Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
251. TIDAK MAU PULANG


__ADS_3

Sore hari, Namira bangun dari tidurnya. Namira kembali berjalan menuju ruang tamu memanggil nenek.


"Nenek...Nenek..." panggil Namira


Nenek Winarsih yang masih melayani suaminya makan langsung berteriak kalau dirinya ada di ruang keluarga.


"Iya Namira, nenek di ruang keluarga sama kakek," teriak Nenek Winarsih


Namira berjalan menuju ruang keluarga dirinya terkejut melihat seseorang yang sangat dirinya kenal.


"Kakek," ucap Namira


"Iya sayang, ini kakek mari sini," jawab Kakek


Kakek itu adalah Kakek Hamzah alias supir Namira. Namira saat itu menduga kalau Kakak Hamzah akan membawanya pulang. Namira saat itu berjalan mundur tidaknmau menghampiri Kakek Hamzah. Kakek Hamzah tersenyum melihat Namira yang berjalan mundur. Kakek Hamzah sudah menebak pemikiran Namira. Tanpa berpikir panjang, Kakek Hamzah mengatakan sesuatu pada Namira.


"Namira, jangan takut. Kakek gak ngajak kamu pulang. sini dulu duduk disamping kakek," ucap Kakek Hamzah


Namira akhirnya mau duduk disamping Kakek Hamzah. Namira yang nampak gelisah saat itu merengek tidak mau pulang.


"Aku tidak mau pulang Kek, ayah dan ibu sudah bahagia sama Burhan," jawab Namira


"Mengapa Namira bilang ayah dan ibu hanya bahagia sama Burhan?" tanya Kakek Hamzah


"Ayah dan Ibu memang sudah bahagia Kek. aku menjadi beban untuk mereka. aku kan hanya gadis yatim piatu yang dirawat ayah dan ibu," jawab Namira

__ADS_1


"Namira gak boleh ngomong gitu, Namira gak boleh benci sama ayah dan ibu. Namira sudah besar kan? Namira sudah bisa makan sendiri, mandi sendiri, jalan sendiri. Sementara Burhan masih bayi. masih disuapi, masih dimandiin, belum bisa ngapa ngapain. Namira mau kaya Burhan di mandiin, dan disuapin?" ucap Kakek Hamzah


"Tapi ayah dan ibu berubah Kek, aku tahu posisiku yang sebatas anak tiri," jawab Namira


"Namira gak boleh bilang gitu. ayah Umar dan Ibu Sarah sudah menjadi sosok ayah dan ibu untuk Namira. Namira udah gede kan? Namira sudah jadi kakak, Namira harus bisa menjadi kakak yang baik untuk Burhan," ucap Kakek Hamzah


Namira terdiam saat mendengar ucapan Kakek Hamzah. Kakek Hamzah saat itu mengelus rambut Namira lalu kembali megatakan sesuatu.


"Namira tahu bagaimana kondisi ayah dan ibu saat Namira pergi?" tanya Kakek Hamzah


"Mereka bertiga hidup bahagia?" jawab Namira


"Mereka mencarimu, mereka menangis, mereka semua hanya berfokus mencari dirimu," ucap Kakek Hamzah


"Mereka masih sayang sama aku?" tanya Namira


"Kakek mau menelponya?" tanya Namira


"Kalau kamu tidak percaya, Kakek akan coba telepon ayahmu," ucap Kakek Hamzah


Kakek Hamzah mengambil ponsel jadul nokianya lalu menekan kontak Umar untuk meneleponya.


Tut.. Tut...


📞 "Hallo, assalamualaikum Pak Hamzah," ucap Umar

__ADS_1


📞 "Waalaikumsalam Tuan, sekarang Tuan dimana? Namira sudah ketemu?"tanya Kakek Hamzah


📞 "Belum Pak, tolong bapak bantu saya Pak, saya dijalanan belum pulang sebelum bertemu Namira," jawab Umar


📞"Sebaiknya Tuan pulang dan istirahat dulu. nanti saya yang gantian cari Namira," ucap Kakek Hamzah


📞"Saya tidak tenang Pak, Namira adalah gadis kecil yang polos, saya kepikiran Namira Pak, saya khawatir makanya gimana Pak, dia gak punya uang, saya takut dia dibawa orang jahat pak, saya..." jawab Umar terpotong karena menangis


📞" Tuan, tolong tenanglah. sekarang Nyonya Sarah dan Den Burhan membutuhkan Tuan, saya akan ikut mencari Namira," jawab Kakek Hamzah


📞"Iya Pak, terima kasih," saut Umar


Namira ikut menangis saat mendengar ayahnya mengkhawatirkan dirinya. Kakek Hamzah saat itu menghapus air mata Namira lalu mengataka sesuatum


"Kamu dengar kan? ayah mu tadi menangis mengkhawatirkanmu?" tanya Kakek Hamzah


"Iya Kek," jawab Namira


"Besok mau ya ketemu sama ayah?" tanya Namira


"Iya Kek," jawab Namira


---------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2