Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
151. BODYGUARD


__ADS_3

---- Di Rumah Sakit ----


30 menit kemudian, mobil yang dikemudi Mansur telah sampai di parkiran rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Mansur terlihat tak bersemangat hanya terdiam di dalam mobil memikirkan penampilanya yang seperti detektif. Berbeda dengan Risma yang sangat semangat sekali ingin segera memeriksakan kandunganya. Namun, saat Risma hendak keluar dari mobil, pintunya masih terkunci. Risma melirik Mansur terlihat melamun langsung berinsiatif mengerjai suaminya


"mas..aku lihat dari jendela, kamu sepertinya menabrak sesuatu, coba mas keluar dulu deh.." ucap Risma


"Apa ???" jawab Mansur


Seketika lamunan Mansur terbuyarkan dan langsung panik keluar dari mobil mengecek sesuatu kata Risma yang ditabraknya. Namun saat keluar dari mobil dan mengecek mobilnya, Mansur tidak menemukan sesuatu yang ditabraknya


"ris, mas nabrak apa tadi? mas tidak menemukan apa apa" tanya Mansur


"beneran mas...mas tadi nabrak sesuatu" jawab Risma sembari keluar dari pinti mobil


"mana? tidak ada kok" saut Mansur


"Ada kok mas....mas sudah berhasil menabrak benteng pertananan hatiku untuk mendapatkan cintaku" goda Risma


"ooo..jadi kamu ngerjain mas ya..sekarang juga sudah jago gombal ya istriku ini" jawab Mansur


"haha..aku kan belajar darimu mas, sekarang ayo mas kita ke poli kebidanan cek kandungan" saut Risma sembari menggandeng Mansur


"i..iya ayo" jawab Mansur


Risma menggeret Mansur berjalan menuju ke ruangan poli kebidanan. Mansur hanya bisa pasrah dan menunduk membuntuti Risma. Mansur melihat orang orang disekelilingnya melihatnya dengan tatapan aneh. Mansur menyadari hal itu dan dirinya menahan rasa malunya demi istrinya. Benar saja, Mansur terlihat seperti bodyguard berpenampilan mirip detektif yang digandeng oleh seorang wanita berpenampilan muslimah.


Tak butuh waktu lama, Risma dan Mansur memasuki ruang pemeriksaan kehamilan. Dokter yang sudah ada diruangan menyuruh Risma berbaring di ranjang dan memeriksanya. Beberapa menit kemudian dokter telah selesai memeriksa Risma langsung menyampaikan hasil pemeriksaanya


"Selamat bu, usia kandungan ibu berumur 3 minggu, ibu harus banyak istirahat dan mengurangi aktivitas berat, ini saya kasih resep obatnya ya bu" ucap dokter


"Iya bu terima kasih, saya akan menjalani instruksi dari dokter" jawab Risma


"sama sama bu, di trimester awal ini masih rentan bu" saut Dokter

__ADS_1


Mendengar ucapan dokter, Risma tiba tiba teringat Aisyah yang harus cuti kuliah karena hamil. Risma masih ingin tetap kuliah, tanpa ragu Risma menanyakan hal itu pada dokter


"tapi maaf dok apa saya bisa kuliah?" tanya Risma


"boleh bu, yang penting ibu harus bisa menjaga kandungan ibu dan tidak boleh stress" jawab Dokter


"iya dok" ucap Risma


Risma cukup puas dengan jawaban dokter sehingga dirinya tetap akan melanjutkan kuliahnya. Mansur melihat Risma sudah puas dengan pertanyaanya gantian dirnya ingin bertanya juga kepada dokter.


"dok, untuk masalah hubungan suami istri yang itu bagaimana dok?" tanya Mansur


"Ih..mas bikin malu aja deh" bisik Risma


"biarin" jawab Mansur


"oh..jadi kalian suami istri" saut Dokter tiba tiba


"Hah ??" jawab Mansur dan Risma kaget


Dokter merasa dirinya keceplosan berbicara hal itu sehingga dirinya merasa serba salah. Jujur sejak Mansur dan Risma masuk ruangan, Dokter mengira Mansur adalah bodyguard Risma karena penampilan Mansur yang seperti detektif yang sedang mengintai


"pak, bu, mohon maaf saya tadi mengira bapak adalah bodyguard ibu, karena penampilan bapak mirip detektif, dan jujur sekarang ini saya baru pertama kali menemukan pasangan suami istri yang berkunjung kesini dalam kontras penampilan yang unik" jawab Dokter


"Iya dok tidak apa apa, pertanyaan saya tadi bagaimana ya dok?" jawab Mansur


"boleh pak, selama tidak ada masalah dalam kehamilan aman aman saja, namun harus diperhatikan posisinya, hindari penetrasi yang terlalu dalam. tapi saran saya di trimester pertama ini sebaikya jangan sering sering melakukanya karena bisa menyebabkan kontraksi pada rahim" jawab dokter


"iya dok, saya mengerti" saut Mansur


"iya pak, ini saya beri obat dan buku paduan ibu hamil dan menyusui , dipelajari ya pak?" ucap dokter


"iya dok terima kasih, saya dan istri saya permisi bu, assalamualaikum" saut Mansur

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab Dokter


Setelah selesai periksa kandungan, Mansur dan Risma memutuskan untuk pulang. Didalam mobil Mansur mengingat ucapan dokter yang mengira dirinya bodyguard. Jujur Mansur merasa risih, sambil fokus dalam mengemudinya Mansur mengajak Rima bicara


"ris, bagaimana harimu hari ini? sudah puas ya mas tadi dikira bodyguard " ucap Mansur


"Tapi mas cocok lo, keren banget" jawab Risma


"kamu senang aku tidak dianggap suamimu tadi?" saut Mansur


"Ih...apaan sih mas..udah deh, lagian anak kamu ini yang minta bukan aku" jawab Risma mengelus perutnya yang datar.


Melihat Risma cemberut sembari mengelus perutnya, Mansur tidak tega dan terpaksa mengalah pada istrinya. Mansur sontak menghentikan mobilnya di tepi jalan karena ingin mengelus perut Risma dan bicara


"anaku...maafin ayah ya bikin ibumu cemberut, sehat sehat selalu ya nak didalam, 9 bulan lagi kita bertemu di dunia" ucap Mansur sembari mencium dan mengelus perut Risma


Risma terharu dengan ucapan suaminya. Risma melihat suaminya sangat bahagia. Tanpa ragu Risma menjawab ucapan Mansur yang bicara pada perutnya


"iya ayah, ibu akan makan banyak biar aku sehat" jawab Risma


Mansur mengembalikan posisinya duduk di kursinya langsung memegang erat tangan Risma


"ris, terima kasih, mas mencintaimu ris " ucap Mansur


"iya mas, aku juga mencintaimu" jawab Risma


Mansur dan Risma akhirnya berpelukan sejenak lalu melanjutkan perjalananya menuju rumah


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2