
Esok hari, kebetulan hari ini Namira libur sekolah karena ada try out kelas 6 SD. Sarah mengajak Namira ke pasar untuk membeli sayuran. Sayuran itu tak lain untuk pakan marmut di rumah. Di pasar, Namira terus berlari lari membuat Sarah berkali kali harus menegurnya.
"Namira, jangan lari lari nanti jatuh," ucap Sarah
"Iya Ibu. habisnya Ibu mau beli kangkung sama wortel lama sekali," jawab Namira
"Tidak lama. sebentar lagi selesai kok," ucap Sarah
"Ibu kalau beli langsung beli aja. mengapa ngajak bicara penjualnya terus. kasihan penjualnya lagi berjualan Ibu terus mengganggunya," jawab Namira
Degg
Sarah terkejut Namira menyadari dirinya terus berbicara pada penjual sayur. Sebenarnya Sarah hanya menawar harga sayuran yang akan dibeli. Sarah memang suka menawar harga sayuran yang tidak sesuai menurut hitunganya. Karena kebiasaanya yang suka menawar, Sarah bisa menghabiskan waktu berjam jam hanya untuk membeli sayuran.
Sekarang dirinya lupa kalau sedang mengajak Namira. Mungkin Namira kelelahan berdiri menunggunya belanja. Terpaksa Sarah menawari gendongan untuk Namira.
"Ibu tidak menganggu penjual sayur Namira. Ibu hanya ingin beli sayur. kalau Namira capek, mau nggak Ibu gendong saja?" tawar Sarah
"Ibu, Namira kan sudah gede." jawab Namira
"Tidak apa apa sayang. ayo ibu gendong," ajak Sarah
"Aku tidak mau Ibu. aku malu karena sudah gede masih digendong. dilihatin banyak orang," jawab Namira
"Baiklah, tunggu sebentar ya, Ibu akan membayar sayuran yang Ibu beli," saut Sarah
Karena tidak tega anaknya terus menunggunya. Dengan terpaksa Sarah segera mengakhiri penawaranya dan membeli sayuran yang dipilihnya.
"Bu, ya sudah saya ambil wortelnya satu setengah kilo sama kangkungnya 10 ikat," ucap Sarah
"Iya Bu, totalnya 48 ribu ya," jawab Penjual
__ADS_1
"Iya Bu, hehe...kok gak dibulatin 45 ribu saja m, Bu? saya beli wortelnya satu setengah kilo lo Bu" saut Sarah
"Maaf Bu, untuk wortelnya memang sekilonya 17.000 sudah saya turunin jadi 15.000 loh Bu, dan kangkungnya perikat 2.500." jawab Penjual
"Iya sudah, ini saya akan membayarnya," saut Sarah memberikan uang
"Terima kasih Bu," jawab Penjual
Setelah membeli sayuran, Sarah dan Namira memutuskan untuk pulang.Dalam perjalanan pulang, Sarah tiba tiba mendapatkan notifikasi pesan di ponselnya. Sarah membuka pesan tersebut dan membacanya
📩 " Mbak Sarah. ini saya Ana. Mbak Sarah apakah hari ini sibuk?" pesan Ana
📩 "Saya barusan habis belanja di pasar. ini perjalanan pulang," balas Sarah
📩 "Mbak Sarah. nanti sore temui saya di kafe bisa? nanti saya share lok tempatnya," pesan Ana
📩 "Ada keperluan apa, Mbak?" balas Sarah
📩 "Mbak Sarah datang aja, ada hal penting yang mau saya sampaikan," pesan Ana
📩 "Baik Mbak, saya tunggu," pesan Ana
📩 "iya," balas Ana
20 menit kemudian, Sarah dan Namira sudah pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Namira langsung berlari menemui tiga marmutnya sambil membawa kangkung. Semetara Sarah terduduk di ruang tamu memikirkan maksud Ana mengajaknya ke kafe.
"Hal penting apa yang disampaikan Mbak Ana nanti di kafe? tumben tiba tiba ingin mengajaku ketemuan. Apakah Mbak Ana ada masalah? atau Mbak Ana memiliki urusan denganku." batin Sarah
---------
Sore hari, terdengar suara motor dari luar halaman rumah. Sarah saat itu sudah mengira Umar sudah pulang. Sarah yang sudah berpenampilan rapi langsung bergegas menuju ruang tamu menyambut Umar.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ucap Umar
"Waalaikumsalam Mas," jawav Sarah berjalan menghampiri Umar
Umar mengenyitkan dahinya melihat Sarah berpenampilan rapi. Umar merasa sepertinya Sarah akan pergi keluar rumah. Tanpa ragu. saat itu Umar langsung bertanya pada Sarah.
"Dek, kok pakaianmu hari ini rapi. apakah kamu mau keluar?" tanya Umar
"Iya Mas, sebenarnya aku izin keluar sebentar menemui temanku di kafe," jawab Sarah
"Kafe mana?" tanya Umar
"Kafe dulu pas kita ketemuan Mas, aku titip Namira sebentar Mas. dia lagi belajar sekarang," jawab Sarah
"Kalau Mas antar saja gimana?" tawar Umar
"Tidak perlu Mas, Mas jaga Namira saja. aku sudah pesan taksi," jawab Sarah
"Baikah, Mas izinin hati hati ya," ucap Umar
"Iya Mas, aku berangkat dulu. assalamualaikum," jawab Sarah
"Waalaikumsalam," saut Umar
Melihat Sarah yang berangkat sendirian ke kafe, Umar merasa khawatir dan cemas. Tidak biasanya Sarah mendapat pesan dari seeorang. Umar juga heran siapa teman Sarah yang mengajak ketemuan di kafe.
"Aku sangat mengkhawatirka istriku. Siapa teman Sarah yang mengajak Sarah ketemuan.Tidak biasanya Sarah mendapat ajakan tiba tiba dari temanya. Apakah dia laki laki atau perempuan? Aku percaya sama istriku semoga tidak ada hal buruk yang menimpa istriku," batin Umar
----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga