Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
256. KEMARAHAN UMAR


__ADS_3

Degg...


Mendegar ucapan Jessica, Semua tamu undangan terkejut khususnya Umar dan Sarah. Umar sangat marah dengan apa yang dilakukan Chelzea dan Kanaya terhadap Namira. Namun Umar berusaha untuk menahan kemarahanya dengan menggenggam tanganya. Sarah yang melihat Umar menggenggam tanganya nampak khawatir. Dengan sigap, Sarah langsung memegang lengan kekar Umar untuk menenangkanya.


Umar menyadari pegangan tangan Sarah ke lenganya adalah isyarat kekhawatiran Sarah terhadap dirinya. Umar menoleh sedikit kearah Sarah lalu mengangguk isyarat tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Umar sepemikiran dengan Sarah, Umar berpikir saat ini mungkin Chelzea dan Kanaya masih anak anak yang membutuhkan didikan orangtuanya.


Berbeda dengan Ibunda Chelzea, mendengar ucapan dari Jessica amarahnya langsung memuncak. Bukanya mendidik atau menyalahkan anaknya, Ibunda Chelzea justru membela anaknya.


"Nah, terus apa yang salah dengan ucapan anak saya? faktanya memang seperti itu kan? biar pun anak saya ceplas ceplos tapi apa yang dikatakanya fakta," ucap Ibunda Chelzea


"Jeng, jelas jelas Chelzea dan Kanaya mengatakan hal yang tidak tidak pada Namira. Jessica adalah sahabat Namira. jadi wajar Jessica tidak terima sahabatnya ditindas," jawab Ibunda Jessica


"Lho kok justru Jeng nyalahin fakta yang ada? malah nuduh anak saya nindas? namanya anak yatim piatu kalau diasuh oleh orangtua lain namanya anak pungut," ucap Ibunda Chelzea


"Bener itu, aku setuju sama kamu Jeng," saut Ibunda Kanaya


"Iya kan kamu tahu sendirilah Jeng, Bu Sarah dulu susah hamil. makanya Namira diangkat deh jadi anaknya. tapi sekarang Bu Sarah akhirnya sudah punya anak. anaknya yang guanteng pingin tak jadikan mantuku," jawab Ibunda Chelzea


"Iya bener, kemarin beritanya Namira sempat ilangkan ya gara gara gak merasa irih sama adeknya. mungkin benar ya, anak kandung selalu menjadi yang terdepan. tapi Namira ini beruntung punya orangtua asuh seperti Bu Sarah dan Pak Umar. kalau saya mah sudah saya taruh aja deh di panti," ucap Ibunda Kanaya


"Hahaha..." tawa Ibunda Chelzea dam Ibunda Kanaya

__ADS_1


Namira saat itu hendak menangis mendengar ucapan dari Ibunda Chelzea dan Ibunda Kanaya. Umar menyadari kalau kata kata Ibunda Chelzea dan Ibunda Kanaya sangatlah menyakitkan. Umar tanpa ragu langsung mengusir Ibunda Chelzea dan Ibunda Kanaya di acaranya.


"Asal kalian tahu, saya dan istri saya tidak pernah menganggap Namira adalah anak pungut. Saya dan istri saya sangat beruntung memiliki Namira. Namira juga anak kami, putri kesayangan kami. saya dan istri saya bangga memiliki putri yang pintar dan mandiri," ucap Umar tegs


"Tapi bapak tidak bisa memungkiri kalau Namira bukan anak kandung bapak, itu fakta yang tidak bisa dirubah," jawab Ibunda Chelzea


"Saya tidak peduli. selamanya Namira tetap akan menjadi putri kesayanyan kami.Kami bersyukur memiliki Namira. Namira anak yang rajin. Namira membanggakan orang tuanya dengan meraih juara di olimpiade. acara ini saya selanggarakan karena rasa syukur kami atas prestasi Namira. kalian jangan menghancurkan kebahagiaan anak saya. Sebaiknya kalian pergi dari sini," ucap Umar


"Hah, putri saya bisa lebih dari itu.seandainya acara olimpiade kemarin putri saya tidak sakit, pasti piala itu akan jatuh ditangan putri saya, mungkin putri bapak menjadi delegasi pengganti putri saya saat sakit," jawab Ibunda Chelzea


"Maaf Bu, olimpiade kemarin saudara Chelzea tidak diikutsertakan karena dalam seleksi kelas hanya Jessica dan Namira yang dinyatakan lolos oleh sekolah karena nilai babak seleksi paling tinggi. Dan saya tegaskan kalau delegasi dari sekolah memang murni dari serangkaian tes bukan asal tebang pilih," saut Bu Setyarini


Ibunda Chelzea menatap Chelzea lalu bertanya.


"Chelzea ikut seleksi kelas Bunda, tapi heran saja tiba tiba gak diikutsertakan lomba," jawab Chelzea panik


"Nilai kamu pas seleksi kelas berarti kalah dengan aku dan Namira, jadi kamu gak usah bohongin bunda kamu dengan alasan sakit," ejek Jessica


"Sayang, gak boleh gitu. itu tidak baik," saut Ibunda Jessica


"Iya Ma," jawab Jessica

__ADS_1


Bu Setyarini merasa sepertinya Chelzea telah membohongi ibunya. Bu Setyarini tidak ingin ada salah paham terkait pemilihan peserta olimpiade. Tanpa ragu, dengan bahasa yang sopan Bu Setyarini menjelaskan aturan seleksi kelas pada Ibunda Chelzea.


"Bu, memang Chelzea ikut seleksi kelas tapi nilainya masih dibawah Jessica dan Namira.Saya bahkan menempel hasil seleksi kelas di papan pengumuman. tapi Chelzea juga hebat kok Bu. Chelzea dan anak anak lain semangat sekali ikut seleksi, semoga tahun depan anak anak didik saya yang semangat dan yang rajin dapat lolos mewakili sekolah nantinya," jawab Bu Setyarini


Ibunda Chelzea sangat malu setelah mengetahui fakta tentang anaknya dari Bu Setyarini. Tanpa pamit, Ibunda Chelzea menyeret Chelzea keluar dari pesta. Ibunda Kanaya saat itu juga menggandeng Kanaya lalu tanpa pamit ikut pergi membuntuti Ibunda Chelzea.


Setelah kepergian Ibunda Chelzea dan Ibunda Kanaya. Umar yang berada didekat Namira saat itu menunduk mensejajarkan tinggi badanya dengan Namira lalu memeluknya dan menciumnya. Begitu juga dengan Sarah yang juga melakukan hal yang sama seperti Umar.


Namira yang melihat kedua orangtuanya memeluknya tak kuasa menahan tangisnya. Melihat putrinya menangis, Umar dan Sarah saat itu berusaha menenangkan Namira


"Namira sayang, sudah ya jangan menangis. Namira selamanya akan tetap jadi putri kesayangan ayah dan ibu," ucap Umar


"Apa yang dikatakan ayah benar sayang, kamu adalah putri kesayangan kami, walaupun Namira bukan anak kandung ayah dan ibu, ayah dan ibu gak seperti yang ibu itu tadi katakan. ayah dan ibu sayang sama Namira," saut Sarah


Namira akhirnya berhenti menangis setelah Umar dan Sarah berhasil menenangkanya. Setelah terjadi sedikit drama di pesta, Acara pesta tetap berlanjut dan berjalan dengan lancar.


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2