu menggantikan Windi membopong Melisa.


"Yos, tadi Melisa merasa kepalanya pusing dan mual," jawab Windi


"Pusing dan mual. insyaallah kemungkinan Melisa hamil Yos," saut Mansur


"Aku juga sependapat denganmu Sur," ucap Umar


"Apakah Risma dulu pas hamil juga gitu Mas?" tanya Yossy


"Iya dulu Risma cerita kepadaku sebelum cek kehamilan pakai testpeck, dia mual mual di kontrakan Windi," jawab Mansur


"Iya itu benar, Risma saat itu mual mual padalan aku masakin masakan kesukaanya," saut Windi


"Coba cek dulu dengan testpeck untuk memastikan Melisa hamil. atau bisa juga kamu bawa ke rumah sakit langsung," ucap Mansur


"Iya Mas, sepertinya Melisa lemas banget hari ini. saya pamit duluan, assalamualaikum," saut Yossy


"Waalaikumsalam," jawab Mansur, Umar, dan Windi bersamaan


Setelah kepergian Yossy dan Melisa. Windi kembali menghampiri Sarah dan Risma di kamar. Sementara Mansur dan Umar melajutkan perbincanganya.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2